perjodohan menyiksa

73.2K 1.8K 29
                                        

Hy... Aku kembali lagi nih. Aku ulang dari awal lagi. Sekalian revisi tulisannya yang acak kadul.
Hehhe.. siapa yang masih setia dengan "istri perawan?"

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀

Fernando sedang duduk di ruang kerjanya. Ia menatap laptopnya dengan serius. Kemudian mulai mengetik di sana.

Selesai dengan laptopnya ia beralih pada tumpukan berkas di di depannya dan ia mulai memeriksanya satu persatu setelah sekiranya tak ada masalah barulah ia tanda tangani.

Fernando benar-benar terlihat sangat serius dan fokus sekali bila sedang bekerja. Hingga ia tak sadar bila ada seorang gadis cantik tengah memperhatikan dirinya.

"Ehem!"

Gadis itu mencoba berdehem agar Fernando berpaling padanya. Dan gadis itu benar, Fernan menoleh kemudian terpaku. Karena sang gadis tengah tersenyum di sana.

"Viola?" Fernando menggumamkan namanya. Viola tersenyum dan menghampiri Fernan.
"Lama tak jumpa, sayang," ucap Viola. Gadis cantik nan seksi. Cinta Fernando.

Fernan yang merasa takjub langsung berdiri dan memeluk gadisnya. Ia ciumi seluruh wajah Viola membuat Viola tertawa geli.

"Kamu masih saja?" ujar Viola manja.
"Aku sangat merindukanmu, sayang," desah Fernan. Dan kembali menciumi bibir, hidung, mata, kening, semua wajahnya.

Viola menjauhkan dirinya dari Fernan. Membuat Fernan merasa kehilangan.
"Jaga sikapmu, tuan Fernan, ini di kantor."
"Memang kenapa, hah? siapa yang berani melarangku di sini?" ucap Fernan yang sudah menarik kembali tubuh Viola dalam dekapannya.

Viola tersenyum senang, karena dia sendiri sangat merindukan kekasihnya ini. Sudah satu tahun mereka LDR. Karena Viola harus kuliah di luar negeri. Sementara Fernan harus mengurus bisnis nya di Indonesia.

"Oh, ya, Fer, aku dengar papa mu masuk rumah sakit?" Tanya Viola. Fernan mengangguk di curug leher Viola. Masih saja dia betah di sana. Menciumi dan menjilat leher Viola.

"Eehm... sayang.... "
"Apa?"
"Jangan begini, tidak enak kan ini di kantor."
Fernan pun melepaskan ciumannya dan kembali fokus menatap kekasihnya.

"Papa sakit apa?" Tanya Viola
"Jantung."
"Dan kau masih bisa setenang ini?"
"Memang aku harus apa?"
Viola menarik nafas, Fernan ini masih saja sama seperti dulu. Cuek dan dingin.

Viola menarik lengan Fernando dan mengajaknya keluar secara paksa
"Mau ke mana, Vi?" tanya
"Ke rumah sakit."
"Jangan, Vi, kau tau kan keluarga ku tak suka dengan mu?"

Viola menghentikan langkahnya. Wajahnya mulai muram di sana. Fernan paling tak suka melihat ini.

Fernan merengkuh wajah gadisnya mengecup bibirnya lembut. Kemudian menatapnya.
"Aku tak peduli perkataan orang tua ku. Yang jelas aku hanya menginginkanmu."

Viola tampak menangis di sana. Rasanya pedih bila harus ingat kejadian dulu. Di mana dia selalu berusaha dijauhkan oleh orang tua Fernan.

Mereka tak suka dengan Viola yang anak dari musuh keluarga Harrison. Keluarga Harrison dan keluarga Hunter memang sejak dulu bermusuhan.

Persaingan bisnis yang menggila, membuat mereka tak pernah bisa berdamai. Saling menjatuhkan dan saling bersaing dengan tidak sehat.

Hingga kini tuan Johanes Horrison. Ayah dari Fernando Horrison tak pernah merestui hubungan anak nya dengan Viola Hunter. Anak dari musuhnya yang bernama Been Hunter.

Viola kembali tersenyum dan menggenggam jemari Fernan.
"Aku tidak apa-apa," ucap Viola
"Sungguh?"
"Ya."
Fernan memeluk Viola, merasakan kehangatan sang gadis yang ia cintai.
Dering ponsel merusak suasana hangat di sana.

ISTRI Perawanku (Tamat)Stories to obsess over. Discover now