Prologue

50 7 1
                                        

Ruangan bernuansa putih itu mulai dipenuhi oleh kerumunan orang berseragam putih-putih dengan peralatan yang nampak mengerikan di samping mereka. Seluruh lampu dipadamkan dan hanya menyisakan satu lampu sorot besar yang menerangi suatu objek di bawahnya. Orang-orang berseragam putih itu mulai sibuk melakukan sesuatu pada objek tersebut.

Satu objek yang tengah dikerumuni oleh orang berseragam putih itu adalah seorang manusia.

Ia adalah seorang gadis cilik berusia 4 tahun yang baru saja mengalami kecelakaan.

Para tim penyelamat saat itu telah dikerahkan untuk menuju ke TKP bersamaan dengan beberapa mobil polisi setelah seorang warga memberitahu mereka tentang kecelakaan tersebut. Ketika mereka melakukan pemeriksaan dan pencarian korban, yang mereka temukan hanyalah gadis cilik tersebut dengan genangan darah yang mengitari tubuhnya. Mereka segera mengangkat tubuh gadis cilik itu setelah mengetahui bahwa masih ada tanda kehidupan padanya. Dan di sinilah mereka sekarang, tengah melakukan operasi penyelamatan pada gadis cilik itu meskipun dengan persentase keberhasilan yang sangat tipis.

Pada tubuh gadis cilik itu melekat banyak sekali peralatan rumah sakit untuk mempertahankan sisa nyawanya.

Entah sudah berapa lama mereka semua berusaha untuk menyelamatkan nyawa gadis cilik itu. Namun sayangnya layar monitor yang terletak di samping mereka menunjukkan satu garis lurus yang disusul dengan bunyi nyaring yang menandakannya.

Seluruh orang dalam ruangan itu menundukkan kepalanya.

Dokter yang sedari tadi menangani gadis cilik itu pun berhenti melakukan usahanya, kemudian ikut menundukkan kepalanya. "Kita sudah melakukan yang terbaik. Pindahkan ia ke kamar mayat."

Para suster yang ada ruangan itu pun mengangguk dan mulai mendorong ranjang milik gadis cilik itu menuju kamar mayat. Sesampainya mereka di ruang mayat, mereka segera menempatkan ranjang itu dan pergi keluar setelahnya.

Seluruh tubuh gadis cilik itu tertutupi oleh kain putih. Matanya terpejam dengan rapat, tubuhnya kaku dan kulit serta bibirnya pucat pasi. Seluruh sistem dalam tubuhnya saat itu telah mati.

Sebelum nyawa gadis cilik itu benar-benar akan terangkat dari tubuhnya, seorang pemuda dengan penampilan yang tampak bercahaya mendekati tubuh gadis cilik itu. Ia menarik kain putih yang menutupi dan memandangi wajah gadis cilik itu dengan seksama.

"Kau tak boleh meninggalkan dunia secepat ini," gumam pemuda itu dengan ibu jarinya yang saat ini tengah menyentuh dahi gadis cilik itu. "Aku akan membangunkanmu,"

Pemuda itu segera mengucapkan sesuatu dan beberapa waktu kemudian, cahaya merah keunguan keluar dari ibu jarinya. Ia kemudian memejamkan matanya, mencoba memfokuskan pikirannya pada sesuatu. Tak berapa lama ia merasakan energi dalam tubuhnya mulai melemah dan berpindah ke tubuh gadis cilik itu. Sedikit demi sedikit energinya tersedot hingga aliran darah berwarna merah pekat keluar dari kedua matanya. "Bangunlah, buka matamu."

Gadis cilik itu yang semula terbujur kaku seakan tak ada kehidupan lagi di dalam tubuhnya kini mulai bergerak.  Jantungnya yang semula berhenti kini kembali mengeluarkan detaknya dan mengirim aliran darah ke sekujur tubuhnya. Seluruh sistem saraf dan pembuluh darah yang beberapa menit lalu sempat berhenti kini mulai bekerja dengan semestinya.

Perlahan namun pasti, kedua mata gadis cilik itu mulai terbuka. Netra abu-abunya berusaha menyesuaikan diri dengan intensitas cahaya di ruangan itu. Ketika ia menoleh kearah samping, ia mendapati seseorang tengah mengalungkan sesuatu di lehernya setelah sebelumnya ia sempat mendengar orang itu mengatakan, "Kau akan membutuhkan ini, kumohon jangan melepasnya."

Setelah itu pandangannya terhadap orang itu mengabur. Sebelum titik kesadarannya menghilang, ia sempat menangkap wajah orang itu.

Ia...

Sangat tampan.

Lalu semua mendadak gelap dan berikutnya ia dapat mendengar derap langkah kaki mendekati dirinya.

--•••--

Saya masih baru di sini, bagi yang membaca silahkan tinggalkan kritik dan saran, hal itu akan sangat membantu bagi saya tentunya.

Semoga kalian enjoy dengan cerita-cerita kedepannya~ ^^

DARK ANGELWhere stories live. Discover now