.
.
.
.
Suara dentingan alat makan mengisi suasana remang ruangan itu. Bangku-bangku panjang terisi penuh oleh para pria yang tengah melahap makan malam sambil mengobrol semau mereka, sesekali terdengar suara tawa, juga suara eraman marah, tapi yang jelas suasana itu menggambarkan betapa akrabnya mereka. Tapi di salah satu sudut ruangan, ada sebuah meja kecil yang hanya memiliki dua bangku yang saling berhadapan. Seseorang tengah makan dalam diam di sana. Sesekali ia melirik ke arah mereka yang tak bisa bungkam saat makan, ia lalu mendengus kesal namun tak melakukan apapun. Ia kembali hendak menyuapkan makanan ke mulutnya, namun batal saat seseorang menghampiri dan meletakkan nampan makanan di hadapannya.
"Tempat ini kosong kan?" ucap pria bersurai hitam itu.
"Aku tidak bilang mengizinkanmu duduk," protes pria yang berada di tempat itu duluan.
"Jangan pelit begitu," bantah si pendatang dan dengan seenaknya duduk. Dia mulai makan, tapi karena merasa diperhatikan, ia pun mendongak, menatap ekspresi tidak suka yang ditunjukkan pria di hadapannya. "Kalau tidak salah...kau Luke Rainhold ya?" ucap si pria. "Aku James Winter, kalau kau lupa namaku di perkenalan siang tadi."
Luke tak menjawab, hanya kembali mulai makan dengan muka sedikit kesal. Merasa tak ditanggapi, James pun kembali makan, sepertinya tak begitu peduli pada sikap dingin Luke. Keduanya makan dalam diam sampai bel tanda berakhirnya waktu makan di bunyikan.
"Semua prajurit! Kembali ke barracks masing-masing!" terdengar aba-aba dari luar.
"Haik!" jawab mereka.
Orang-orang yang berada di ruang makan pun berbondong-bondong keluar, termasuk Luke dan James, menuju barracks mereka. Ya. Ini adalah camp militer, Galdaric military camp tepatnya. Ini adalah hari pertama pelatihan setelah recruitment, jadi kebanyakan prajurit baru mengenal nama dari perkenalan, atau mengakrabkan diri dengan yang lain saat makan malam, seperti tadi. Tapi sepertinya Luke dan James tak begitu suka bergabung dengan yang lainnya.
Mereka mengikuti arahan menuju pembagian barracks, dan ternyata Luke serta James berada di barracks yang sama meskipun terpisah beberapa ranjang. Begitu memasuki barracks, banyak prajurit yang masih terjaga untuk kembali saling ngobrol, tapi Luke memilih naik ke tempat tidurnya dan menarik selimut. Sepintas sebelum ia menutup kepala dengan selimut, ia melihat James juga melakukan hal yang sama. Sepertinya dua orang ini memiliki kemiripan yakni sama-sama pendiam dan tak suka ikut ribut.
~OoooOoooO~
"Aku tidak dengar suara kalian!!"
"Ha! Satu! Dua! Tiga!" aktivitas pagi di camp militer itu dimulai sebelum matahari terbit. Para prajurit pelatihan sudah harus melakukan menu latihan mereka, mulai dari lari, sit-up, push-up, dan rangkaian pelatihan lainnya. Mereka hanya diberi waktu lima belas menit untuk istirahat sarapan, setelah itu latihan dimulai lagi hingga jam makan siang. Setelah makan siang, para prajurit kembali disuruh berkumpul di lapangan latihan.
"Eh, bukankah itu Elmar Drachmann, panglima perang yang sangat hebat itu?" Luke mendengar yang lain berbisik saat mereka berjalan menuju tempat berkumpul. Luke menatap mimbar di mana para petinggi berdiri di sana, ia melihat seorang pria dengan surai pirang dan iris biru, tubuhnya sedikit gempal untuk ukuran seorang panglima perang.
"Iya benar. Dia kan yang sudah menaklukan Bociaccia dan sebagian wilayah Ctrigall?"
"Woaaah, orang sehebat dia yang akan melatih kita. Kuharap kita bisa jadi prajurit yang tangguh juga."
KAMU SEDANG MEMBACA
Luke Rainhold : The Galdaric Soldier
AksiDisclaimer: Akatsuki Kana A Violet Evergarden Fanfiction by Noisseggra Story By FitzTheNinja Genre: Drama, Action, Romance --------------------------------------------------- Hi Guys Kali ini Gua bikin cerita versi berbeda tentang Violet evergarden...
