We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Prolog

1.9K 167 3
                                        

Aku berlari entah kemana, gaun pernikahanku sangat mengganggu. Aku hanya mengikuti kakiku melangkah, keringat membasahi pelipisku, aku merasakan bahwa aku terjatuh dari ketinggian. Dan diwaktu yang sama semuanya gelap.

Aku membuka mataku, aku melihatnya. Seungcheol, mantan calon suamiku. Ia sedang berciuman dengan wanita lain, dan wanita itu adalah kakak sepupuku, Yoon Jeonghan. Mataku memanas, aku menunduk dan menggigit bibirku keras. Tiba-tiba seseorang membekap mulutku dan menarikku kebelakang, rasanya aku seperti terhempas sangat jauh. Aku menutup mataku, aku sangat lelah dan aku mencoba pasrah

Aku berada dirumahku dan aku masih menggunakan seragam sekolahku. Dan disana, aku melihat ibuku dengan seorang wanita, mereka bersetubuh. Aku terkejut, dan satu detik kemudian air mata membasahi pipiku, aku terisak. Namun dua wanita yang sedang berpadu kasih itu tidak menyadari keberadaanku. Seseorang memutar tubuhku kasar, ia mencium bibirku. Aku hanya menutup mataku enggan melihat orang itu, pria ini menggigit bibirku dan meremat kasar tanganku. Aku membuka mataku dan terkejut dengan orang dihadapanku.

'Paman Park?'

Dia adalah mantan kekasih ibuku, dan ia masih suka mendatangi ibuku hanya untuk menjaga tali silaturahmi.

Ciumannya terlepas, dan aku tidak melihat lagi Paman Park, namun yang aku lihat adalah Appa Lee, ia adalah orang yang selalu menjagaku, ia orang tua dari mantan kekasihku ketika sekolah menengah pertama, Seokmin. Appa Lee yang membiayai sekolah serta bimbingan belajarku.

Aku memeluk Appa Lee, dan terisak.
"Appa aku takut, aku tidak tau ini dimana. Aku mohon aku ingin pulang. Ibuku tidak normal appa, dan Paman Park.... dia pedofil yang tadi bukan pertama kalinya ia melakukan itu padaku," aku terus terisak keras, namun Appa Lee hanya diam.

'Dar!'

Aku terkejut dan melepas pelukanku, aku melihat appa Lee tersenyum getir, darah memenuhi kemeja abu-abunya dibagian dada, dan ia terjatuh tepat ketika tubuhku menahan tubuhnya. Ketika aku melihatnya, aku malah melihat wajah babak belur dan penuh darah milik Dokter Kim. Aku terkejut dan melepas pelukanku. Kepalaku rasanya pening, aku lalu berlari keluar rumahku dan dalam sekejap mata aku sampai disekolah --tepatnya di ruang ganti wanita.

Kepalaku sangat sakit, beberapa kali kepalaku dibenturkan kearah loker bernomor tiga belas. Ini sudah benturan ke delapan dan aku merasakan kepalaku basah. The Queen adalah sebuah kelompok beranggotakan Yoon Jeonghan, Lee Taeyong, Im Nayeon, dan Kim Sohye. Mereka adalah 'malaikat' para laki-laki.

'Berhenti mendekati Seungcheol-ku.'
'Berhenti sok baik pada Jae-ku.'
'Berhenti bersikap baik pada semua guru.'
'Jalang tidak tau diri.'
'Ibumu seorang lesbian.'
'Ibumu munafik.'
'Ibumu monster, dan kau juga anak monster.'

Aku terisak merasakan kepalaku yang sangat perih. Dan semuanya terasa sangat menyakitkan. Aku menutup mataku enggan melihat apa yang mereka ingin lakukan lagi. Aku merasakan air yang bau menerpa tubuhku. Namun setelah itu aku mendengar suara pria yang sangat aku rindukan.

'Nak, aku tau ini semua berat, tapi aku yakin kau pasti bisa melewati semuanya. Kau anak kuat Wonwoo.'

Aku membuka mataku dan melihat appaku dengan pakaian serba putih. Ayahku terlihat 20 tahun lebih muda. Dan ia tersenyum sangat tampan.

'A-appa tolong aku hiks. Aku menyerah, aku tidak kuat dengan semuanya. Aku ingin ikut denganmu disini.'

Appa menepuk pelan bahuku dan mengecup keningku lama.

'Kau gadis kuat, aku percaya itu. Semuanya akan ada balasannya.'

Lalu semuanya gelap kembali.











































Aku membuka mataku cepat, nafasku terengah-engah dan aku bisa melihat sebuah lampu besar tepat didepanku.

"Sudah kubilang ini tidak akan berhasil Kim, lakukan secara perlahan. Jika kau terus melakukan ini, ia akan semakin parah."

To be Continue. . .

Alone ㅡ Meanie GS [H]Stories to obsess over. Discover now