Musim semi menyapa pohon-pohon cantik yang mulai menggeliat dari tidur mereka yang panjang. Angin dingin nan sejuk begitu manis terasa menyentuh wajah-wajah memerah yang keluar dari tempat persembunyian. Meskipun leher dan telinga masih tertutup rapat karena sisa-sisa musim dingin masih ada, tapi tangan dan kaki tak mau terus duduk diam dari sorak-sorai musim semi yang begitu sayang untuk dilewatkan.
Aidan memandang pohon-pohon cantik itu sambil tersenyum lebar. Warna merah muda dan putih kelopaknya membuat mata dan hati serasa menemukan ketenangan.
“Akhirnya aku tahu kenapa dia menyebutmu sebagai sumber keberuntungan dan masa depan yang cerah, wahai sakura,” ucapnya. “keindahanmu menebarkan pesona dan daya tarik yang luar biasa, membuat semua orang rela duduk berjam-jam di sini hanya untuk bersua denganmu.”
Aidan telah duduk lama di tengah-tengah tiga ratus pohon sakura yang sedang bermekaran dengan malu-malu. The Philosopher's Path, Kyoto, adalah tempat merayakan Hanami yang dia pilih diantara tempat-tempat indah lainnya di Jepang; The Osaka Mint Bureau di Osaka, Ueno Park di Tokyo, Matsumae Park di Hokkaido, dan Handayama Botanical Garden di Okayama. Philosopher's Path saat musim semi adalah salah satu tempat terindah dan teromantis di kota Kyoto. Ratusan pohon sakura berbaris di jalanan pinggir kanal, membuat kuil-kuil yang berada di sekitar jalan itu terlihat makin mempesona. Melengkapi surga dunia ini, beratus-ratus warga Jepang berkumpul di sekelilingnya, bersama keluarga mereka sambil menikmati bento atau dango.
Bak seorang penari anggun, sakura jatuh satu persatu ke tanah, mampu menyihir siapapun yang melihatnya. Semua orang bersorak sambil mengangkat botol sake tinggi-tinggi. Tidak ada kegembiraan lain di wajah mereka selain melihat dari dekat sakura yang jatuh perlahan ke tanah. Malam ini, adalah malam yang sangat indah.
Aidan menerawang jauh diantara bayang-bayang sakura yang memenuhi rongga dada. Ingatannya jatuh pada sesosok gadis yang tidak pernah sedetikpun pergi dari sudut hatinya.
“Kamu tahu, Aidan? Sakura adalah pembawa rejeki dan keberuntungan. Aku ingin sekali melihat Sakura dari dekat. Melihatnya, memegangnya, dan menghabiskan waktu bersamanya sampai aku merasa bosan. Keindahan sakura akan membuat siapa saja yang melihatnya bertambah cantik dan indah. Akankah aku bisa melakukannya, Aidan? Jika aku tidak bisa, maukah kamu melakukannya untukku?”
BINABASA MO ANG
Tiga Titik Cinta Untuk Bidadari
RomancePerasaan Aidan pada Putri tak pernah berubah, sedikitpun. Dia hanya tahu satu nama dalam hatinya. Karena sebuah nama itu juga dia menjelajah dunia. Demi pujaan hati, sebagai hadiah paling berharga. Pembuktian cintanya telah disaksikan sudut-sudut b...
