rapuh

1.3K 30 3
                                        

Silau dari matahari pagi, membangunkanku secara tak sengaja. Kubuka perlahan mata merah dan berkantung hitam ini.Ya,terdengar buruk bukan.Aku telah menghabiskan waktu sepulang sekolah hingga sepanjang malam dengan mengenang kenangan pilu yg diiringi tangisan sendu.Ya hari buruk yg pernah aku lewati,sungguh tak bisa kujelaskan dengan kata kata bermakna.

Kemarin..
"Kau masih mencintaiku" tanyaku pada tatan.Dengan nada merendah bahkan hampir tak terdengar.
"Ntahla aku tak mengerti dengan hatiku ini lagi, semua hasrat untuk mencintai telah hilang begitu saja."
Air mata ku tak terbendung, bakhkan ia masih saja enggan menatap ke arahku.
Kukuatkan hatiku dengan bertanya kembali, pertanyaan yg sangat tak ingin kuutarakan yang begitu menyesakan dada.
"Apa kau ingin pergi? "
Jawab tatan "Mungkin ini yg terbaik" Lalu ia berdiri sembari menggenggam tanganku dan senyum khas nya mengisyaratkan semua telah berakhir.Ia beranjak pergi meninggalkanku dilorong kantin. Ia pergi dengan senyuman aku terdiam sambil menatap pada tanganku yg iya genggam tadi.Sungguh ku belum percaya semua berakhir begitu saja, hari ini sebenarnya Anniversary aku dan tatan yg ke 2 tahun.Janji yg iya katakan di anniv tahun lalu kini sudah berlalu.Tatan bilang jangan pernah tinggalkan dia, sebab terasa berat jika hari harinya tak dilalui bersamaku.Namun takdir berkata lain, kita kembali seperti orang asing, kau dengan dia aku dengan remuk didada.

Aku hancur benar benar hancur, ku tak perdulikan jam pelajaran terakhir, kuambil tas dikelas dan bergegas keparkiran untuk mengambil sepeda.Kukayuh dengan kaki sekuat tenanga bersamaan air mata yg tak kunjung reda.

Kulewati jalan yg dilewati aku dan tatan setiap pagi dan sepulang sekolah,sungguh aku belum percaya semua telah berakhir.
Ku ingat hal kecil, dimana tatan genggam tangan kecilku ini,iya perlahan menarik ku dan sepedaku dengan selalu mengatakan "Ku tak mau my love ku lelah:) " dengan senyum khas nya yg tipis.Terdengar menjijikan namun bagiku itu hanyalah hal unik yg ia punya yg selalu membuatku nyaman bersamanya.

Setibanya aku dirumah, aku hanya mendengarkan alunan musik "all i want" yg begitu menyayat hati, mengenang semua tentang aku dan dia, dia yg tlah pergi dengan menitip luka,luka yang sulit kulewati, kini aku hanya ditemani sebuah rasa yg kusebut sepi,dan hati yg rapuh.

TentangmuWhere stories live. Discover now