🎈The First part🎈

10 0 0
                                        

Namaku Sarasattiya, aku sekarang berada disekolah yang penuh gengsi tipikal & menakutkan, yaitu SMP 1 Surabaya. Kenapa aku menyebutnya tipikal dan menakutkan???. Karena sesaat lagi kau akan tahu alasannya...!!
Ibuku telah meninggal dunia, sejak aku menginjak kelas 2 SD. Dan sekarang, ayahku yang menjadi panutantu dan penyangga ketika aku harus roboh. Hidupku tak pernah begitu mengejutkan dunia. Setiap hari aku selalu menjadi bualan teman-teman perempuan di SMP ini.
Mereka seolah menjadikanku sebagai pelampiasan atas hidup mereka yang tidak adil. Ketika kelas 1 SMP, pikiranku penuh dengan imajinasi yang begitu indah dan sulit di percaya. Namun, ketika aku menginjak kelas 3 SMP, pikiranku kini penuh dengan percintaan yang menjijikkana...
Aku dikenal sebagai gadis berambut panjang hitam nan Naif. mengharapkan sesuatu yang tak mungkin ada. Tapi, aku yakin sesuatu yang nihil didunia ini pasti terjadi. Hanya saja tidak akan terjadi, jika pesimis.

🍃Pada saat itu, aku tak tahu harus melangkah kemana. Jalanku seolah sudah disediakan dan aku tak bisa membuat jalan yang baru lagi🍃

".hey, Ara. Whats up broo...". Adrian kerap menyapaku dengan panggilan itu.
Sosok gadis sepertiku bukanlah gadis feminim nan manja. Tapi, aku adalah sosok gadis kuat yang jauh tak terpikirkan oleh orang lain yang tak begitu mengenalku.

Pengalaman dibully sejak SD, membuatku menjadi sosok yang kuat dibanding diriku yang dulu. Teman-teman perempuan dikelasku tidak menyukaiku. Tapi, aku beruntung, setidaknya ada beberapa pria yang mau menjadi sahabatku.

".waww, kau masih cantik seperti dulu yah." puji Adrian.

".kau ingin mati?!." ancamku.

Adrian tersenyum puas, bisa mengerjaiku dipagi hari yang cerah ini. Gadis sepertiku memanglah sulit untuk ditebak. Aku jauh tertutup dari wanita lainnya.

".setelah lepas dari penjara ini, kau ingin masuk penjara apa lagi?." Adrian kembali menggodaku.

".husst.. Jangan bicara sembarangan!!. Nanti mereka akan menyindirmu lagi." ucapku.

".mungkin aku akan masuk penjara yang lebih menyedihkan lagi." Tambahnya. Adrian tertawa terbahak-bahak.

🍃yahh,, jika ada yang hidupnya lebih parah dariku, aku percaya. Namun, saat ini aku merasa hidupku yang lebih parah🍃

".hey,, ibu guru datang." teriak salah satu teman sekelasku.

".jika kau ingin masuk SMA manapun, katakan padaku. Aku pun akan masuk disekolah yang sama denganmu." Ucap Adrian sembari menatapku.

".kenapa harus ku beritahu?."

".karena aku yakin, kau pasti akan membutuhkanku." jawabnya polos.

Aku hanya bisa tersenyum lega. Dia adalah sahabatku. Sungguh sahabatku. Ucapannya, selalu membuatku tenang.

* * * * * * *

🍃masa ini adalah masa dimana kau harus menghabiskan waktu untuk lebih menghargai ciptaan Yang Maha Kuasa. Bagaimana langit & gunung-Nya terhampar indah🍃

Itulah yang sering dikatakan ibu Rihanna, salah seorang guru SMP ku. Pandangannya terhadap dunia jauh lebih imajinatif dari pada beberapa orang yang ku kenal.

Dia seolah ingin menyampaikan kepadaku, bahwa tak seharusnya gadis sepertiku menyandang status pacaran diusia ini. Seolah, dia takut akan apa yang harus ku lalui.

Adrian, dia tak memiliki komentar untuk masalah percintaanku. Dia hanya akan mengangguk, dan mengatakan "iya" atau "tidak".

* * * * * * *

Aku berjalan menyusuri lorong kelas. Gadis-gadis seangkatanku menatap dengan penuh seksama. Seolah menginterogasiku dari bawah hingga ujung rambut.

".bagaimana mungkin para cowok disekolah ini mau berteman dengannya?."

".mungkin, mereka melihat ada janggut, kumis dan kotoran diwajahnya."

Itulah kata-kata yang sering keluar percuma dari bibir merka. Diriku selalu menjadi pembahasan tatkala aku berjalan tepat didepan mereka.

".Tinggal hitung hari. Maka masa-masa SMP ini akan berakhir." ucap Andre.

".hadiah apa yang ingin kalian berikan padaku.?" Tambahnya.

".boro-boro ngasih hadiah ke loe. Ngingat aja gue ogah." Ejek Adrian, disusul pukulan bahu keras Ala Andre.

".kalau aku, kalian mau ngasih apa?." aku segera masuk diantara perkumpulan para pria itu.

".kalau kamu, kita bakalan ngasih seorang pria untukmu." kata Sofyan. Aku hanya tertawa kecil melihat kekonyolan mereka, teman-temanku.

"Tapi beneran deh. Perpisahan ini bakal buat gue nangis. Terlebih lagi Ara. Aku tidak tahu apa yang nanti akan menimpanya ketika di SMA nanti. Aku takut,dia tidak akan pernah bisa diterima para siswi." ucapan Andre mengheningkan semua kami semua. Mereka menunduk, tak saling bertatapan lagi. Seolah terpikirkan oleh kata-kata itu.

" hey ayolah. Ini akan berakhir. Tapi, pertemananku dengan kalian nggak akan berakhir." Aku mencoba menghancurkan suasana sedih ini.

Adrian menatapku. Ia seolah melihat sosok tegas dan kokoh dihadapannya. Dia selalu mengatakan padaku, jika aku selalu membawa keadaan menjadi santai.

🍃Iya, benar. Apa yang terjadi hari ini takkan pernah berakhir. Waktu memang akan berubah, tapi ia lupa bahwa ada sesuatu yang takkan pernah bisa ia ubah....🍃

" pertemanan.... Pertemanan kita takkan berubah." Sofyan melempar senyum polosnya ke arahku.

* * * * * * *

" surat yang ke-10, dari 2 pria." Adrian menyerahkan sepucuk surat ke hadapanku yang tengah memangku dagu diatas meja.

" dari??."

" Anthony, si pengagum Rahasia." Adrian tersenyum licik ke arahku, membuatku semakin cemberut.

" berhenti memanggilnya dengan julukan itu!. Tidak baik!." bentakku.

" loh kenapa??. Dia kan memang pengagum rahasiamu." bantah Adrian

" aku hanya tidak ingin mendapat surat lagi darinya. Dan aku juga tidak ingin dia menjadi pengagumku." Ucapku.

Adrian terdiam. Ia menatapku.

" kalau kamu nantinya menjadi seperti Anthony, bagaimana??" ledek Adrian.

" mana mungkin?!. Aku kan sudah selalu dekat dengan pria, mana mungkin mengagumi pria."

🍃Waktu itu, aku tak tahu kalau kata karma hidup didunia ini. Hingga apa yang ku katakan menjadi senjata untuk menikamku🍃

Sekian perkenalan tentang hidupku, kini beralih pada bagian yang sebenarnya....👉👉

You Have A Secret AdmirerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang