Sesak, Aku harap itu aku!

4 0 0
                                        

     Udara pagi yang segar,  Setiap aku keluar rumah selalu melihat pemandangan itu sejak lama,  Dia tumbuh menjadi gadis yang sangat Manis dan Menyenangkan.  Setiap Hari, Wajah itu menjadi awal yang indah.  Namanya Rolina gadis keturunan Sunda yang sejak kecil tinggal di lingkungan Lampung. 

" Pagi bang Aris, Semoga hasil Ujiannya bagus.  Dadah" Sapanya padaku dengan senyum hangat yang indah.

" Olin, Mau bareng naik motor?" Ajakku yang memang belum serapi dirinya dengan seragam SMP.

" Hemm,  Aku naik angkot aja.  Lagian dari SMA ke SMP lumayan jauh. Dadah" Rolina sungguh tak pernah memberiku kesempatan mendapatkan hatinya.

      Namaku Aris Anggara, Siswa Kelas 2 SMA Bumi Aksara dan aku ketua club Karate. Aku tergolong siswa yang tak punya prestasi akademik karena keahlianku hanya berkelahi dilapangan pertandingan.  Di sekolah ada  2 musuh besarku sejak lama, Pertama namanya Bayu Wiro seorang anak suku jawa yang sangat cerdas dan hampir memenangkan banyak mendali akademik,  dan Yang kedua Namanya Harison,  Pemuda Suku Batak yang juga ketua Paskibra disekolah,  tubuhnya yang tinggi dan kekar juga paras garangnya membuat sebagian orang akan berlari saat melihatnya tapi tidam dengan Siswi di sekolah ini karena Harison sangat senang memberikan hadiah pada setiap gadis.

"Guys, Siang ini ada murid SMP yang mau ke sekolah kita. Ada 10 orang mereka kemungkinan calon penerima beasiswa ditahun ajaran berikutnya, dan masuk tanpa mendaftar umum" Ucap Gina Siswi yang juga Ketua Osis sekolah.

" Cantik dan Ganteng gak.  Brondong juga Kalau ganteng tak masalah" Jawab Yuni

Aku dan Geng hanya mengabaikan gosip para siswi.  Siapa juga yang mau peduli dengan calon siswi baru.  Mereka hanya anak peraih beasiswa yang akan kutu buku. Kami istirahat di sisi Lapangan Bulutangkis yang juga depan Kantor Guru. Para Murid SMP datang bersamaan sesuai kata Gina ada 10 orang.  Mereka sangat Rapi dengan seragam putih biru. Ada 3 Lelaki dan 7 perempuan, Awalnya aku tak tertarik dengan kedatangan mereka tapi Rio temanku mengatakan ada tetanggaku di kelompok itu.

"Olin? Dia akan masuk SMA ini?" Ucapku pelahan.

"Wah mereka cukup cantik.  Eh Ris,  Tetangga lu juga berpretasi ya? Kenalin sama gua sih" Ucap Rio dan Ahmed.

Aku sangat terkejut dan gembira. Disisi lain kenapa Olin tampil sangat cantik siang ini. Aku tak mampu mendengar kalimat teman temanku karena pandanganku pada Olin. Aku melihat Olin berpisah dengan kelompoknya.  Aku harus menghampiri dan bertanya padanya.

"Si Aris kenapa? Aneh!" Ucap Ahmed.

Aku mengikuti Olin melewati beberapa lorong kelas,  Gadis itu terlihat mencari sesuatu. Aku hampir dekat padanya tiba-tiba aku benci pemandangan itu,  Ya Olin bersama Bayu sedang Tertawa bersama. Mereka berbicara sesuatu,  Ahh aku sangat penasaran dan menguntit pembicaraan.

" Jadi ini Final?" Tanya Bayu.

" Terimakasih Mas Bayu,  lain kali ajak aku ya.  Aku juga penarasan" jawab Olin.

Aku melihat Bayu mengusap lembut rambut Olin, Hati sungguh kecewa aku tidak pernah berpikir Bayu dan Olin mengenal baik.  Aku berbalik tapi Olin sangat mengenal gerak gerikku. Dia berlari dan menghampiri, Jantung ini berdetak dan aku bingung bagaimana bersikap di depannya. Olin menghadang lajuku yang tadi pura-pura tak menyadari keberadaannya.

"Oh Olin,  Lagi apa?"

" Survey. Hehe, Aku panggilan kesini dan sekalian ketemu sama Mas Bayu"

"Bayu?"

"Iya, Bang Aris kenal Mas Bayu kan?"

"Kenal"

"Beneran? Kalau itu akan mempermudah aku dekat dengan Mas Bayu.  Ohh Bang duluan ya aku bisa kena marah Guru"

    Aku bisa melihat Olin bahagia satu sekolah sesuai harapanku tapi Bayu?  Kenapa Olin bisa mengenal bayu dan ingin bersama Bayu?  Aku menghela napas dalam dalam berharap bahwa aku segera bisa membebaskan hatiku.  Dikelas aku melihat Gina dan Bayu bersama,  Lagi dan Lagi Bayu selalu bersama orang yang kusukai. Aku merelakan Gina bersamanya, tapi sepertinya Olin juga menginginkan Bayu.

" Apa Hubungan lo sama Olin?" Aku menatap tajam Bayu yang sedang bicara dengan Gina.

"Olin siapa?"

"Olin siapa Bayu?"  Gina juga terlihat cemburu dan jelas dia harus cemburu.

" Olin?  Olin? Maksudnya Rolina,  Dia junior di komunitas.  Kenapa?  Pacar kamu kah?" Bayu sepertinya tidak menyukai Olin seperti Olin berharap pada Bayu.

" Sampai Lu kasih harapan sama Olin, Nasib ditangan gue"

" Wah,  Rupanya ada pendatang baru,  Rolina cewek yang masuk siswi beasiswa itu?  Buat gue aja Bay" Ucap Harison

        Aku kembali ke bangku dan mengabaikan Harison,  lebih baik bicara jika pemuda itu tak ada.  Di pengacau hebat dalam hidupku. Bayu membaca buku yang baru saja dikembalikan Olin,  Buku berjudul Nol. Bayu tersenyum ketika Membaca olin menuliskan beberapa kalimat di buku. Rolina tak secantik teman-teman atau mungkin siswi lain di sekolah atau nanti saat penerimaan murid baru,  tapi Setiap Bayu melihat kejujuran dan kekonyolan Olin di komunitas membuat Bayu merasa bahagia.

Berbatas PagarWhere stories live. Discover now