Minggu, 27 Juni 2018
Ahqi berlari sangat cepat di antara pepohonan. Ia sedang dikejar. Malam itu sangat gelap, sehingga ia sangat sulit melihat pijakannya. Hujan juga membatasi penglihatannya. Akibatnya, ia tersandung akar pohon dan terjatuh.
Ia berusaha merangkak dan bersembunyi di balik pohon, melihat dan mengamati makhluk hitam besar yang tadi mengejarnya. Makhluk itu sudah tidak mengejarnya lagi. Ia kemudian beristirahat, duduk sambil bersandar di batang pohon
Pakaiannya sangat basah dan kotor. Bahkan celananya sedikit sobek akibat terjatuh tadi. Ada beberapa luka terlihat di lututnya.
Keheningan malam dipecah oleh suara desisan air hujan dan suara gemuruh guntur. Tidak ada seorangpun disana kecuali Ahqi.
Ia kini kedinginan, hujan tidak juga berhenti dan malam kelihatannya masih panjang. Ia tidak ingat mengapa dirinya bisa berada di hutan malam malam begini. Yang ia ingat, ia sedang menggambar di meja belajarnya.
Ketika ia sedang membersihkan lukanya, ada yang mencekiknya dari belakang, itu ranting ranting pohon. Mereka melilit tubuhnya bagai ular. Ia berusaha melepaskan diri, akan tetapi, lilitan mereka sangatlah kuat. Saking kuatnya, ia sampai kesusahan untuk bernafas.
Makhluk hitam tadi kini berdiri tepat di hadapannya. Makhluk itu memiliki bentuk seperti harimau, tetapi lebih besar dan berwarna hitam. Perlahan lahan makhluk itu mendekat, membuka mulutnya lebar lebar dan mengaum dengan sangat keras di hadapannya.
" Woy, bangun !!, Sudah pagi. " Ucap Sabrina, adik perempuan Ahqi, sambil menepuk nepuk pipi kakaknya itu.
Seketika Ahqi langsung bangun dan duduk di pinggiran kasur. Ia terlihat ketakutan.
" Ada apa ? " Tanya Sabrina melihat tingkah kakaknya.
Ahqi hanya menggeleng gelengkan kepalanya. " Tidak, hanya mimpi buruk. Keluarlah dari kamarku. " ucap Ahqi yang kemudian pergi berjalan ke kamar mandi. Sabrina juga langsung keluar meninggalkan Ahqi.
Di kamar mandi, Ahqi masih memikirkan tentang mimpinya tadi. Masih terbayang bayang di pikirannya harimau hitam besar yang mengejar ngejarnya. Ia seperti pernah melihat harimau itu. Tetapi, tidak Ingat dimana ia pernah melihatnya.
Ahqi kemudian berusaha melupakannya. Melupakan tentang mimpi itu dan juga tentang si harimau hitam. " baguslah jika itu hanya sebuah MIMPI. " Pikirnya.
YOU ARE READING
MIMPI
Mystery / ThrillerSemua yang dilaluinya hanyalah serangkaian mimpi yang indah
