Siang hari yang sangat terik Nina menyandarkan bahunya di sofa panjang yang berada di ruang tengah. Dia baru saja menyelesaikan semua pekerjaannya, seperti mencuci pakaian, menyedot debu, cuci piring dan yang terakhir yang baru saja ia kerjakan adalah memasak untuk ke enam member yang berada di dorm. Ya, baru saja menyelesaikan semuanya sendirian di rumah yang sangat besar ini.
Salah satu member jalan mendekati Nina dan berkata " kamu udah selesai masak?"
"Udah kok, tinggal dimakan aja" jawab Nina.
"Hmm. Aku tunggu yang lain dulu" Kata Jungkook berjalan mendekati meja makan.
"Kalau begitu aku panggil yang lain" sahut Nina ia sangat mengerti maksud Jungkook.
Belum juga satu menit Nina istirahat sudah dapat pekerjaan lagi ingin sekali dia mengeluh tapi bagaimana lagi ini sudah menjadi tugas untuk nya.
Yang pertama kali ia datangi kamarnya adalah kamar Seokjin. Nina mengetuk pintu lalu terdengar suara "buka saja" dari dalam kamar dengan suara khasnya.
Nina membuka pintu dan mendapati seokjin yang sedang telanjang baju dan handuk yang menggantung di lehernya, lalu basah di rambutnya menandakan Jin baru saja selesai mandi. Nina yang kaget melihat pemandangan itu langsung membalikan lagi badannya.
"Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah" kata Nina dalam hati Ini pertama kalinya dia melihat ada seorang laki-laki yang tidak memakai baju di depannya. Utung seokjin masih memakai celana dengan bahan jeans berwarna hitam. Tapi tetap saja Nina sudah melihat badan sixpack milik seokjin dan akan sulit untuk melupakanya.
"Eh, Nina. Maaf aku tidak tahu itu kamu", kata seokjin dia tahu Nina masih belum terbiasa dengan hal seperti ini.
"A-anu tidak apa-apa. Aku cuma mau kasih tau makan silang sudah jadi", Nina bicara dengan gugup sampai lidahnya keseleo. Harusnya ia bilang makan siang jadi makan silang. Ia sungguh merasa malu.
"Hm. oke aku akan segera datang" kata seokjin.
"Kalau begitu aku pergi dulu", Nina bungkuk sembilan puluh derajat tanpa melihat ke arah seokjin.
Saat Nina berjalan menuju kamar selanjutnya tiba-tiba seseorang berlari ke arahnya.
"Nina untung ada kamu. Setrika otomatis seperti nya rusak, jadi tolong aku setrikakan bajuku aku mau pergi hari ini" Kata Taehyung tergesa-gesa.
"B-baiklah", sebenarnya Nina ingin bilang kalau 'nanti dulu' karena dia masih harus memberi tahu satu orang lagi yaitu Yoongi.
Belum sempat Nina dan Taehyung melangkah seseorang sudah memanggil Nina.
"Nina bantu aku carikan kaca mata, aku lupa menaruhnya". Kata Hoseok.
"Hyung Nina mau menyetrika bajuku"
Kata Taehyung sambil menarik tangan Nina.
"Nanti saja, kaca mataku lebih penting", hoseok menarik tangan Nina dia tidak mau kalah.
Tingkat emosi Nina naik dengan cepat rasanya seperti ada api yang mau keluar dari kepalanya. Kelakuan mereka seperti anak kecil. Ini baru hari pertamanya bekerja sebagai asisten tapi rasanya ingin segera keluar dari pekerjaan ini. Jika bukan karena untuk membayar kuliahnya ia tidak mau melakukan semua ini. Dia masih punya kontrak selama 4 tahun berarti dia akan merasakan ini untuk 4 tahun kedepan.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
gak seru ya? Bodo deh ngeflop juga soalnya gua pengen bgt buat cerita ini
Btw, terimakasih banyak buat kalian yang udah mau buang² waktu kalian untuk baca ini.
Next chapter soon!
YOU ARE READING
MY ASSISTANT
Fanfiction[BTS FANFICTION] Berada di dekat mereka itu tidak selalu menyenangkan
