1 Ruangan dingin,bersih,serta terdapat poster yang melekat di tembok halus ruang kamar. Dengan ciri khas acak-acakan, terlihat baju berserakan disana-sini, ya itulah ruang kamar Revangga KEvin Meszidan kerap dipanggil angga Menurut Angga pulang sekolah adalah waktu yang amat melelahkan. Angga juga sering bolos sekolah dan memilih tidur di dalam kamarnya,,entah apa yang membuat dirinya seperti ini..
Oops! Questa immagine non segue le nostre linee guida sui contenuti. Per continuare la pubblicazione, provare a rimuoverlo o caricare un altro.
#.#.#.#.#.#.#
Memasuki ruang kamar dengan menggunakan seragam putih abu-abu nya lengan baju yang di tekuk ke atas serta segala yang tak pernah rapi layaknya pelajar yang tertib. Angga merebahkan diri di tempat tidurnya,tangan yang seperti nampak meraba untuk mencari sesuatu di laci kecilnya, earphone berhasil dipegangnya dengan mata terpejam, namun angga terkejut seperti menjatuhkan barang entah apa, ......BRUAAKKKK....membuat angga spontan ingin melihat barang apa yang baru saja ia jatuhkan. Ternyata barang tersebuat adalah sebuah foto berpigora kecil yang bergambar seorang angga waktu 7 tahun yang lalu dimana saat-saat kebersamaan itu masih hadir bersama nya. Seorang ayah dan seorang ibu yang berada disamping angga. Foto tersebut terlihat kusam sembari melihat foto tersebut angga diam terpaku menatap tajam foto tersebut entah mengapa Angga langsung membanting foto tersebut BRUAK... dan pecah, angga seperti sudah tak sanggup lagi melihat foto tersebut.
#.#.#.#.#.#.#.#.#
Kenalin nama gue Revangga Kevin Meszidan kalian cukup panggil gue angga saat ini gue ingin nyeritain tentang masa lalu gelap gue yang mampir serta dengan kehidupan gue..
Kalian tau.. apa depresi atau broken?? Ya itulah yang menybabkan diri gue seperti tanpa penyemangat.
17 tahun yang lalu "pak arman kenapa. bapak yang jemput angga ? Mama papa belumpulang?"tanya angga ke pak arman sopirnya
"Enggak tau den bapak cuma ikuti suruhan papa den Angga"
Setelah sampai dirumah besar milik papa dan mama angga . Angga segera keluar & turun dari mobil untuk masuk kedalam rumah. Dengan langkah lirih nya menuju pintu yang ada didepan nya.
Dalam hati angga berkata : suara siapa tuh. angga pun membuka pintu untuk memecahkan rasa penasaranya, stelah berada didalam rumah tepat diruang tamu terdapat risza dan putra yaitu mama dan papa angga.
Risza : yaudah kalau ingin begitu, ok aku turuti. Putra : dasar perempuan (sambil mengangkat tangan ingin menampar risza).
Lalu anggapun membanting pintu dan berkata "cukup !"
Risza dan putra terkejut dan mengalihkan pandangan mereka ke Angga.
"Angga,," ucap mama dengan ekspresi kaget
Angga bertanya "apa maksud kalian ?"
Putra menjawab "emb maksud papa..maksud...(sperti kesulitan untuk menjelaskan)
Angga pun langsung lari dan menuju ke kamar lantai atas.