Deru debur ombak menghantam batu karang, merah langit sore menambah indahnya panorama pantai. Burung-burung camar melayang-layang indah, burung walet pun pulang ke rumahnya. Betapa hebatnya Tuhan menciptakan alam ini dengan sedemikian rupa. Lagi-lagi aku tak pernah bosan melihat pemandangan ini. Kulihat teman-temanku pun begitu menikmati pemandangan ini, Ega, Regi, dan teman yang paling kusayang "Ita". Mereka bertiga adalah teman yang selalu ada disaat aku senang dan juga selalu ada disaat aku susah. Itulah mereka, sahabatku.
Di atas batu karang kami duduk bersama, dingin angin pantai semakin menusuk kulit bersama mega merah matahari yang mulai terbenam di ufuk barat. Senja pun tiba. Kami pun saling berpandangan tersenyum dan akhirnya tertawa.
"Ayo kita pulang, hari sudah semakin petang. Mak dan abah kita pun pasti sudah menunggu kita," ucapkuu pada teman-temanku.
Semua temanku pun mengangguk mengiyakan perkataanku. Akhirnya kami semua pulang ke rumah masing-masing. Diantara semua temanku rumahku lah yang paling jauh, kira-kira 435 meter dari pantai. Dengan bangga aku menaiki sepeda ontel kesayanganku sambil melambaikan tangan pada teman-temanku.
"Daaaa ........... Novaaaa ............"
..................................******************************************........................................
Azan magrib mulai menggema ke seluruh pelosok desa, seperti biasa aku dan abah adalah orang pertama yang datang ke mesjid, karena rumah kami terletak di samping mesjid. Abahku adalah orang yang taat beragama, dia adalah seorang imam yang baik dalam keluarga, dia adalah sosok panutan yang dapat kuteladani, kerja kerasnya, semangatnya, dan kegigihannya dalam menantang kerasnya kehidupan. Aku sangat bangga memiliki abah.
Shalat magrib telah usai, aku dan abah pun pulang. Di jalan abah bertanya padaku. "Apa cita-citamu jang?." Tanya Abah.
Aku berkata, "Aku ingin membuat Abah bahagia." Abahku tersenyum, dia menepuk bahuku dan mengelus kepalaku dengan halus, saat itu aku melihat ibuku ikut mengelus kepalaku, Ibuku yang lima tahun telah pergi selamanya meninggalkan aku dan Abah. "
"Nova, mari kita makan dulu, abah sudah memasak ikan hasil menjaring ikan tadi. " Ajak Abah padaku.
"Baik, Bah." Aku tersenyum dan segera menghampiri Abah
Hari ini menjadi hari terbaik bagiku, yaitu makan bersama Abahku. Fajar menjelang, debur ombak yang menerjang karang serasi dengan hembusan angin pantai yang meraba kulit dan menusuk ke keranca dada. Sayup-sayup kudengar suara kokok ayam bersahutan, kulangkahkan kakiku dan membuka tirai kamar. Tampak Abah yang sudah bangun terlebih dulu dibandingkanku. Kulihat abah sedang membersihkan sepatu boot tua kesayangan yang mereka berikan sejak pertama kali masih bujang dulu. Aku pun menyapa abah seraya mengambil handukku dan bersiap-siap untuk mandi serta shalat shubuh.
"Mau kemana bah?" tanyaku pada Abah yang masih asik saja membersihkan sepatunya itu.
"Ke kantor desa jang" jawab abah singkat
Wajahnya masih saja serius membersihkan sepatu yang memang sedikit lusuh dan sedikit sobekan di setiap sisi sepatu tersebut. Nova terdiam melihat abahnya yang begitu serius membersihkan sepatunya.
"Kau sudah makan jang?" Tanya abah pada nova yang begitu menyimaknya membersihkan sepatunya
Nova pun terperanjat "emm ... belum bah"
"Ya sudah, kau makan lah dulu baru setelah itu pergi sekolah," kata abah menyuruhku untuk segera sarapan.
Nova pun mengangguk mengiyakan perkataan abahnya. Ia pun segera sarapan dan bersiap-siap untuk segera berangkat ke sekolah. Tak lama kemudian dia kembali dengan tas yang sudah tersandang gagah di pundaknya.
"Abah Nova pergi dulu" pamit Nova.
"Belajar yang rajin jang banggakan abahmu ini" jawab abahnya
"Pasti bah, pasti Nova akan buat abah bangga" jawab Nova penuh keyakinan
Abah lalu tersenyum pada anak semata wayangnya itu. Lelaki paruh baya itu sangat menaruh harapan yang besar pada anaknya. Siapa tahu suatu hari nanti Ia akan menjadi orang yang sukses dan membanggakan abahnya ini yang hanya seorang nelayan miskin.
Bersambung...
Maaf ya,, typo bertebaran,, mohon koreksinya
^_^ ^_^ ^_^
VOUS LISEZ
Nova yang luar biasa
NouvellesSeorang anak nelayan yang mempunyai mimpi menjadi seorang TNI Angakatan Laut. Hidup mengembara menjadi seorang anak rantau di kota Surabaya dan bekerja sampingan menjadi kuli angkat barang di pasar gunung anyar. Dengan semangat dan tekad yang kuat...
