Prolog

254 37 9
                                        


Seekor singa jantan remaja tampak sedang mengejar seorang namja berwajah cantik. Tawa mengudara dari bibir cherrynya. Mata bulatnya menatap jenaka pada singa jantan yang belari di belakangnya.

"Kom ons gaan krag ( ayo krag)."

Mobil-mobil jeep yang membawa puluhan wisatawan terkekeh melihat interaksi antara pemuda berkaus putih dan bercelana hitam panjang  dengan seekor singa jantan yang dipanggil Krag oleh si namja tersebut. 

Krag melompat pelan ke punggungnya, membuat keduanya jatuh terguling. Jari jemari lentiknya mengelitik perut besar Krag.

"Ahahah rasakan! siapa suruh kau membuatku jatuh."

Graaw graw

"Ahahahah."

"Jaejoong."

Seorang safari guard keluar dari mobil dan memanggil Jaejoong. Merasa terpanggil Jaejoong sontak menoleh dan mendapati banyak mobil Jeep di sekitar dia dan Krag. Bahkan tak sedikit dari para turis tersebut yang menatap kagum ke arahnya sambil berbisik-bisik.

"Mister Abrafo." Jaejoong menundukkan kepala, memberi salam. Ia berjalan menuju pria Afrika bernama Abrafo, berjabat tangan.

"Sudah lama kita tidak bertemu, ada kali ya sebulan lamanya aku tidak melihat kau dan Krag." Ucap Abrafo dalam bahasa Afrika.

 Ia menengok ke arah singa jantan yang setia duduk di belakang Jaejoong. "Hallo Krag,"  

"Graw!

"Sepertinya kau selalu sibuk ya Mister Abrafo, kulihat turis yang datang ke Taman Nasional ini semakin banyak," Ucap Jaejoong dalam bahasa Afrika sambil tersenyum malu pada turis-turis yang masih memandang bahkan memfotonya.

"Hey boy!" Seorang turis menyapanya, seorang pria berkulit putih dan berambut light brown. Kamera DSLR tergantung manis di lehernya.

"I saw your interaction with your Lion. That was so awesome, How can you trained your Lion?" Tanya dengan antusias.

"Through my eyes and love." Jaejoong menunjuk matanya lalu menaruh kedua telapak tangannya ke depan dada sambil tertawa kecil. 

'Woaahh.... '

Mereka kagum. Kecuali untuk satu wanita berkebangsaan Korea yang menatap Jaejoong dengan pandangan sulit diartikan.

"Can I take a photo of you and your Lion? " Seorang pria paruh baya, yang sepertinya adalah photographer majalah (terlihat dari Id dan pakaiannya) meminta ijin pada Jaejoong sambil mengarahkan kameranya pada Jaejoong.

"Yes, of course." Jaejoong mempersilahkan. Jaejoong menatap Krag, "Ayo Krag."

Jaejoong duduk di atas rerumputan, di sampingnya Krag duduk dan memposisikan wajahnya seolah-olah mencium pipi kiri Jaejoong. 

Abrafo tersenyum bangga. Jaejoong memang selalu sukses membuat Taman Nasional ini kebanjiran turis yang penasaran dan ingin melihat dirinya, sang conqueror of lions from Asian, atau penakluk singa dari Asia (karena wajahnya yang orang Asia banget).

"Bravoo.. Bravooo..." Banyak yang tepuk tangan kagum bahkan ada yang meneteskan air mata karena terharu dengan persahabatan antara pemuda itu dengan seekor singa yang setahu mereka adalah hewan yang sangat buas.

"Jaejoong, waktu kami sudah habis. Kau memang selalu membuat kami terpukau ahahah, oh iya sebentar."

Abrafo masuk ke dalam mobil lalu keluar dengan menenteng banyak bungkusan, "Ini untukmu dari Mister Jerone, persediaan pakaian, korek api dan kebutuhanmu yang lain. Yah kau tahu kan, walaupun kau tinggal dengan 'mereka' kau tetap manusia ahaha, kebutuhanmu tentu berbeda."

Jaejoong menerima bungkusan itu dengan senang hati. "Terima kasih mister Abrafo, titip salam untuk Mister Jerone."

"Pasti akan kusampaikan, oke kami pamit dulu." Abrafo masuk ke dalam salah satu mobil jeep dan mulai menyalakan mesinnya.

"Wait!" Wanita Korea itu berteriak. Abrafo tidak jadi menjalankan mobil Jeep, dan memilih untuk turun.

"Yes Mam? Any problem?" Tanyanya pada turis tersebut.

"I want to get out from this Jeep, Can I?"

"Sorry Mam, but you can't, it is so dangerous." Jawab Abrafo. Wanita itu tidak peduli, ia melompat turun dari mobil jeep dan menghampiri Jaejoong.

GRRRHH

Krag menggeram dan hendak mendekati wanita tersebut. Jaejoong menjulurkan tangannya untuk menghalau Krag dan menatap Krag datar, "Kalmeer, sy is nie gevaarlik nie (Tenang, dia tidak berbahaya.)."

"Ja." Krag menjawab dengan menatap mata Jaejoong. 

Wanita itu menatap Jaejoong dengan berkaca-kaca, matanya fokus pada wajah Jaejoong dan bandul emas kalung bertuliskan KJ yang pemuda itu pakai, tangannya terjulur membelai wajah Jaejoong dengan lembut.

Setetes demi setetes air mata turun dari mata bulat wanita Korea tersebut. Memandang Jaejoong penuh rindu, bibirnya bergetar, berbisik lirih, "Kau Jaejoong...Jaejoong-ah..."

Jaejoong menyerngit heran, "....yes? my name is Jaejoong, why?"

Wanita itu memeluk Jaejoong erat sambil menangis, "Jaejoongie...kau Jaejoongie, Jaejoongie keponakanku." 

"WHAT?!"                                     

                                                                                                     TBC 

Haloo

ini fanfic pertama saya di wattpad. 

Semoga kalian suka dengan cerita ini,

Mind to vote and comment ? :-)

The Ruler Of the WildStories to obsess over. Discover now