Soulmate adalah sebuah sistem yang terjadi secara turun - temurun. Biasanya seseorang yang baru saja dilahirkan, akan muncul sebuah tanda indah di pergelangan tangan mereka setelah enam bulan. semuanya cantik, berbentuk berdasarkan sesuatu yang menunjukkan kepribadian sang belahan jiwa.
ada beberapa hal yang dimaksudkan dalam sisetm ini, itu berarti sesseorang telah digariskan satu sama lainnya. tidak peduli ketika mereka jatuh cinta dengan yang lainnya, yang pasti mereka akan berakhir dengan belahan jiwa satu sama lain. meski ada beberapa cerita yang menyakitkan saat mereka diharuskan kehilangan cinta yang telah tumbuh untuk orang yang bukan belahan jiwa.
ada beberapa yang tidak bisa ditafsirkan, seperti umur dan berapa lama hidup sang belahan jiwa. hal yang ditakutkan ileh sebagian besar mereka yang masih belum menemui belahan jiwa mereka. itu adalah sesuatu yang membuat pergelangan tangan terasa terbakar dan rasanya sakit sampai kau akan terserang demam. itu menandakan bahwa belahan jiwamu sudah mati.
maka dari itu, banyak yang berusaha mencari, berdoa agar sang belahan jiwa mereka dapat hidup lebih layak dan bahagia. tidak ada seorangpun yang ingin pasangan hidup matinya lenyao ditelan bumi. mereka hanya harus berhati - hati, dan menanti kebahagiaan.
dalam beberapa hal itu mengesalkan. karena banyak dari sebagian mereka jatuh cinta pada yang bukan jodohnya dan mengembangkan skenario terburuk untuk hati. tidak ada yang bisa disalahkan dari mereka, karena tentu saja hati tidak tahu jatuh untuk siapa. kau akan tahu saat kau sudah merasakan gelora indah dan bahagia yang menandakan bahwa hatimu jatuh pada seseorang tertentu. dan beberapa dari itu adalah sebuah sakit hati yang sia - sia.
biasanya, saat kau akan bertemu belahan jiwa dalam beberapa hari, akan ada perasaan hangat di dalam hati yang tidak bisa kau jelaskan mengapa. pergelangan tanganmu akan terasa kesemutan. lalu, ketika kau akan bertemu dengan belahan jiwamu dalam hitungan Jam, itu akan terasa lebih sakit lagi dan kau akan gelisah, berkeringat, dan gugup, menanti kemudian dengan pergelangan tangan terbakar dan Bo! kau akan meneukan belahan jiwamu dengan hati yang menghangat dan sudut bibir berkedut hanya untuk tersenyum dengan lebar. itu pasti menakjubkan!
itulah yang Lisa impikan. bertemu dengan belahan jiwanya dalam suasana menakjubkan dan merasakan semua itu. semua hatinya berteriak ingin menemukan orang yang bahkan wujudnya tidak tahu dan kehadirannya sama sekali tidak pernah dilihat oleh mata. terkadang, ada sedikit rasa takut saat diusianya yang menginjak duapuluhtiga tahun dirinya belum bertemu belahan jiwa yang dinantikannya. tapi Lisa hanya terus berharap disela waktu dirinya belajar di Uni dan bekerja paruh waktu bersama kedua temannya. seharusnya Lisa tidak terlalu terburu - buru, dia hanya perlu menata dirinya, bersiap - siap ketika dia nanti akan dihadapkan oleh sang belahan jiwa. berpikir begitu, hantinya bahkan sudah terasa hangat lagi.
"Yo Lisa! jangan melamun"
Lisa tersentak saat Somin memukul kepalanya dengan beberapa buku acak dari pelukannya. menatapnya dengan cemberut di wajah cantiknya. Lisa terkekeh, kemudian setelah mengusap kepalanya yang tidak terlalu sakit, dia menarik beberapa buku tebal yang dibawa Somin. perempuan lucu dengan pipi chubby itu menggerutu sedikit. "Mikirin apa sih?" Somin berlalu, untuk menata beberapa barang kembali ke rak-nya semula. ekor mata mengikuti pergerakan Lisa. "Nggak kok. cuma mikir, kenapa kamu suka banget bawa buku sebanyak itu untuk dibaca"
Lisa mencibir sedikit, sebelum memasukkan satu buah novel dari Anggie Thomas, The Hate You Give. "Selagi masih banyak waktu buat baca karya - karya keren, ngapain nggak kan?" Somin mendesah. bangkit dari jongkoknya dan menatap Lisa dengan tatapan lucu. "Kamu sih nggak suka baca yang ginian. bagus tau! lain kali aku saranin kamu banyak baca deh, dari pada ngehayal terus tentang Soulmate"
Sebenarnya tidak bermaksud mengejek, toh Lisa juga tidak terlalu ambil hati. mereka sudah blak - blakan soal ini sejak lama. sejak sesuatu terbentuk diantara mereka. Lisa tertawa, kemudian merangkul si kecil dan mengajaknya keluar dari perpustakaan. "Iya deh lain kali kalau aku minat ya"lidahnya keluar sedikit, mengejek lucu dan dihadiahi dengan sebuah tamparan main - main di wajah. "Minatin dong!"
Lisa cemberut sedikit, sebelum melepas rangkulan dan mengusap perutnya dengan wajah kelaparan. "Mampir ketempat kerjanya Choco yuk. mau makan, laper. kamu pasti belum makan juga kan? lima jam diperpus minus jam kerja kamu"
kedua alisnya naik turun lucu, kemudian mendapat kekehan dari Somin. "Traktir yaaa" matanya berkedip - kedip lucu, membuat Lisa lagi - lagi merasa temannya yang kecil ini begitu menggemaskan. "Aku kerja setengah hari buat temenin kamu tadi. kamu dong yang harus traktirin aku"
Matanya mendelik lucu, dan Somin hanya bisa berdecak malas. "Iya iya. aman kok! btw, makasih ya udah nemenin aku kerja. kalau nggak aku mati kebosanan disana"
dia mengoceh, tapi Lisa masih bisa melihat bagaimana Somin menggaruk bagian pergelangan tangannya, dimana ada tanda cantik disana. sebuah biola manis dengan jejak kaki anjing lucu di sudut bawahnya. itu memerah sedikit karena digaruk, dan Lisa tau pasti dalam beberapa hari akan ada yang terjadi. "Um.. Somin-ah.." dia menggigit bibir bawahnya, sedikit iri. tapi kemudian dia menghapusnya dengan melingkar erat di leher Somin.
"kalau udah ketemu sama belahan jiwa kamu, jangan lupa makan - makannya ya!"
Somin tersentak, matanya membola lucu yang membuat Lisa meringis.
"Apaan sih?! nggak, masih nggak tau kapan ketemu kan. jangan ngaco kamu. ini habis digigit nyamuk tau!"
Somin terlihat begitu gugup, lucu dan matanya berlarian ke berbagai arah. Lisa mendengus, lantas mencubit pipinya dan menarik anak itu untuk berjalan cepat ke tempat kerja Choco.
"Jangan bohong! AH! aku mau kasih tau ke Choco! pasti dia senang banget kan ya" Lisa terkikik lucu dan Somin berusaha melepaskan cubitan dengan rengekan.
"Uh nggakk" satu tarikan membuat cubitan Lisa terlepas, dengan wajah membulat marah dan kesal Somin hanya merutuk. "Aku beum bertemu, jadi jangan heboh dulu dong" wajahnya memerah lucu dan Lisa bersumpah siapapun yang menjadi jodoh Somin adalah sebuah keberuntungan besar.
lagi - lagi, dia merasa iri karena sampai sekarangpun dia kalah jauh dari Somin. padahal anak itu masih duapuluh satu. kenapa dirinya yang lebih tua masih belum bertemu? dimana belahan jiwanya sampai sekarang?
untuk pemikiran itu, dia coba tepis lagi dan lagi. tahu sbenar bahwa Soulmate datang tidak tentu dari usia. Lisa tahu dan dia mencoba senang untuk dirinya sendiri dan kebahagiaan Somin.
"Tapi setidaknya jangan kasih tau Choco dulu sampai kami bertemu, Lisa-ya" Suara Somin mendadak lesu. bahunya jatuh lunglai dari semangat. Lisa terdiam, kemudian bibirnya terbuka hanya untuk menyatakan, Oh kecil.
"Yah.. aku lupa kalau dia tidak berminat tentang sistem Soulmate. dia menutup tanda itu setiap saat seolah - olah itu menjijikkan"
"Jangan begitu"
Somin menegur, menyeggol sedikit bahu Lisa. lantas kembali memberi senyuman manis.
"Dia hanya belum pulih. ingat?" Somin terkekeh lucu, dan Lisa mau tidak mau ikut mengangguk dengan senyuman di wajah. mengusir lagi pemikirannya yang jauh tentang itu kembali.
"Yah, sepertinya hanya aku saja yang bersemangat tentang ini! itu artinya, traktiran kafe bertambah di toko kue seberang ya!"
Somin melotot. sukses mendorong Lisa dengan cemberut yang nyata.
"Ish! Dasar seenaknya!"
dan kemudian mereka tertawa terbahak. melambai pada seorang pelayan kafe wanita yang kebetulan sedang bertugas diluar.
"Choco - yaa!! Choco Latte dan Banana Milshake dengan krim yang banyak oke?!"
Somin menepuk keningnya, lagi - lagi mendorong jauh Lisa karena memalukan.
"Yah Sial! jangan teriak Ahn Lisaaaa"
.....
Soulmate Au!
zrnlinlin
Is.Gi_
ВЫ ЧИТАЕТЕ
Cause You're My Soulmate
ФанфикшнSistem Soulmate sudah diterapkan sejak lama diseluruh dunia. beberapa orang diciptakan memang untuk bersama, dan garis takdir membuat mereka terpisah sebelum akhirnya saling berusaha untuk bertemu ataupun secara ketidaksengajaan. mereka berbentuk se...
