Sebuah pesta pertemuan besar antar perusahaan ternama hancur begitu saja dalam sebuah insiden kebakaran yang terjadi di dapur tempat pertemuan
orang-orang mulai berlarian keluar villa menyadari jika terjadi kebakaran di tempat itu
"cepat hubungi pemadam kebakaran!" perintah seseorang
beberapa pemadam mulai berdatangan, memadamkan api besar yang kini sudah mulai menjalar ke ruangan lain
beberapa jam setelah api padam para petugas pemadam melakukan penelusuran ke setiap haluan villa megah yang terbakar, memastikan tidak ada korban jiwa di dalamnya "tidak ada korban di dalam, hanya benda ini yang kami temukan tergeletak dekat sumber kebakaran" ucap salah seorang petugas pemadam pada seorang pria
pria itu mengambil benda yang di berikan pemadam, benda yang sudah tidak asing lagi baginya
melihat benda yang di berikan pemadan membuat sulut api emosi mulai menjalar pada pria itu
-beberapa jam kemudian-
Seorang gadis berlari tergesah-gesah menuju ruang tengah, atmosfer di ruangan itu sudah sangat mencekam. setiap orang yang berada disana menatap tajam pada kedatangannya
PLAK
seorang pria berhasil mendaratkan tamparan keras pada wajah gadis itu "KAU SADAR AKAN PERBUATANMU? KARENA MU TEMPAT INI HAMPIR HANGUS TERBAKAR?!"
"apa maksudmu ayah? aku berada di taman belakang sejak tadi"
pria itu melemparkan sebuah kalung ke arah sang gadis "KAU LIHAT KALUNG INI! INI KALUNG MU BUKAN?!" bentak pria itu, Albert Walton
gadis itu membulatkan matanya tidak percaya, menatap pada sebuah kalung yang kini tergeletak di lantai. hari ini ia baru saja kehilangan kalung miliknya "tapi, a-"
"apa kau BERMAKSUD MEMBUNUH SEMUA ORANG DI SINI!!"
gadis itu hanya bisa menundukkan kepalanya dan menjawab "sungguh bukan aku, ak-"
"BERHENTI MENGELAK!"
PLAK
Sebuah tamparan kembali jatuh di pipi gadis yang tidak berdaya itu
"CUKUP! HENTIKAN" teriak Akira Revian seorang kakak yang berusaha melindungi adiknya "Kau bisa mendengar penjelasannya dulu kan!"
Albert menyingkirkan akira dengan kasar "Jangan ikut campur!"
langkah akira terhentikan berkat seseorang yang menyentuh pundaknya menggeleng pelan, mengisyaratkan jangan bertindak gegabah
"Lepaskan! dia adikku dan aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya!" akira menyingkirkan tangan billy stein dari pundaknya
"AKIRA!" bentak Albert menunjuk gadis yang hanya bisa menundukkan kepala "jangan ikut campur atau aku akan semakin menyakitinya!"
akira langsung terdiam dengan ancaman ayahnya, ia tidak ingin melihat adiknya semakin tersakiti
kini sang ibu, Syira Ernest mulai mengeluarkan suaranya "berhenti mengelak dan akui kesalahamu, ibu tidak pernah mengajarimu untuk berbohong"
titik air mata mulai berjatuhan pada wajah sang gadis, rasa sesak sudah tidak tertahankan lagi. tidak ada satupun orang yang mendengarkannya disini "Kenapa?" ia menatap pada sang ibu "aku sungguh tidak melakukannya"
"KENAPA KAU MASIH MENGELAK? KALUNG MU ADA DI TEMPAT ITU" bentak Albert
gadis itu kembali menundukkan kepalanya takut "aku sungguh tidak melakuk-"
YOU ARE READING
Forbidden Secret
RomanceKarena sebuah insiden yang tidak pernah terduga seorang gadis bernama Hana Vannesa harus menderita, diasingkan oleh keluarganya sendiri Hana pergi dengan membawa cinta dan benci yang tidak terucap pada teman semasa kecilnya Raito Walmond, seorang to...
