Pelukan hangatnya masih terasa sampai sekarang. Tatapan matanya yang tajam masih teringat jelas dibenakku. Walaupun terkesan dingin tetapi dia hangat. Genggamannya terasa sangat nyaman dan akan selalu merasa aman.
Dia adalah orang yang mungkin sangat jarang tertawa atau mungkin tidak sama sekali, hei jangan marah aku hanya menebaknya saja. Oohh, jangan lupakan senyumannya yang terkadang hanya terlihat menggunakan alat khusus saja.
Terkadang dia sangat menyebalkan, tapi aku sangat merindukannya. Benar-benar merindukannya.
Hey pria menyebalkan apakah kau sangat mencintaiku? Jika dia ada disini, dia pasti akan menjawab
"aahhh, seandainya aku bisa memilih aku pasti tidak akan mencintai gadis cerewet seperti dirimu"
Aku sangat kesal saat mendengar dia mengucapkan kata-kata itu. Dasar pria yang tidak romantis. Tapi aku tau dia sangat mencintaiku.
Pria menyebalkan itu sangat menyukai tomat. Aku ingin tertawa saat dia pernah berkata
"aku tidak ingin makan kalau tidak ada tomatnya"
Seketika tawaku pun meledak begitu saja. Oh astaga dia sangat lucu. Dia seperti anak kecil yang ngambek karena ingin diberikan permen.
Hal yang paling membahagiakan adalah saat dia menyatakan perasaannya padaku, saat itu aku tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutanku terhadapnya.
Melihat tampang konyolnya untuk pertama kali, rasanya aku ingin tertawa sangat kencang saat itu. Tapi tentu saja aku tidak melakukannya dan berusaha menahannya.
Ini sama sekali tidak pernah terbayang di benakku sekalipun. Pemuda yang sangat dingin datang kepada seorang gadis biasa lalu menyatakan perasaannya dengan tampang konyolnya itu.
Ohh astaga aku hampir pingsan saat itu.
Ya... Tidak ada alasan untuk aku menolaknya, karena sejak lamapun aku sudah menyukainya ah tidak tapi aku mencintainya.
Mencintainya dengan segenap hatiku. Aku selalu menyimpan setiap moment disaat-saat aku bersamanya. Aku selalu mengingat saat-saat lucu bersamanya. Kenangan manis yang sudah aku simpan jauh didalam lubuk hatiku.
Aku selalu merindukannya.
Merindukan suara yang selalu memanggilku, merindukan pelukan posesifnya padaku, merindukan segala kehangatan yang dia selalu berikan untukku.
.
.
.
~keinginanku hanya sederhana... Yaitu terus tetap berada disampingmu dan melihatmu bahagia bersamaku~
.
.
.
.
.
Hingga pada hari itu, aku tidak menyangka dia akan melepaskanku dengan begitu mudahnya. Seakan aku sudah tidak berarti lagi dihidupnya.
"aku tidak mencintaimu lagi Haruno Sakura, kita akhiri saja semua ini"
Dadaku terasa sesak seakan disini tak ada oksigen sama sekali. Rasanya hatiku sakit seperti tertusuk jarum ribuan kali. Setelah mengatakan itu semua, dia pergi meninggalkanku sendiri dengan kekosongan didalamnya.
Entah apa yang terjadi selanjutnya. Aku tidak pernah menyangka dia melakukan semua ini padaku.
Apakah semuanya harus berakhir sampai disini? Apakah aku harus benar-benar menerima semua ini? Apakah hanya sampai disini aku bahagia?
.
.
.
~Ada kalanya kita harus memilih, entah itu pilihan yang terbaik atau pilihan yang sangat menyakitkan sekalipun~
.
.
.
Aku berfikir mungkin aku harus melupakannya, tapi aku tau itu semua tidaklah mudah bagiku dan hatiku.
Sudah sebulan lebih berlalu sejak kami berpisah. Aku mengira dia sudah benar-benar tidak mencintaiku lagi dan sudah tidak perduli lagi.
YOU ARE READING
Promise
Fanfiction(sasusaku ❤) . . . Oneshoot . . . My First Story . . . Hanya menceritakan kisah tentang Haruno Sakura dengan cintanya. Tentang bagaimana ia bahagia sebelum kenyataan pahit merenggut segalanya. Dimana dia harus menerima kenyataan yang tidak sanggup...
