one month

28 1 1
                                        

Pola pikirku memang belum dewasa, itu alasan kamu meninggalkanku, kamu lelah akan semua itu yang memang telah jelas menjadi kekuranganku. Tapi, aku lah laki-laki yang dengan sungguh hati ingin mencintaimu, saja. Belajar untuk menyayangi layaknya ayahmu yang sungguh menyayangi anak gadisnya. Aku lah yang bersedia menerima ketika kamu mengutarakan banyaknya kekuranganku tanpa pernah aku merasa itu adalah hal yang sangat menyakitkan, aku berusaha memperbaikinya. Dan aku lah yang tetap bertahan ketika emosi dan amarah menguasaimu dengan parah, mematahkan hatiku sepenuhnya, namun aku tetap bertahan. Karena aku percaya kita adalah orang yang sedang saling mengingatkan dan memperbaiki. Kamu mengingatkan aku, aku mengingatkanmu.

Kekuranganku adalah kelebihanmu, begitu pun sebaliknya. Jika saja kamu percaya akan hal itu, mungkin kita tidak pernah berpisah sejadi-jadinya. Maafkan jika aku terkesan egois, seolah menyalahkanmu, tapi suatu hubungan tidaklah ada yang sempurna, begitu pun orangnya.

Terkadang banyak orang lupa, ketika kita bersepakat untuk menjalin hubungan spesial dengan orang yang kita sayang, kita tidaklah dituntut untuk saling menghendaki, tapi kita dituntut untuk saling membenahi.

Aku masih saja mengingatmu, sebulan penuh ini kamu selalu saja hadir di mimpi-mimpi malamku. Untuk perempuan di bulan Desember, aku menyangimu dan itu selalu, jika kedepannya aku ingkar terhadap apa yang aku telah janjikan aku meminta maafmu, aku lebih baik dibilang bukan laki-laki sejati daripada memaksa untuk hal-hal yang kamu tidak inginkan, karena menurutku mencintai adalah menciptakan kebahagiaan. Biarlah masalah ingkar menjadi urusanku, dan menjadi dosaku. Genap di sebulan ini, memang wajar jika kamu beranggapan bahwa aku mengutarakan ini karena perasaan sayang masih menggebu, karena baru saja ditinggalkan. Tapi percayalah perasaan ini masih  dan akan terus menggebu.

Mungkin di sebulan ini kamu telah merasa bahagia dengan kesendirianmu atau bahkan kamu telah menemukan kembali orang yang bisa membuatmu bahagia, aku turut senang dan merasa bahagia. Seperti apa yang telah aku utarakan sebelumnya, sekarang aku hanya berharap agar kamu tidak membenciku. Jika kamu ingin mengingatku, ingatlah aku sebagai orang yang belum berhasil menyayangi orang yang ia sayang sepenuh-penuhnya, dan ingatlah aku sebagai orang berhak untuk kamu tinggalkan, karena telah ingkar terhadap janji yang telah ia ikrarkan.

DESEMBERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang