Gadis bersurai Dark Brown itu menengadah menatap bulan yang bersembunyi di balik pepohonan nan rindang,hutan lebat yang ia jelajahi tak menampakkan keterangan sama sekali gema suara para kawanan gagak rasanya belum cukup untuk mengusir keberaniannya,Gadis itu terus berjalan dengan kaki telanjangnya dan masih setia menatap langit malam sesekali tangannya ikut bekerja menyingkirkan tanaman belukar yang menghalangi jalannya hingga gadia itu menemukan sebuah danau kecil nan indah dengan cerminan sinar bulan pada airnya saking indahnyah membuat si gadis berniat untul mendekatinya, ia menatap pantulan dirinya disana dengan balutan gaun merah panjang tangannya terulur menyentuh permukaan yang tenang tersebut hingga tanpa di sangka sebuah suara menginterupsinya.
"Kau suka?"
Gadis itu berbalik menatap terkejut pada sosok disana merasa tak percaya jika di depannya ini adalah dirinya dengan pakaian yang sama hanya saja warna rambut gadis yang mirip dengannya itu berwarna merah nyala.
"Tidakkah kau pikir itu indah?"
Seseorang yang mirip dengannya itu bertanya lagi menatap hamparan danau di belakangnya lalu tatapan itu beralih pada sang gadis.
"Tapi akan lebih indah lagi jika ini menjadi kuburanmu"
CRAT...
Nafas gadis itu tertahan sesaat bendan tajam yang terbuat dari besi menusuk tepat diperutnya membuat rasa nyeri sekaligus menambah warna pada gaunnya menjadi lebih pekat,gadis kembarannya itu menyeringai dan melesakkan tusukannya sekali lagi.
"Akh... "
Gadis itu tercekat saat benda tersebut di tarik keluar dari tubuhnya, cairan merah kental merembes keluar dari lukanya yang menganga rasanya ia sudah tak kuat untuk berdiri lagi bahkan gerakannya saja sudah oleng sedang sementara gadis bersurai merah di depannya menyeringai puas.
"Goodbye princess"
BYUUURR.....
Tubuh gadis itu ia dorong hingga jatuh ke dalam air dan tak memperdulikan teriakan minta tolong darinya yang hanya tatapan datar yang ia berikan hingga suara teriakan itu tak terdengar lagi bersamaan dengan tubuhnya yang tenggelam didalam danau.
.
.
.
.
"Hhaaaahh.... "
Gadis itu terbangun dengan nafas tercekat di tenggorokannya, nafasnya yang memburu dan degup jantung yang tak beraturan serta keringat dingin meluncur dari pelipisnya layaknya orang parno, gadis itu memeriksa perutnya yang ternyata baik baik saja.
Oke tenanglah... Itu hanya mimpi.
Jessie Gray_nama gadis itu pun bangkit dari ranjangnya mencari kotak obat yang tersimpan dalam laci nakasnya,ia memang memiliki kebiasaan jika sudah terbangun maka ia tak bisa tidur lagi jadi mungkin dengan bantuan beberapa pil tidur bisa mengbalikan kantuknya karena di lihat jam masih menunjukkan pukul dua dini hari.
Gadis itu langsung meneguk tiga pil Rohypnol dan setelahnya kembali naik keranjangnya dan membetulkan letak selimutnya iris Goldenrod itu menatap penuh langit langit di kamarnya tanpa minat dan tanpa memikirkan apa apa bahkan mimpi yang beberapa menit lalu dialami hanya sebagai angin lalu dan sekarang, obat tersebut bekerja dan akhirnya menenggelamkannya dalam tidur nan pulas.
Sementara di lain tempat tepat sosok lain dengan balutan hoodie hitam menatap bangunan di depannya,iris hitam keunguan itu begitu tajam menampilkan seringai kecil yang membuat sebelah taringnya terlihat sambil menyapu bibir merahnya dengan lidah,sosok itu menarik nafas dalam membuat iris keunguan itu menjadi berkilat.
"finally found you, my sweet Jessie"
......
PRAANG....
BINABASA MO ANG
BRIDE || REMAKE || [ SMUT ]
PoetryTak pernah menyangka kehidupan suram seorang gadis bernama Jessie berubah drastis sejak bertemu dengan tujuh orang lelaki yang sejatinya adalah Werewolf
![BRIDE || REMAKE || [ SMUT ]](https://img.wattpad.com/cover/156591647-64-k715653.jpg)