Hari senin. Hari yang di benci banyak orang di dunia ini, alasannya jelas karena hari senin adalah hari pertama dimana orang-orang akan mulai beraktivitas lagi setelah berlibur selama akhir pekan.
Chayra sudah selesai bersiap. Seragam nya sudah rapi, tas nya sudah di gendong nya, sepatu kets kesayangannya pun sudah Chayra pakai.
Hari ini adalah hari pertama masuk setelah liburan panjang kenaikan kelas. Chayra benar-benar bersemangat karena dia sudah menginjak kelas XII sekarang.
Kaki Chayra melangkah keluar dari dalam kamar nya lalu Chayra turun menuju ruang makan. Tidak, bukan untuk sarapan, tapi untuk mengambil bekal makannya.
"Bekal sama apa Ma?" tanya Chayra sambil melihat Mama nya yang sedang membuatkan bekal makan untuk Chayra.
"Ini ayam teriyaki sama salad. Nih," Ritna –Mama Chayra– memberikan kotak bekal makan Chayra pada Chayra.
Chayra tidak pernah sarapan di rumah. Alasannya adalah karena perutnya akan terasa mules jika sarapan. Dan rasa sakitnya itu bukan main.
Chayra membuka tas nya dan memasuka bekal makannya ke dalam tas. Saat Chayra sudah mau menutup kembali tasnya, suara Ritna menghentikannya.
Ritna mengulurkan sebotol jus berwarna oranye tua pada Chayra. "Ini jus wortel sama tomatnya, jangan lupa." Chayra mengangguk dan mengambil minuman favoritnya itu lalu memasukkannya juga ke dalam tas karena tas Chayra tidak ada tempat untuk menyimpan minum di sampingnya.
"Papa masih tidur?" tanya Chayra saat sadar Papa nya tidak ada di ruang makan. Memang tidak jarang Chayra tidak melihat Papa nya sepagi ini, tapi ya, Chayra hanya ingin bertanya saja.
"Tadi Papa pergi lari keliling komplek, bentar lagi juga pulang." jawab Ritna, lalu Ritna pun menepuk dahinya teringat sesuatu, "Bi Isda, tolong bangunin Veron sama Revon."
Bi Isda yang sedang berada tidak jauh dari Chayra dan Ritna pun langsung mengangguk cepat, "Oh, siap nyonya!"
Ritna mengangguk saat melihat Bi Isda pergi ke atas untuk membangunkan kedua adik Chayra, lalu Ritna kembali menatap Chayra, "Udah kamu pergi sekarang, nanti terlambat." Chayra mendengus, dia tidak akan terlambat. Yang ada dia datang terlalu pagi.
Chayra mengangguk lalu menyalami Ritna, "Assalam'mualaikum." ucap Chayra dan Chayra pun pergi.
Kaki Chayra melangkah ringan menuju gerbang komplek dan Chayra pun menunggu di halte bus dekat kompleknya. Chayra tidak diantar ke sekolah, dia naik bus ke sekolahnya.
Walaupun Chayra berasal dari keluarga berada, Chayra memilih untuk naik bus ke sekolahnya, selalu membawa bekal, dan tidak pernah terlambat, semua ini bukan untuk mencari perhatian tapi karena Chayra tidak ingin hidup manja dan tidak ingin menyusahkan kedua orang tuanya seperti menghamburkan uang kedua orang tuanya, dan lain-lain. Cukup kedua adiknya saja yang menyusahkan orang tuanya.
Dan walaupun di rumah ada ART, jika menyangkut hal masak memasak dan makanan, Ritna akan turun tangan sendiri.
Lalu Bram –Papa Chayra– yang merupakan wakil direktur di sebuah perusahan besar, sangat terkenal karena sering sekali berolahraga. Bahkan sering juga mengikuti berbagai lombanya.
Lalu kedua adik Chayra, mereka berdua cukup terkenal di sekolah mereka karena mereka berprestasi di bidang ekstra kulikuler dan di bidang pelajaran mereka.
Semua hal ini sudah diketahui banyak orang, maka dari itu keluarga Chayra adalah keluarga yang cukup terpandang di kalangan sosial.
Chayra naik ke dalam bus. Chayra menaiki bus sekolah, jadi dia tidak perlu membayar biaya transportasi nya. Hemat bukan?
YOU ARE READING
Redamancy
Teen FictionChayra Hadara Syua Brunella, nama lengkap dari seorang remaja perempuan yang sensitif dan galak. Tidak hanya galak, banyak juga orang takut pada Chayra karena lima hal ini, yaitu : 1. Emosinya yang turun naik 2. Wajahnya yang selalu saja datar dan d...
