1. Orang Baru

64 8 0
                                        

Butiran bening terus mengalir di pipiku dengan mulut tertutup oleh sutera putih dan sedikit basah karena iar mata yang tak berhenti mengalir, sungguh ingin sekali rasanya aku berteriak namun apa daya hanya mata yang mampu berkomunikasi saat itu. Aku melihat sendiri bagaimana orang orang jahat itu melukai Ayahku, darah yang terus mengalir di sekitar pelipis nya. Hanya bunyi pukulan dan retakan tulang yang menemani malam itu

Merasa cukup dan tertawa melihat keadaanku dan ayah yang tak sadarkan diri Mereka pun pergi membiarkan Ayah yang terbaring lemas di jalanan, susah payahaku mencoba melepas ikatan yang ada ditanganku akhirnya aku berhasil melepaskan ikatan yang mereka ikatkan padaku tak perlu waktu lama dengan cepat aku berlari ke arah Ayah. Aku peluk erat Ayah dengan darah yang terus mengalir di tubuhnya, aku tidak bisa apa apa kan selain menangis? Aku hanya gadis kecil pada saat itu

Kulihat di seberang sana terlihat cahaya mobil yang menuju ke arah sini, dengan cepat aku berlari di tengah jalanan sambil merentangkan tanganku untuk meminta pertolongan. Untunglah mobil tersebut berhenti, Keluar seorang laki laki tua yang umurnya mungkin seumuran dengan Ayahku, dan di ikuti oleh seorang anak kecil laki laki yang kelihatannya juga seumuran dengan ku.

"Paman kumohon bantu Ayahku"

•••

Bau obat obatan mulai tercium pada indera penciuman ku, jujur aku sangat tidak menyukai rumah sakit, mungkin ini kali kedua ku ke rumah sakit seumur hidupku.

Ayahku telah di tangani oleh Dokter beberapa waktu lalu, sekarang aku tengah duduk di kursi didepan ruangan Ayahku di periksa, sama seperti tadi aku masih menangis tanpa menghiraukan sekitar. Paman itu masih disini dan menenangkan ku

"Bisa Paman hubungi keluargamu?"

"Aku hanya punya Ayah Paman"ucapku dengan masih di iringi isakan

"kalau boleh Ayah tau Ibumu masih..."ucapan paman terpotong

"Aku tidak tau Ibu ku dimana tapi Ayah pernah bilang kalau Ibu sudah bersama tuhan"

kulihat Paman itu mengangguk seakan paham apa yang Aku ucapkan tadi.

"Kau gadis kuat Paman yakin Ayah mu pasti sembuh"ucap Paman sambil mengelus kepala ku

"Terima kasih Paman"Ucapku seraya menarik kedua ujung bibirku dengan air mata yang masih mengalir di pipiku.

"Ayah, Apakah kita jadi membeli PlayStation baru ?"terdengar suara anak kecil laki-laki yang di sebelah kanan Paman.

"Oh, Maaf kan Ayah anakku, Kita bisa memilih waktu lain" Ucap beliau sambil mengelus kepala anaknya.

"Tapi ini sudah kali ke tiga ayah membatalkan janjimu"

"nak, kamu lihat gadis kecil itu yang seumuran dengan mu ?" tunjuk paman padaku, tapi aku tetap tak menghiraukannya karena saat ini yang ada di pikiranku hanya ayah

"dia gadis yang cengeng"ucap anak paman itu padaku dan aku hanya membalasnya dengan tatapan sinis

"nak, ayah selalu mengajarkan mu untuk membantu dan jika kau dalam keadaan seperti gadis cantik ini bagaimana, apa kau tetap melanjutkan perjalanan mu yang mungkin bisa dilakukan di lain waktu , Anakku ayah harap kau mengerti maksud ayah"ucap paman sambil mengelus pipi anaknya

"iya ayah Jongin mengerti, Hei gadis cengeng kau mau memaafkan ku kan" ucap pria kecil seusiaku yang ku ketahui namanya Jongin dan aku hanya mengangguk kecil

"Nak, perkenalkan nama paman, paman Kim Minho dan ini anak Paman Kim Jongin siapa namamu?"Ucap paman kepadaku.

"Jung Soojung paman, paman bisa panggil aku Klee"

S E L F I S H ✅ Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora