Seorang wanita paruh baya melangkah ke sebuah kamar salah satu putrinya.
"Wake up, honey"
Putrinya itu hanya bergumam, sambil mengangkat tangan mengisyaratkan angka lima.
"Oh nyatanya kamu minta diangkat"
Wanita paruh baya itupun menarik tangan putrinya tersebut.
"Ih kok malah diangkat" Ucap putrinya itu sambil manyun dan mengucek-ngucek matanya.
"Mandi sana, udah pagi ini, jangan lupa ngelaksanain kewajibannya" Ucap paruh baya tersebut sambil melangkah keluar kamar.
~~~
"Ayo berangkat"
Ibu dan putrinya itu mendekati ruangan BK untuk sesuatu informasi.
"Jadi bu, anak ibu masuk kelas IPA, untuk kelasnya nanti saya antarkan, untuk bajunya nanti dibawa oleh ibu, dan nanti peraturan serta tata tertib saya kasih juga kepada ibu, dibaca oleh anaknya ya, ibu boleh kebagian administrasi, maaf jadi di BK begini karena tadi administrasi belum dibuka, sekian bu, saya antar anak ibu ke kelas terlebih dahulu" Ucap salah satu staff guru Admin.
IPA 2
Tok tok tok
Seorang murid dan staff guru admin berdiri di depan pintu kelas.
"Ada apa miss Dev? " Ucap seorang guru dengan name tag bernama "Muzakki".
"Ini pak murid bapak yang baru" Sambil memegang pundak siswa disampingnya.
"Oh, ayo nak, terima kasih miss Dev" Ucap pak muzakki.
"Anak-anak kalian mempunyai teman baru, dan bapak harap kalian bisa berteman dengannya dan perkenalkan dirimu nak".
"Perkenalkan nama saya Chelsea, pindahan dari Bandung, saya harap kalian bisa berteman baik dengan saya" Ucap siswi tersebut.
"No WAnya boleh kali" Ucap laki-laki jangkung.
"Alamat rumahnya dimana, boleh kali maen" Goda laki-laki di pojokan.
"Sudah sudah, ini hari pertama kita masuk, dan langsung belajar, bapak harap kalian semakin dewasa" Ucap Pak Muzakki.
"Dan untuk Chelsea boleh duduk di samping Rahma" Lanjutnya.
Chelsea melangkah ke sisi ruang dan duduk di bangku terakhir.
Pak Muzakki memberi wejangan kepada muridnya, yang membuat siswa-siswinya ingin sekali tidur karena begitu panjang dan membosankan. Setelah berabad abad kemudian, pelajaran B. Indonesia pun dimulai hingga akhir jamnya, bell pun berbunyi pertanda waktunya ganti pelajaran.
"Pak Syahid gak masuk, kata kelas sebelah si istrinya lahiran" Teriak anak laki-laki berbobot sedang yang Chelsea tidak tau namanya.
"Kira gua pak Syahid yang lahirannya, secara perut dia besar kaya mau lahiran" Ucap laki-laki jangkung yang menggoda dia meminta nomer Whatsapp.
"Anak baru, kenalin nama gue Rahma" Teman sebangku Chelsea.
"Chelsea" Ucapnya, tanpa mengalihkan pandangan ke depan.
Teman-teman perempuan lainnya langsung menghampiri.
"Kenalin nama gue Sekar" Dia berbadan besar tapi kecil, ya semacam buntet.
"Chelsea" Sambil tersenyum tipis.
Yang lain hanya mengerumuni.
Salah satu diantara mereka bertanya
"Lu pindah kesini ngapa" Dia berkacamata.
"Gak kenapa-kenapa, emang takdir" Ucap Chelsea dengan datar.
Seperti biasanya perempuan, mereka bergosip ria di meja Chelsea, Chelsea hanya menimpali dengan iya-iya saja tanpa memerhatikan apa yang mereka bicarakan.
"Mak gosip" Batin Chelsea.
Tak terasa, bell istirahat berbunyi.
"Eh, anak baru ayo ke kantin" Ajak Rahma.
Mereka melangkah menuju kantin, seperti dugaannya semua memandang ke satu titik bernama Chelsea, ada yang terkesima, ada yang berbisik-bisik iri, dan ada yang menatap tidak suka.
" BIASA " itulah bagi Chelsea tidak tertarik untuk memperdulikan tatapan mereka.
Bel tanda istirahat berakhir, semua murid menuju kelas masing-masing.
Chelsea sudah duduk dibangkunya ingin membuka buku.
Rahma menyela
"Anak baru, gila ya tadi lu diliatin sama semua orang, perasaan gua dulu jadi anak baru gak kaya lu deh"
"Emang lu pindahan? " Tanya Chelsea basa-basi.
"Iya gua pindahan pas kelas XI, gua pindahan dari Jawa, tapi asal si Jakarta"
"Oh"
"Iya, btw kenapa lu pindah? Karena nakal atau gimana? " Tanya Rahma kepo.
YOU ARE READING
Intermediate
Teen FictionPemikiranku, aku tak akan menjalani kisah hidup seperti ini berteman dengan penarkoba, pecandu rokok, dan anak yang bersikap minus. Aku pikir mereka hanya sampah masyarakat yang tidak tau norma dan ketentuan. Bukankah mereka masih bisa dikatakan an...
