One 💓

77 21 20
                                        

Maaf typo mengganggu ya:)

Di saat matahari tengah berada di puncaknya, semua orang memilih untuk diam di rumah dan tidur. Sama halnya dengan Pamela Christy.

Di saat Pamela tenggelam dalam dunia mimpi siang bolong, Nana sang Mama membangunkannya.

"Aduh Ela bangun! " seru Nana.

"Ma, sekarang waktunya jam tidur! " ucap Pamela kesal.

"Sekarang waktunya makan siang, habis itu kamu harus pergi les berenangnya!".

"Ma, Ela udah bilang beribu kali, kalo Ela itu gak suka berenang" ketus Ela.

"Mama gak mau dengar alasan apa pun! Sekarang cepat turun atau Mama gak bakal kasih uang tambahan lagi! " ucap Nana lalu keluar dari kamar Ela.

Mendengar uang tambahannya tak akan di berikan lagi, membuat Pamela langsung cepat bangun dan menyusul Nana.

Ketika di ruang makan Ela heram melihat di meja makan yang penuh dengan makanan.

"Ma, ini kenapa banyak betul makanannya? ".

Belum sempat menjawab pertanyaan Pamela, bel rumah berbunyi.

Lalu Nana membukakan pintu dan ter senyum ketika melihat orang di balik pintu tersebut.

Nana menggandeng tangan orang tersebut sambil tersenyum "Ela, Leo udah datang nih".

Pamela terkejut melihat pacarnya datang dan langsung memeluknya "Sumpah suprise banget, lama banget gak ketemu kamu".

"Kangen ya? " ucap Leo sambil mengelus rambutnya.

"Banget! Kenapa sih kamu pindah sekolah, malah jauh banget lagi!" ketus Pamela.

Leo melepaskan pelukannya lalu memegang pipi Pamela "Bukan kemauan aku untuk ninggalin kamu sayang..."

Belum sempat melanjutkan ucapannya yang terpotong terdengar suara "EHMM" dehem keras dari Nana.

"Maaf ganggu nih ya. Mending kita makan aja dulu ntar keburu dingin" ucap Nana.

Mereka berdua tersenyum melihat tingkah Nana, ia merasa cemburu dan serasa seperti seekor nyamuk.

Ditengah lahapnya menyantap makanan telpon rumah berbunyi merusak suasananya.

Ketika Pamela hendak berdiri, Nana menyuruhnya duduk kembali "Biar Mama aja".

Ketika Nana meninggalkan mereka berdua yang tengah asyik makan, Leo menatap Pamela penuh arti.

Merasa di perhatikan Pamela pun menatap Leo "Kenapa sih? " ucapnya.

Leo tersenyum "Kamu pas aku tinggalin makin cantik deh! " sambil menarik hidung Pamela.

Perut Pamela sekarang telah di penuhi kupu-kupu sehingga membuatnya merasakan sensasi yang geli dan membuatnya tersenyum "Apaan sih" ucapnya sambil memukul lengan Leo.

Leo tertawa melihat senyum malu-malu Pamela, hal ini lah yang membuatnya tak tahan dengan LDR.

"Kamu katanya mau les berenang kan? " ucap Leo.

"Iya, kamu pasti tau dari Mama".

"Iya lah kan Mama kamu Mama aku juga. Yaudah biar aku yang antar" tawar Leo.

"Apaan sih. Bentar aku ambil baju dulu ya" ucap Pamela lalu pergi ke kamarnya.

Sementara itu, Leo meminta izin ke Nana yang masih sibuk dengan telponnya.

Ketika Pamela hendak menemui Nana di ruang tamu, Leo menghentikan nya "Aku udah minta izin tadi. Ayo pergi sekarang" ucapnya.

Pamela tersenyum, bagaimana seorang cowok bisa begitu dekat dengan Mama nya, begitu ramah, dan sangat sopan.

Begitu mereka masuk mobil, Leo yang mengendarai mobil dengan kecepatan normal. Dan ketika hendak meninggalkan halaman rumah Pamela dengan sopan ia membunyikan klakson mobil yang menandakan mereka akan pergi.

"Kamu masih ingat tempat les aku? " tanya Pamela.

Leo tersenyum sambil mengacak rambut Pamela "Masa iya aku lupa sih" ucapnya.

Pamela tersenyum hangat "Aku beruntung banget ya punyak cowok kayak kamu, udah baik, ganteng, ramah, sopan, sayang orang tua. Kurang apa lagi coba? Lengkap banget" ucap Pamela drama.

"Kurang satu sih" sambil menghentikan mobilnya di lampu merah.

"Apaan? " tanya Pamela.

"Kamu. Kamu belom jadi istri aku" sambil menoleh dan tersenyum manis pada Pamela.

Oh my God kenapa dia sweet banget sih! Ucap Pamela dalam hati.

"Apaan sih, udah lampu hijau tuh!" kata Pamela sambil menatap jendela di sampingnya untuk menutupi rona yang ada di pipinya.

Masih banyak lagi celotehan serta gombalan dari Leo yang membuat suasana mobil penuh dengan tawa.

Bahkan Pamela tidak menyadari bahwa ia sudah berada di parkiran mobil tempat les nya.

Sambil tertawa ia turun dari mobil "Gila, kamu receh banget" sambil memegang perutnya.

"Udah ketawanya dong".

"Kenapa jelek ya? " kata Pamela cemberut.

"Aduh engga, tawa mu cuman buat aku aja. Udah kamu masuk sana ya dari pada aku ajak kamu bolos" sambil mendorong Pamela ke pintu masuk.

"Ihh kok gitu? Ntar aku belom bayar tiket masuknya! " seru Pamela.

"Oh iya, biar aku aja yang bayar" usul Leo.

"Gak..."

Jari telunjuk Leo menempel manis di bibir Pamela "Nurut sama aku ya" ucapnya.

Pamela hanya menurut dan tersenyum untuk kesekian kalinya. Perlakuan yang Leo tunjukan kepadanya begitu memanjakan nya.

"Nih aku udah buatin kartu, jadi biar sekalian bebas masuk sebulan" sambil memberikan kartunya.

"Maacih" ucap Pamela dengan suara anak kecil.

"Kamu di sana belajar renang ya! Jaga mata! Jaga hati! Jaga diri! Aku tau di sana pasti banyak yang lebih ganteng, sixpack bertebaran, om-om kijil apalagi" tutur Leo.

"Lucu ya liat kamu kayak gini. Bahkan Mama aja yang notabene orang tua aku gak bilang gitu deh ke aku" tutur Pamela sambil terkekeh.

"Kan aku gak mau calon masa depan aku kenapa-kenapa. Ya mending aku sebagai calon mu menasehati kan toh itu juga buat kebaikan mu sama aku juga" jelas Leo.

Entah keberapa kalinya perut Pamela di penuhi kupu-kupu yang membuatnya tersenyum lebar.

Pamela mengacak rambut Leo karna gemas "Suka deh. Nanti mau kan jemput aku? " tanyanya.

Sambil tersenyum hangat "Jelas lah, kamu telpon aja aku nanti aku pasti datang" ucapnya.

"Aku masuk ya!" seru Pamela.

"Ingat yang aku bilang ya SAYANG! " ucap Leo sambil menekan kata sayang.

.
.
.
.
.

Hei semua....
Jadi ini adalah karya dari imajinasi dan kebosanan aku ya. Btw gimana ceritanya? Kalo masih ada yang kurang srek komen aja ya. Oh iya ada bintang yang belom di warnai tuh! Warnai yuk. Caranya gampank banget. Cukup klik aja bintangnya dah ke warnai.

Makasih ya buat udah mampir ceritanya😊.

See you next part!!!

I'm So Sick Of LovePovești de care să fii obsedat. Descoperă acum