Namaku Zahra. Bisa dibilang aku bukanlah anak yang populer. Aku bahkan tak pernah tahu apa kelebihanku atau apakah aku memiliki kelebihan atau tidak. Bahkan aku seringkali bertanya apakah hidupku ini penting?
Saat ini aku sudah kuliah semester dua. Aku kuliah di universitas swasta paling bergengsi di kotaku. Ayahku adalah pengusaha sukses yang bisnisnya bahkan sampai mancanegara. Ibuku merupakan dekan di universitas swasta yang terkenal mahal. Mungkin karena itulah orang tuaku menginginkan aku menjadi seorang yang sempurna.
Realita tak seperti yang diinginkan. Mungkin kalimat itulah yang saat ini pantas untuk menggambarkan keadaan yang mereka hadapi. Masa kecilku adalah saat dimana tak ada satupun anak yang menginginkannya.Aku memang berasal dari keluarga berada, tapi semua orang yang ada disekitarku akan selalu menemukan alasan untuk tak pernah menganggapku.
Aku tidak cacat, aku juga tidak jelek. Mama selalu memaksaku untuk melakukan perawatan tubuh, sehingga aku selalu memiliki tubuh yang indah. Kulitku putih, rambutku hitam lurus, hanya saja aku benci rambut panjang, jadi aku terus memotong rambutku jika sudah melewati batas nyamanku. Mama tak suka rambut pendekku tapi ini hanyalah hal kecil dari sekian banyak hal yang ingin kulakukan dan bisa aku lakukan. Selama ini aku hanya berusaha menuruti kata mereka. Orang-orang menjauhiku karena aku memang tak pandai bergaul, aku juga tidak terlalu suka dengan pergaulan. Aku hanya menyukai waktuku dengan diriku sendiri.
Sejak kecil aku hanya punya satu teman yang mau menerimaku. Dia adalah Raya. Gadis manis yang berasal dari keluarga sederhana. Otaknya yang cerdas selalu membantunya untuk bisa mengikuti kemanapun aku sekolah. Termasuk di universitas yang sekarang. Raya selalu memenangkan banyak beasiswa yang mengantarkannya ke sekolah-sekolah elit. Di sini lah letak kekuranganku. Aku tak secerdas Raya. Meskipun dia bilang aku tidak bodoh. Untuk mempelajari satu materi aku membutuhkan waktu sehari semalam agar mampu sampai menghafalnya. Itupun belum tentu berhasil. Raya lah yang selalu mendorongku dan memberiku support.
Raya bukan hanya memberi support, tapi dia akan selalu menjagaku. Aku punya satu kelemahan yang sangat ketara dan hanya Raya yang tau. Kelemahanku yang aneh itulah yang membuat Raya jadi bersikap seperi bodyguardku. Kelemahan itu muncul sejak aku berkenalan dengan oraganisasi sekolah semasa SMP. Aku memaksa Raya untuk tidak pernah menceritakan itu kepada orang tuaku. Aku terlalu takut orang tuaku justru kecewa. Karena itu lah sampai kuliah pun hanya Raya yang tau. Tanpa aku sadari ternyata kelemahanku itu merupakan sesuatu yang akan merubah kehidupanku sepenuhnya.
YOU ARE READING
Another me
FantasyKisah seorang gadis yang baru menemukan rahasia besar dalam dirinya yang akan mengubah hidupnya
