Katamu hidup ini akan indah saat langkahmu ku imbangi
namun belum sempat sampai tujuan, langkahmu terhentu
.
omong kosong
rupanya kamu bosan bukan karena perjalanan yang terlalu panjang atau terjalnya batuan karang
hingga membuatmu kewalahan,
tapi karena seseorang yang berada disebelahmu sudah memuakkan
dengan bualannya yang seperti tanpa jeda
.
aku bahagia pernah berceloteh dan kamu bersedia mendengarkannya
meski akhirnya aku tahu bahwa ternyata kamu lebih suka perempuan pendiam
bukan yang banyak bicara
sebab kamu lebih suka didengarkan daripada mendengarkan
.
kedengaran egois memang namun itulah dirimu
yang sialnya aku justru tak bisa berpaling selain darimu
sang pembual yang nyata
YOU ARE READING
Kau dalam Bait Syairku
PoetryKumpulan bait-bait kecil tak bermakna yang tercipta karenamu, berawal tentangmu dan yang terkhir untukmu. Bait-bait syairku
