Namaku Astrid. Biasa di panggil Tri.Sebagai murid smp,aku hanyalah gadis biasa yg senang bermain dengan teman-temannya,tiap hari bangun pagi dan pergi ke sekolah, belajar, bermain bersama teman.
Hanya saja yg membedakanku dengan teman-temanku yg lainnya adalah karena aku adalah seorang indigo.
Awalnya teman-temanku ada yg takut dengan kemampuanku, tapi ada juga yg tertarik.
Dan salah satu yg tertarik itu menjadi sahabat dekatku sekarang..namanya Sena.
Sena sendiri memiliki kepribadian yang unik.Jika biasanya perempuan remaja sekarang membenci serangga,ia justru kebalikannya..ia sangat semangat membahas serangga termasuk kecoa,ia memiliki banyak koleksi serangga yg masih hidup maupun yang sudah di awetkan.
Dan selain itu,Sena juga menyukai hal-hal yg berbau mistis.Dia selalu antusias ketika aku menceritakan hantu- hantu yg pernah kujumpai.Karena itu aku dan Sena menjadi dekat,dan menjadi sahabat saat mengetahui kami sama-sama menyukai film action dan horror.
Dia sudah biasa melihatku berbicara dengan makhluk yg tidak dapat ia lihat,dan dia adalah satu-satunya orang yang mengetahui bahwa aku berteman dengan Màvro yang merupakan makhluk hitam.
Maksudku Iblis.....
Tentu saja dia sangat kaget,lebih mengherankan kalau dia tidak kaget,bagaimana coba jika kamu mengetahui temanmu dekatmu, berteman dengan Iblis ?..tentu saja kamu akan shock.
Dan seperti dugaanku,dia sempat mengira aku masuk ajaran sesat,dan bahkan menduga-duga kalau aku menjual jiwaku pada iblis seperti di film-film.
Tapi,kemudian dia berseru "KERENN!!" dan kembali antusias dan kembali menyakan seribu pertanyaan padaku,bahkan dia mampu berteman baik dengan Màvro yg biasanya menolak untuk berkomunikasi dengan manusia selain diriku,yah..itulah yg membuatku senang bersama Sena,dia unik dan juga pintar,tidak jarang aku menyalin pr miliknya saat di sekolah, jangan ditiru ya..
Aku sering bertanya-tanya...kenapa diantara ribuan bahkan jutaan manusia,dia malah berteman denganku?..dan ketika aku menanyakan itu,dia selalu menjawabnya dengan tersenyum dan berkata "cause you're interesting" aku sendiri tidak mengerti kenapa aku menarik,mungkin ada ratusan atau ribuan manusia yang Indigo seperti diriku.
Untuk diriku sendiri Màvro sangatlah misterius,aku tidak mengetahui apapun tentangnya kecuali namanya.
Aku pernah menanyakan darimana asalnya dan dia justru menjawabnya dengan meledek "kau sekolah selama 11 tahun dan kau tidak tahu dari mana iblis berasal?! Seriously?!"
Menyebalkan memang,tapi aku tidak mengungkitnya lagi. Karena kurasa itu bukanlah hal yang manusia seharusnya tahu.
Tapi apapun itu dia pasti memiliki alasan,kalau tidak untuk apa dia mengikuti seorang gadis manusia dari gadis itu berumur 9 tahun! Dan karena itu pula aku terkadang menganggapnya seperti kakak.Dan sepersekian detik kemudian aku langsung berdoa semoga diriku tidak tersesat,bagaimanapun...Màvro adalah Iblis. Makhluk yg diciptakan untuk menyesatkan manusia.
Hari sabtu pukul 06.20 AM..
"Kak!!seminggu ini aku mau menginap di rumah Sena!!kakak tidak perlu menjemputku!" Teriakku dari pintu rumah, yang kemudian di balas oleh kakakku dengan kesal."ga usah teriak bisa ga?! Kakak ga budek kali!!" Aku terkekeh dan tentu saja berpamitan sebentar dengan màvro sebelum pergi kesekolah. Aku tidak memperbolehkan Màvro ke sekolah kecuali keadaan genting,soalnya bisa-bisa dia jadi artis dadakan dan akan menceramahiku setiap saat.
"Astrid,aku akan datang jam 3" kata Màvro mengingatkanku kalau dia akan datang menyusul ke rumah Sena.
" oh,baiklah..Sena akan senang jika kamu lebih cepat datang" aku nyengir lebar.
"Dia lebih baik tidak menyukaiku lebih dari ini" màvro menghela nafas,lantas tersenyum padaku.
"Itu bukan hal yang bisa kami kendalikan Màv" ujarku sambil berkacak pinggang.
"Kalau begitu,kau ingatkan dia" ujarnya lagi. "Dia keras kepala,jadi itu tidak akan berguna,kau tahu itu. Dan itu juga bukan hakku untuk mencegahnya"
" haah..aku tahu itu. Sudahlah, itu go-jeknya sudah sampai" Màvro mengingatkan.
Aku tersadar setelah mendengar suara motor milik supir go-jek yang sudah datang dan langsung menaikinya.
Saat di sekolah,seperti biasa...aku menyapa beberapa murid yg kukenal dan tentu saja beberapa teman hantuku di sekolah ini. Di kelas aku disambut oleh Sena yg telah menyediakan tempat dudukku d sebelahnya.
"Tri,kamu sudah mengerjakan Pr fisika kan?" Ujarnya sambil menyipitkan matanya.
"Sudah" jawabku singkat. Dan itu membuatnya melotot.
"Serius?! Kamu ga demam atau kesurupan setan olimpiade kan?" Ekspresinya tidak percaya,dan refleks menyentuh keningku.
"Sudah,dan aku tidak demam atau kesurupan seperti imajinasi liarmu itu.Hanya saja tadi malam Màvro terus-terusan menceramahiku selama 2 jam karena aku keseringan menyontek Pr mu" ujarku sambil memajukan mulut ku hampir lima centi
"AHAHAHA!!Màvro itu betul-betul seperti ibumu!!"tawanya pecah yg membuat seisi kelas menatap kami,namun kami tidak peduli.
"Yaa,dia memang seperti menggantikan ibuku yang sudah meninggal" mengingat- ingat sikapnya yang selalu cerewet dan mencampuri urusanku yang kalah-kalah dari kakak dan ayahku.
"Oh, maaf Astri..apa aku mengingatkanmu pada ibumu?" Sena sadar dan menyesal mengucapkan kata 'ibu' di depanku. Yap,ibuku sudah meninggal saat aku lahir. Aku hanya pernah melihat fotonya saja,kata kakak dan ayahku aku sangat mirip dengannya,mau dari wajah maupun sifat.
"Tidak apa-apa,lagipula aku sudah tidak sabar bercerita macam-macam di rumahmu nanti!!" Ucapku semangat.
"Aku juga tidak sabar!!" Balasnya tidak kalah semangat.
Setelah kami menjalani peristiwa-peristiwa membosankan di sekolah,terutama pelajaran Fisika yang diajar oleh Bu Jully. Diajar olehnya terasa seperti berada di ruangan esekusi.
"Uggh...badanku pegal semua duduk di kursi tanpa berhenti menulis!!." Eluhku..
"Ya, mendengarkan Pak Morr menjelaskan memang sangat menarik,tapi saat dia men-dikte..." Sena menepuk dahinya. Lalu mengeluh "kurasa diriku saat ini mengerti perasaan sebuah robot"
Aku terkekeh mendengar ucapannya,dan mengalihkan pandanganku ke arah jam tangan.
"Sena..apa supirmu sudah jalan?" Ujarku tidak sabar..
"Aku sudah menelponnya,terakhir aku menelponnya kurasa dia baru setengah jalan,paling lagi sebentar ia sampai"jawab Sena,sambil memainkan hpnya.
Benar saja, 3 menit kemudian lamunan kami di buyarkan oleh suara klakson mobil,itu supirnya Sena. Kamipun bergegas masuk kedalam mobil.
Keluarga sena memiliki usaha toko kue yang terkenal.
Tak heran kalau dia memiliki supir atau bodyguard sekalipun. Supir Sena yang menyetir mobil ini bernama Om Ferly,kami biasa memanggilnya Om Fer. Umurnya sekitar 27 tahun, masih muda memang. Karena itu kami memanggilnya dengan sebutan 'Om'
"Hari ini Nona Astrid mau menginap di rumah Nona Sena lagi?" Tanyanya.
"Ya,mungkin selama seminggu. sekalian menyalin catatan yang tidak sempat ku catat minggu kemarin" jawabku jujur. Yang sukses membuat Om Fer tertawa. Tawanya renyah,membuat orang yang mendengarnya ingin ikut tertawa. Kuakui orangtua Sena pintar memilih karyawan yang berkualitas.
"Ahahaha..Seperti biasa,Nona Astrid sangat jujur" ujarnya lembut. Terkadang kami heran bagaimana seseorang sebaik dan setampan Om Fer tidak memiliki istri atau paling tidak pacar.
"Oh,iya..Nona Sena"
" ya?"
"Sepupu laki-laki Nona, Tuan muda Matheo datang mengunjungi Nona"lanjutnya..
"Hmmm....WAT?!...."teriaknya tertahan,dengan wajah kaget.
"Dan sepertinya dia akan menginap beberapa hari"lanjutnya.
"WHAT?! KUNYUK ITU MAU NGINAP?!" ujar Sena setengah teriak. Aku yang tidak tahu menahu ini hanaya diam melihat reaksi Sena yang sedikit berlebihan bagiku.
"Sen?..emang kenapa dengan sepupumu itu?"kucoba menanyakannya. Bukannya Sena,malah Om Fer yg menjawabnya.
"Oh,Nona Astrid bingung ya? Mereka berdua memang tidak akur dari dulu sampai puncaknya ketika Tuan Matheo membocorkan siapa orang yang Nona Sena sukai saat ia masih kelas 6 SD" jelasnya..
"Pftt...sabar Sen,btw gimana kelanjutannya setelah berita itu tersebar?" Ujarku bertanya sambil menahan tawa dan memukul pelan pundak Sena..
"Waaatt?~~ you're mean Tri!!" Ucapnya sambil memajukan bibirnya.
"I'm kidding,i'll call Màvro if you want tonight" kataku membujuknya.
"Really?" wajahnya memastikan kata-kataku.
"Of course,anything for you dear!" Balasku sambil nyengir lebar. Sebagai makhluk yang bertugas menggoda manusia,jelas saja Màvro memiliki wajah yang rupawan, Sena sempat terpicut dengan pesona màvro saat mereka pertama kali berjumpa. Sekarang juga sih..hahaha.
Selain itu, aku penasaran seperti apa sosok sepupu Sena yang jailnya g ketulungan itu..aku harap dia tidak melampiaskan kejailannya padaku nanti..
ESTÁS LEYENDO
My Dear Friend Màvro
Misterio / SuspensoBagaimana jika kamu memiliki teman banyak? menyenangkan bukan?..kehidupan sehari hari ku biasa saja,memiliki teman,belajar,jatuh cinta,bersenang-senang..namun aku memiliki keistimewaan..aku seorang indigo,aku biasa melihat hal yg tidak dilihat oleh...
