1. Let's break up

563 71 9
                                        

PAINFUL LOVE ; ketua osis

Antara ketua Osis dan Ketua Mpk

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Antara ketua Osis dan Ketua Mpk

"Jatuh cinta sendirian itu enggak wajar, Kak. Jangan terus bohongin hati Kakak sendiri. Kak Manda yang Kakak sayang... bukan Rashen."

***

"Shen, kayaknya Arkan masih di UKS deh. Tadi pas upacara, Amanda sempat pingsan. Yang bawa ke UKS juga dia," ujar seorang siswi ketika Rashen menanyakan keberadaan kekasihnya.

Rashen hanya mengangguk pelan, menyembunyikan riak emosi yang bergejolak di balik matanya yang tenang. Kakinya melangkah pelan kembali ke kelas, tapi pikirannya tertinggal di tempat laindi UKS, bersama Arkan dan Amanda.

Amanda.

Nama yang dulu hanya sekadar kata, kini berubah menjadi luka. Gadis cantik itu tidak hanya membuat Rashen merasa kecil, tapi juga mengingatkannya bahwa cinta Arkan pernah sedalam samudra untuk Amanda. Dan sejujurnya, Rashen takut cinta itu belum pernah benar-benar menghilang.

"Sampai kapan lo mau diem kayak gini, Shen?" suara Priella membuat Rashen tersentak. "Lo pacarnya Kak Arkan. Lo berhak marah. Lo berhak ngerasa cemburu. Dan yang paling penting, lo berhak dimengerti."

"Pril..."

"Gue sahabat lo, Shen. Gue capek liat lo terus-terusan ngelus dada. Kak Arkan pacar lo sekarang. Tapi kenapa lo yang keliatan kayak mantannya?"

Kata-kata Priella menampar logika Rashen. Sakit, tapi benar. Ia tahu ia punya hak untuk meminta perhatian. Tapi setiap kali ia ingin bicara, ia selalu merasa takut-takut terlihat menyebalkan, takut dianggap posesif. Padahal, hatinya terluka.

Tanpa sepatah kata, Rashen berbalik dan melangkah ke ruang UKS.

Dan di sana... pemandangan itu langsung mengirisnya dalam-dalam.

Arkan duduk di tepi ranjang UKS, menatap Amanda yang tertidur lemah. Raut cemas terpampang jelas di wajahnya. Sorot matanya yang dulu Rashen kira hanya miliknya ternyata masih mampu bersinar karena orang lain.

"Apa aku pernah dilihat secemas itu?" batin Rashen.

"Kak Arkan."

Arkan menoleh cepat. "Eh, Shen." Nadanya terdengar terkejut, tapi tidak hangat.

Rashen duduk pelan di sebelahnya.

"Gimana keadaan Kak Manda?"

"Tadi udah sempat sadar, tapi sekarang tidur lagi. Emangnya ada apa?"

Nada Arkan ringan. Seolah Rashen datang bukan sebagai kekasih, tapi sekadar rekan organisasi.

"Kak Arkan janji bantuin tugas Sosiologi aku. Kakak lupa?"

Arkan mengusap tengkuknya, terlihat kikuk. "Maaf, tadi gue panik pas Amanda pingsan. Gue... jadi lupa."

Lagi. Untuk kesekian kalinya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 06, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

If It Is You Where stories live. Discover now