Buk... Buk...
Pukulan terus saja melayang ke arah seorang pria yang sudah terkulai lemas di bawahnya.
tak ada yang berani menghentikan pria itu. Roy. orang yang sedang pria memukuli dibawahnya hingga mengenaskan itu.
Roy marah jika seseorang menyentuh miliknya.
"Roy, udah.. dia bakal mati kalo lo pukul terus" lerai dimas
"berani lo nyentuh milik gue. bukan cuman pukulan yang lo terima...."
"liang lahat bakal gue sedianin buat lo"
Brukk
Roy menyingkirkan tangannya yang sudah berlumuran darah dari pria yanga bernama harry itu.
"bukan gue yang salah.. cwe lo...." harry bersuara namun dengan suara mengejek
"cwe lo yang ngegoda gue"
Bukk..
"Bang***..."
"tutup mulut lo kalo lo masih sayang ama pita suara lo" geram Roy.
"Roy... biar dia gue urusin.." dimas merilik seorang gadis yang sedang menangis di pojok ruangan dengan baju yang sudah terkoyak.
Roy yang dari awal sudah menghawatirkannya akhirnya tersadar, dan berjalan kearah gadisnya.
"ra..."
"hiks..."
"ra.." Roy dengan hati2 menyentuh arra
"Jangan sentuh! hiks.."
dengan badan yang mengigil karna menangis dan trauma arra mencoba menghindari sentuhan orang lain
"ini aku... Roy"
dengan perlahan arra mendongakkan kepalanya, dan mengedipkan matanya yang penuh dengan air.
"Roy.."
arra langsung memeluk roy dengan erat takut kejadian tadi terulang. dipikirannya bagaimana jika roy tidak datang.
"Tenang, kau aman. sekarang"
***
Roy memandangi gadis yang sedang tertidur pulas dihadapannya.
roy menutup matanya sebentar
"roy... aku takut, kamu dimana?"
"aku, sedang keluar"
"tadi kau bilang akan menjemputku"
Roy menyesal, seharusnya ia tak membiarkan arra sendirian.
"Roy.." suara lain memanggilnya
seorang pria dewasa mbuka pintu kamar adiknya.
"bagaimana? apa dia terluka"
aron kakak arra. mendengar adiknya hampir dilukai oleh pria yang tak bertanggung jawab membuatnya marah dan langsung meluncur pulang kerumah.
***
"Musuhmu banyak, aku tau betul orang2 yang ada disekitarmu..."
"aku tau" roy tau arah pembjcaraan kakak iparnya ini
"dari awal, aku sudah menimbangnya. dan aku tau resikonha"
"tapi arra akan bahaya.."
"dan aku akan selalu melindunginya"
"percayakan padaku" tegas roy dengan serius. membuat aron pasrah.
"roy...."
panggil arra. roypun langsung begegas kekamar lekasihnya itu.
"roy..."
"ak...aku..."
"dia tidak akan menyentuhmu lagi"
"mulai sekarang, aku janji tidak ada yang berbuat seperti ini lagi padamu"
arrapun langsung menganggung semagat. dan dipeluklah roy dengan erat.
"apa kau lapar"
"iya.. aku sangat lapar"
***
roy dengan telaten menyuapi arra, arra yang laparpun langsung melahap makanan yang di siapkan ol3h roy.
"setelah makan, minum obat... terus tidur"
arra hanya mengangguk,
roy melihat gadisnya dengan teliti, matanya menangkao sebuah tanda merah seperti sebuah tangan lebih tepatnya seperti cekikan di leher arra.
aku akan membunuhmu harry
"kenapa roy liatin arra?"arra yang merasa dipandang langsung mendongakkan kepalanya.
"hmmm.. tidak" roy mengusap rambut panjang arra
"roy... apapun yang terjadi. roy tetep disamping arra kan?"
roy hanya mengangguk
"apapun... termasuk keluargamu"
arra tersenyum dan kembali memakan makanannya,
***
"nanti ku jemput, jangan pergi kemana2 saat aku belum datang mengerti"
arra hanya menggangguk seperti anak kecil yang akan berpisah dengan daddynya.
arra masuk kesekolah, ya arra masih mengenyam pendidikan menengah atas. sangat berbeda dengan roy. roy seumuran dengan kakaknya, aron.
dengan penuh amarah roy menuju tempat atau ruangan yang bisa di sebut dengan rung introgasi bagi orang2 yang melakukan kejahatan.
bukk
pukulan telak mengenai rahang harry,
"kau..."
🐯🐯🐯🐯
ESTÁS LEYENDO
The Moon
Novela Juvenilbulan dan matahari, tidak bisa bersama namun saling membutuhkan. sama halnya arra dan roy berbeda namun saling membutuhkan.
