Wawa Maharani, seorang gadis 17 tahun yang mempunyai tampilan yang biasa biasa saja. Tak cantik dan tak buruk. Ia memiliki rambut yang sedikit botak, bibir yang tidak simetris dan sorot mata yang tak menarik. Tubuhnya sedikit berisi sedangkan tingginya 164cm. Kulitnya sawo matang, namun Ia tak sadar bahwa skincare yang Ia pakai tidak mengurangi uangnya secara sia sia. Teman temannya bilang dia sekarang mendingan daripada dulu.
Tak sedikit orang yang menilai Wawa dari fisiknya. Maka dari itu Wawa selalu merasa insecure setiap ada orang yang berkomentar tentang keadaan tubuhnya. 'Andai kamu langsing' 'andai kamu putih' 'andai kamu pintar' semua andai dari orang lain menyiksa batinnya dan membuatnya mempercayai kata orang bahwa Ia adalah orang yang tak cantik. Teman, orang tua, guru, kerabat, saudara. Semuanya. Ia terlalu terbiasa dengan hal itu sehingga Ia merasa dihina ketika ada orang yang bilang Ia cantik apa adanya.
Wawa tinggal di Kota Tulungagung, Jawa Timur. Mungkin tak sedikit orang yang berekspektasi bahwa orang jawa itu barbar. Entah dari cara bicaranya maupun dari tingkah lakunya. Entahlah, hampir semua orang yang Wawa temui selalu mencibir dan melakukan body shaming ke Wawa. Sehingga Wawa terlalu akrab dengan cibiran itu. Tak satupun laki laki yang bilang 'kamu cantik' kepadanya. Mungkin memang standar mereka berbeda. Namun tak apa. Tak menjadi beban berat untuk Wawa karena Ia pikir 17 tahun adalah usia yang terlalu muda untuk menemukan seorang pendamping hidup yang benar benar mau menerimanya apa adanya.
Di sekolah Wawa terbilang cukup baik. Dia selalu mendapatkan ranking 1 di SMA, dia aktif mengikuti organisasi dan kegiatan kegiatan yang cukup menguras waktu dan tenaganya. 'Tak apa, itu menyenangkan' batin Wawa.
Pada suatu saat, Wawa sanggup menggapai beberapa impiannya. Salah satunya adalah mempunyai band. Ya, Wawa adalah anak band. Ia suka bermain bass walaupun bass tidaklah penting untuk cover akustik. Haha, lucu.
Dion, Chandra, Diya, dan Nora adalah teman teman band-nya. Dandung dan Bima adalah official dari band tersebut yang bertugas untuk komunikasi dan mendokumentasikan kegiatan kegiatan band untuk dipublikasikan ke sosial media. CMP Band adalah nama band tersebut. Sedikit geli, namun menyenangkan.
Suatu hari, Wawa mengalami cinlok kepada Chandra, karena Chandra adalah drummer yang memiliki raut wajah yang sangat manis dan tampan. Berbeda dari teman teman band lainnya, Chandra adalah sosok yang paling kalem diantara mereka.
Wawa adalah gadis yang tak pernah menyembunyikan rasa. Ia selalu mengungkapkan perasaannya kepada orang yang ia cintai untuk meminta izin mencintai orang itu hingga rasanya hilang. Wawa tak pernah berjuang mendekat atau apapun itu. Wawa selama ini hanya sanggup mengagumi dalam jabatan 'secret admirer'. Tak lebih dari itu. Mungkin yang bisa Wawa lakukan hanyalah memantaskan diri dari kejauhan. Sia sia memang. Tapi itulah Wawa.
Ketika itu, Wawa mengetahui banyak sekali informasi tentang Chandra dari teman temannya. Katanya Chandra adalah orang yang suka kebersihan, suka damai dan sedikit bobrok jika sudah akrab. Saat Wawa tahu Chandra begitu, Wawa sekejap langsung menyadari sesuatu. Wawa jarang mandi! Ketika Wawa menyentuh air, seolah olah ia berubah menjadi mermaid dan dipergoki masyarakat. Huft. Sangatlah mendrama.
Semenjak itu, Wawa terus berusaha untuk rajin mandi, memulai mendekorasi kamar dan rumahnya, dan memulai untuk menjaga kebersihan. Baik memang caranya mencintai seseorang. Namun ketika berlebihan, justru akan menjadikan Wawa pribadi yang amburadul dan tak tertata.
Karena pada hakekatnya mencintai bukanlah perkara yang bisa dilakukan setiap hari. Ketika kita mencintai seseorang yang tak dapat kita jangkau, rasa itu pasti tak akan bertahan lama. Maka dari itu banyak sekali kesia siaan yang Wawa lakukan dalam mencintai seseorang. Termasuk Chandra.
Ketika Wawa sudah mulai bisa menjaga kebersihan dan ketentraman, Wawa mendapati satu buah informasi yang tak mengenakkan dari teman temannya. Ya. Chandra memandang fisik. Chandra memiliki selera dan tipenya sendiri. Bukan seperti Wawa yang ketika tumbuh sebuah perasaan tak tentu dalam hatinya, Ia langsung mengutarakannya kepada yang bersangkutan tanpa memandang baik buruknya orang itu.
Setelah Wawa mengetahui bahwa Chandra memandang fisik, Wawa tak langsung pesimis. Wawa mengubah dirinya dari perawatan kulit hingga menjalani program diet. Ketika dirasa semuanya tak baik untuk Wawa, akhirnya Wawa menyerah dari takdir Allah. Wawa berhenti mencintai orang itu, dan mencoba untuk mencintai dirinya sendiri.
Suatu hari, Wawa mendapati uang tabungannya habis karena dekorasi yang Ia lakukan di kamarnya. Ia ingin meneruskan dekorasi tersebut hingga tuntas, namun Ia tak ingin meminta uang sepeserpun kepada orang tuanya. Maka dari itu, Wawa mulai mencari pekerjaan di aplikasi facebook. Namun syukur alhamdulillah, pada saat itu pula teman online-nya, Kelvin Polii. Menawarkan sebuah pekerjaan untuk menjadi content creator di salah satu aplikasi. Lalu Wawa menyetujuinya.
Salah satu syarat dari pekerjaan itu adalah mempunyai aplikasi Line. Tanpa ragu, Wawa mendownload aplikasi tersebut untuk pekerjaannya. Sebenarnya selama itu Ia tak begitu banyak memainkan aplikasi itu. Karena Ia lebih senang bermain Whatsapp, tiktok dan instagram karena Ia dapat dekat dengan teman temannya walaupun hanya sebatas virtual saja.
Di era pandemi ini, tak jarang kegiatan yang ditunda dan diberhentikan karena kita diperkenankan untuk mematuhi protokol kesehatan. Maka dari itu Wawa hanya berdiam diri dirumah dan mengeksplor dunia melalui sosial media yang Ia punya.
Pada saat suntuk, Ia membuka aplikasi Line untuk membaca berita update disana. Saat itu Ia tersadar bahwa Ia pernah mempunyai Line Square yang sekarang berubah menjadi Line Open Chat.
Berhubung sudah tidak ada, Wawa membuatnya lagi dengan judul yang sama. Tentang dunia perbucinan dan percintaan remaja satu Indonesia. Saat itu, Wawa memang tak sedang ingin mencari pacar. Yang Ia inginkan hanyalah menambah teman karib dari luar pulau untuk berbagi cerita di masing masing daerah. Sama seperti apa yang Ia lakukan di sosial medianya sejak kelas 5 SD.
Pasang mata kalian tajam-tajam karena setelah ini kita masuk ke inti ceritanya.
Saat itu, masuklah satu orang laki laki yang bernama Azdan. Laki laki itu awalnya ramah ketika member tak lebih dari 5 orang. Wawa tak begitu ingat bagaimana ricuhnya keadaan di OC itu, yang Ia ingat hanyalah laki laki itu saja.
Azdan adalah sesosok pria 17 tahun yang tertutup, cuek dan kaku. Namun ketika tak banyak orang yang ada disekitarnya, Ia menjadi sesosok yang hangat dan friendly. 'Gue liat dari profil lu kayanya lu fakboy ya jahahaha' ujar wawa dalam ketikannya. 'Gk wak gw aja gk suka dikekepin cewe cewe' sahut Azdan.
Tak cukup ingat untuk menceritakan part itu. Namun Wawa sebagai sosok yang siaga, sudah memasang mental dan hatinya agar Ia tak termakan gombalan buaya dan fokus untuk mencari teman sebanyak banyaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adzan
RomanceDiambil dari kisah nyata murni dari pengalaman penulis, novel ini mengisahkan perjalanan hidup dan kisah cinta sepasang remaja 17 tahun dari sudut pandang Wawa. Selama 17 tahun Wawa mendapatksn cibiran dan body shaming dari semua orang termasuk kelu...
