ANDINI

68 4 0
                                        

Senja tadi aku masih menangis, ada beberapa perbincangan yang masih ingin aku sampaikan padamu, tentang seluruh rasa yang aku rasakan, tentang segela sesuatu yang mencakup kenyamanan ada didekatmu. Tentang raga yang ingin memelukmu dengan kelemahan. Din, ada yang harus kau ketahui tentang seluruh rasa yang kurasakan padamu, rasa yang ada di benakku pernah merombak seluruh pecahan hati yang dulu aku alami.
Dia adalah Andini,
Perempuan yang aku cintai,
Tanpa sebab.
Ada beribu kisah yang pernah kita lewati bersama, kita pernah berteman dengan kebahagiaan dan kesedihan , melewati serangkaian peristiwa yang tak pernah kita duga sebelumnya. Aku tawarkan jutaan pelukan serta perasaan agar kau mengerti bahwa aku benar-benar mencintaimu tanpa sebab.
Di pagi buta seseorang menawarkan pembicaraan pelik, ia berbicara tanpa ada halangan yang menghambat untuk bercerita, ia berbicara tentang asa kita berdua din. Dia dengan pandai berbicara bahwa suatu pasangan dipertemukan tidak akan pernah dalam kondisi yang sempurna, yang ada satu sama lain saling melengkapi hingga saling membutuhkan.

Pertama aku akan membahas, aku mencintaimu lewat senyuman yang kau jajakan di setiap aku menatapmu dengan rentan. Peretas duka adalah kamu, segala rasa yang meliputi sentuhan yang memanas dalam janji komitmen yang kita bangun bersama. Malam ini aku ditemani temaram yang menemaniku menyadur seluruh cerita yang aku ingin sampaikan tanpa mengubah garis besar.
Aku dan sudut kamar mempunyai menu tersendiri dalam menyantap kesepian, serta menelan rindu tanpa seteguk pelukan. Tentang seluruh pecahan kata-kata yang aku jadikan menjadi satu ikatan menjiwai untuk memujimu. Tertabuh degup jantung kala seseorang berkata “Andini”.
Di saat senja kemarin salah seorang temanku menghampiri aku dengan tergesa, aku yang sedang menikmati secangkir kopi cappuccino dihambat oleh obrolan manis sekaligus pedas darinya. Dia menyampaikan pesan dari teman-teman lainnya, salah satunya menyuruhku untuk pergi dari pelukan yang sedang aku dekap dengan nyaman, seketika keadaanku berubah terkemas ego dan emosi yang mencuat dalam obrolan. Temanku kaget bukan kepalang, aku angkat kerah temanku seraya berkata “aku mencintainya dengan hati, bukan karena ia cantik atau apapun itu, aku mencintainya tanpa sebab layaknya aku mencintai teman-temanku!”. Temanku meminta maaf tapi aku menyadari ini salahku aku yang tak mampu membendung amarah yang mengalir dalam seluk beluk ego yang mencuat seketika. Aku tak pantas melakukannya, aku mencintai Andini aku tak pantas merampas seluruh duniaku hanya semata-mata aku mencintai Andini. Aku yang tak bisa membagi waktu antara waktu dengan Andini dan waktu dengan teman-temanku.
Agustus kita berdoa untuk saling mengerti hingga saling mencakupi dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan perasaan yang kita punya, seindah semua yang kita jalin. Aku aneh pada beberapa rasa yang pernah aku alami, seperti aku merasakan kebahagiaan kala aku menikmati senyuman Andini.

Kedua aku ingin membahas, aku mencintaimu lewat barisan kata penghubung rindu. Kau membahas tentang sekumpulan mimpimu tadi malam hingga pada akhirnya kau menangis kala kau bercerita tentang mimpi buruk bahwa aku pergi meninggalkanmu, aku tertawa kecil seraya menaruh sikap tenang kala itu. Satu hal yang kamu harus tahu din, aku tak akan pernah meninggalkanmu hingga saat kau memintaku pergi walau hati bersikeras untuk tetap mencintaimu, namun aku harap kau tak akan pernah menyuruhku demikian karena aku tak mampu membendung seluruh rasa yang terlanjur aku berikan padamu.
Aku ingin berterima kasih pada tuhan karena aku mampu mencintai seseorang tanpa harus menghilangkan rasa cinta pada tuhan itu sendiri. Aku ingin berterima kasih pada ruang tersendiri dalam hatiku yang mampu mencintai tanpa meminta untuk dicintai. Beberapa orang mencaci aku dengan beribu kata yang menyuruhku tuk sadar dalam hal mencintai, mereka berkata “untuk apa mencintai tanpa dicintai.” Persetan, aku tak pernah peduli dengan slogan itu karena yang kupercaya bahwa Andini mampu mencintaiku tanpa harus aku mengetahuinya. Yang mereka tak tahu adalah mencintai seseorang dengan hati. Aku pikir ini aneh karena aku tak mampu menghilangkan bayangan wajah Andini dalam seluruh kegiatanku, yang ku ingat adalah wajah cemberutnya yang mampu membuat otakku berpikir keras agar Andini senyum kembali walau aku bukan seorang penghibur yang mahir dalam membuat wanita tertawa. Maafkan aku tak bisa dalam persoalan itu, namun aku akan ada di setiap kamu bersedih atau pun kau sedang berbahagia sekalipun. Karena aku ingin menikmati setiap detik saat bersamamu din.

Ketiga aku ingin membahas, aku mencintaimu dengan segala kekuranganmu tanpa harus meminta lebih. Terkadang aku berpikir bahwa kau adalah wanita yang terlalu sempurna untukku bahkan aku yang merasa banyak sekali kekurangan, maafkan aku Andini jika mungkin kau canggung dengan tingkah laku aku yang kurang dalam pergaulan atau bahkan yang tak bisa apa-apa dalam hal mengajakmu bermain ke sana kemari, aku tak terbiasa dengan segala hal itu. Tapi tenanglah sejenak lihatlah dan pastikan aku akan berusaha dalam hal itu, agar kau mampu merasakan kebahagiaan sebagaimana yang kau mau. Maafkan aku selalu membuatmu menangis, maafkan aku dengan seluruh kesalah, aku mencintaimu tanpa sebab.
Sudah malam, selamat tidur Andini.
Kau, Andini.
Aku, Hakim.
Aku akan selalu mencintaimu tanpa sebab hingga pada akhirnya aku akan mencintaimu selamanya.

Keempat aku ingin membahas, aku mencintaimu dengan segala kisah yang pernah kau lewati sebelumnya, walaupun sebenarnya aku tak ingin mengetahuinya terlalu dalam karena ada suatu perasaan yang terkadang membuat hati terpukul sesaat.

Tapi terus terang, aku akan berusaha memahami  yang pernah terjadi dan akan terus belajar memahami tentang segala hal tentang masa lampau. Aku harap kau mengerti apa yang aku ceritakan karena mungkin saja seluruh rasa itu menimpaku dengan berlebihan atau mungkin seluruh rasa itu tak pernah kau rasakan.

Ah sudahlah, aku tak nyaman bila menceritakan lebih dalam tentang segala hal yang berhubungan dengan masa lampau. Aku rasa masa lampau mampu memberikan pelajaran penting dalam kehidupan dan aku ingin menata semuanya untuk ke depannya tanpa harus melihat kembali ke belakang.

Untukmu, Semesta.
Untukmu, rumahku.
Untukmu, pulangku.
Untukmu,
Dialah Andini.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 08, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ANDINITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang