prolog

102 22 2
                                        

Lagi lagi.
Pagi yang buruk.
Lilya bosan mendengar keributan antara orang tua nya.

Hari ini yang kesekian,bunda dan ayah bertengkar. And her think it's her fault.

Apasi pagi pagi berisik,kalau gak bolehin gue ikut lomba yaudah. Ribet amat!

"Bunda sama ayah masih mau berantem?" Gadis putih pucat itu membuka suara.

Bunda tersenyum.
"Engga kok,kamu udah mau berangkat? Ayo sarapan dulu"

Gadis itu tersenyum tipis.

"Kamu tuh gak usah ikut-ikutan lomba photography deh lya! Lebih bagus kamu ikut olimpiade matematika,contoh kakak kamu itu!" Suara ayah mengisi ruangan.

Gadis itu menghela nafas.
" Aku udah bilang sama ayah,bidang aku gak di bisnis sama sekali! Kapan ayah gak bandingin aku sama kak Rachel? Aku bukan kak Rachel yah!" Gadis itu berteriak tertahan. Membuang nafas kasar.

"Aku berangkat." Menghindar. Itu yang selalu ia lakukan. Berusaha mengalah.

~~
08.01

lorong itu sepi.
semua siswa udah di dalam kelas.

gadis itu berjalan santai.

"lo telat lagi?! lo gak liat ini jam berapa?! ini jam 08! pelajaran udah di mulai! siapa nama lo?!

gadis itu tersentak dengan suara seseorang di belakang nya.

duh ketos itu lagi. batin nya.

gadis itu berbalik,menatap mata elang sang sumber suara.

gadis itu berbalik,menatap mata elang sang sumber suara

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


"Lilya Pulychira Clamoris" cicit nya pelan.

"Lychira ya,mau jadi apa lo kalau telat mulu? Lo udah kelas XI" suara nya yang berat. Wajah datar dengan tatapan intimidasi. Kulit putih mulus,rahang tegas,hidung yang mancung, dada bidang sempurna serta bibir tipis merah alami. Eugh sexy.

"Ya suka suka gue lah! Lo cuma ketos ya! Gak usah belagu!" Suara dingin itu

"Emang terserah lo. Tapi kalau lo masih murid di SMA Nusa Bangsa,itu tanda nya lo harus dalam aturan sekolah. Dan lo harus berurusan sama gue." Ucap nya datar namun penuh penekanan.

"Lychira lari 5 x keliling lapangan,sekarang!"
Ucap nya. Manik mata indah itu menusuk,memojok kan lya.

"Lo gila?! Gue tadi gak sarapan dan sekarang lo nyuruh gue lari? Mana hati nurani lo?!" Kesal. Yaela masalah dirumah aja belum kelar pakai nambah 1 lagi! Ketos sialan!

"Gue gak peduli sama sekali" pria itu berlalu pergi. Tanpa menghiraukan sumpah serapah gadis cantik itu.

~~

Panas banget si elah!

"Hei Lya" pria bertubuh atletis dengan cengiran lebar dan kulit putih mulus yang terkena sinar mentari.

"Hah? Siapa lo?" Bingung. Gue gak kenal deh perasaan,siapa nih cowok? Sok akrab banget anjay.

"Hahaha oiya gue lupa,lo gak kenal gue ya? Gue Raja. Raja Julybrilian. XI mipa 2"

Gadis itu menatap aneh.
Pria itu tersenyum lebar menatap dengan tulus dan senang.

"Kok lo kenal gue?" Pertanyaan itu keluar begitu saja.

"Gimana gue gak kenal lo? Gue kan suka sama lo" ucap nya tanpa beban diiringi cengiran lebar khas nya.

"Gimana gue gak kenal lo? Gue kan suka sama lo" ucap nya tanpa beban diiringi cengiran lebar khas nya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Hah? Apaan lo? Sinting!" Gadis itu meninggalkan nya.

Tanpa semuanya sadari.

Kisah itu di mulai sekarang.

###

HADU VOMMENT NYA JAN LUPA QQ KARNA W BISA AJA PRIVATE TIBA TIBA HAHAHAHA(KETAWA JAHAT)

SALAM CANTIQ DARI AQU

-Golden Sunshine.

Why me? ((SUDAH DI REVISI))Stories to obsess over. Discover now