Bandung

78 3 0
                                        

     "Srekkk" suara tirai jendela yang tergeser membuka. Sambil masih menutup mata aku bisa mendengar suara itu. "Ahhh aduh omah masih jam berapa ini? Tutup lagi hordengnya serab tau" kataku yang masih tidur dikasur sambil memeluk guling bergambar Hellokitty. Itu kartun favoritku hehe. Omah pun mendekat kepadaku dan duduk disebelahku yang masih menutup mata, "hordeng itu apa? Serab itu apa?" Kata omah sambil bingung yang gak tau artinya apa. Lalu aku membuka mata dan menatap omah "hordeng itu tirai serab itu em apa yah?" Aku sambil tersenyum menatap omah. "Oh omah tau serab itu panas yah?" Omah bertanya sambil menatapku juga dengan wajah serius. "Yah bisa dibilang begitu" jawabku. "Ah kamu ini ada ada aja jangan ngomong bahasa sunda terus dong omah gak ngerti" kata omah sambil merapihkan sprey kasur Hellokitty hehe. "Iyah omah iyah, Olyn mandi dulu yah" kataku sambil beranjak ke kamar mandi.
     Sebetulnya, Aku dari SD tinggal bersama tante dan sepupuku. Cuman waktu Aku SMP aku pindah ke Jakarta daerah Slipi bersama Mamah dan Papahku. Karena Mamah dan Papahku suka ditugaskan keluar Kota, jadi aku tinggal bersama Omahku.
     Aku pun selesai mandi, masih memakai handuk bergambar Hellokitty. "Aduh aku pake baju yang mana yah buat ke Bandung bingung" sambil membuka lemari dan memilih milih baju. Pasti kalian tau kan? Yang namanya cewe itu selalu bingung memilih baju yang mana, padahal semua cewe punya baju yang banyak. "Ah yaudah deh yang ini aja" kupilih baju dress jeans berwarna hitam selutut, diatas kanannya ada bordiran gambar banana.
     "Omahhh aku udah siap" teriakku sambil lari lari menuruni anak tangga. "Hey sayang cucu omah cantik banget sih" kata omah sambil memberi selai strawberry kesukaanku ke roti. Meja makan omah itu disebelah tangga, jadi kalau kita naik atau turun tangga meja makannya keliatan. "Itu buat Olyn, Omah?" Kataku bercanda sambil duduk di kursi makan sebelah omah. "Iyah dong buat cucu Omah, Omah sengaja nyiapin ini buat kamu" Sambil menyodorkan roti kepadaku. "Makasih omah" kataku, lalu kita makan bersama. Ketika sedang makan, Omah berbicara kepadaku
Omah: Olyn, di Bandung baik-baik yah jangan lupa sama Omah, Omah bakalan inget Olyn terus. Jangan nakal ke Tante Maya, ke sepupumu Amel
Aku: Iyah Omah, Olyn janji. Oh ya Omah, Papah telepon gak?
Omah: Engga tuh
Olyn: Kalau mamah?
Omah: Engga juga, tar deh gampang tar Omah yang bicara
Olyn: Gak perlu Omah
     Disitu Aku kesel banget sama yang namanya Mamah dan Papah. Minimal yah telepon apa gitu anaknya mau pindah, gak ada care carenya banget, kesel.
     "Omah, Olyn ke kamar aja yah mau teleponan sama Amel aja udah males makan" Ku taro rotiku ke piring semula yang tadi ada di tanganku. Lalu, aku ke kamarku dan aku menelepon Amel. Oh iyah, Amel itu anaknya tante Maya, Amel itu sepupuku. Aku membuka Hpku dan langsung menelepon Amel
Amel: Hay lyn, jadi nih pindahan ke Bandung?
Olyn: Jadi dong, tinggal nunggu pa Rudi nih lama banget
     Pa Rudi itu supirnya Omah yang selalu nganterin Omah kemana pun kalau Omah pergi, dia udah kerja jadi supir Omah selama 5 tahun.
Amel: Wah ditunggu yah, gak sabar nih nanti kita bakal satu sekolah.
Olyn: Iyah apalagi aku Mel.
Ketika aku sedang asik teleponan dengan Amel, terdengar suara Omah memanggilku dari bawah, "Olyn ayo pergi sekarang pa Rudi udah nunggu lyn".
Olyn: Mel, udah dulu yah aku mau ke bawah mau otw Bandung
Amel: Oke siap see you babe
Olyn: See you too
Aku langsung mematikan ponselku dan langsung ke bawah membawa koperku dan barang-barangku.
"Lyn hati-hati yah jaga diri baik-baik disana" kata Omah sambil mengelus rambutku. "Omah gak akan ikut?" Kataku sambil memegang tangan kanan Omah, "Engga sayang, Omah disini aja nunggu mamahmu" katanya. "Iya deh Omah, Olyn pergi yah Omah dadah" kataku sambil memeluk Omah.
     Aku pun langsung memasuki mobil Omah yang didalamnya sudah ada Pa Rudi dan mobil pun melaju. "Pa ganti lagu yah apaan ini mah gak enakeun" kataku sambil memutar-mutar radio mobil dan mengganti lagu menjadi Hivi-Pelangi. "Mangga neng" katanya sambil tersenyum dan terus menyetir mobil. "Bapa bisa bahasa sunda jugak?" Tanyaku sambil menoleh ke arah Pa Rudi. "Bisa atuh neng kan bapa juga asli sunda" katanya sambil terus menyetir mobil, "ohh gitu pa" kataku.
Waktu sudah menunjukan pukul 3 sore, aku dan Pa Rudi pun sudah sampai Bandung. Aku pun melewati sebuah Mall terkenal di Bandung yang berada di dekat Balai Kota. Waktu diperempatan, mobil pun belok dan menabrak cowo yang memakai motor Trail berwarna hijau, dan cowo itu pun sampai terjatuh. "Udah pa saya aja yang keluar" kataku sambil membuka pintu mobil.
"Aduh maafin Pa Rudi yah udah nabrak kamu" kataku sambil membantu cowo itu berdiri dan membenarkan motornya yang terguling. "Iyah gak apa apa" kata dia, cowo itu pakai helm fullface makannya mukanya samar-samar. "Oh iyah deh maaf yah sekali lagi, motornya perlu dibawa ke bengkel?" Tanyaku. "Gak usah gak apa-apa" katanya. Lalu cowo itu pun pergi dan Aku pun langsung masuk ke mobil.
"Aman neng?" Tanya Pa Rudi. "Aman pa" jawabku. Lalu Aku dan Pa Rudi pun melaju lagi.
Jam setengah 4 sore Aku sampai dirumah tanteku di daerah Antapani. "Pa kopernya bawain yah tolong hehe" pintaku sambil membuka pintu mobil. "Siap neng" jawab Pa Rudi. Aku pun langsung masuk ke rumah tante, "Assalamualaikum" salamku, terlihat tante Maya dan Amel sedang menonton tv di ruang tengah. "Waalaikumsalam, hey sayangg baru sampai" jawab tante Amel sambil menghampiriku yang berdiri didepan pintu rumah. Lalu Aku pun masuk dan duduk diruang tengah bersama tante dan sepupuku dan Pa Rudi membawakan koperku ke ruang tamu dan langsung pamitan. "Aduh Olyn makin cantik aja" Puji tante Maya sambil menatapku, "Ah tante bisa aja" jawabku, "Ih tapi emang bener loh sekarang cantik pas SD sih caludih" kata Amel sambil tertawa, aku pun ikut tertawa. Caludih itu bahasa sunda kalau bahasa indonesianya kotor,jelek,item,dan sebagainya haha, "Eh sut teu kenging kitu Mel" kata tante Maya. "Ah gak apa-apa tante emang bener haha" jawabku sambil tertawa, "Tuh pan bener ai mamah ceuk Amel ge" kata Amel. Kita pun ngobrol bertiga diruang tengah sampai lupa kalau jam udah nunjukin pukul 6 maghrib. Tiba-tiba terdengar suara cowo mengucapkan salam dan itu adalah Om Ciko, Om Ciko itu suami tante Maya dan Ayahnya Amel
     "Eh Olyn makin cantik aja" tanya om Ciko sambil duduk disebelah tente Maya. Aku pun tersenyum, "Tuh kan emang bener kata Om juga Olyn tambah cantik" kata tante Maya. "Mel ajakin Olyn ke kamar yang sebelah kamar kamu mamah mau nyiapin makan malem dulu sambil Olyn istirahat" katanya lagi. Aku dan Amel pun ke atas dan Amel menunjukan kamarku, Aku pun masuk ke kamar itu dan sambil membereskan baju-bajuku yang ada di koper. Ketika aku sedang merapikan baju, Amel tiba-tiba memasuk ke kamarku dan bertanya "Lyn tadi dijalan gimana?" tanyanya sambil duduk di sebelahku". "Ih Mel tadi Pa Rudi nabrak cowo dijalan gak sengaja" jawabku. "Terus gimana?" tanyanya lagi. "Yah ter..." obrolanku terpotong karena tante Maya memanggil kami untuk makan. Lalu kami pun makan malam bersama.

The Lost LoveWhere stories live. Discover now