Aroma Lily

29 3 0
                                        

Aroma Lily

Sudah berjam-jam aku memandang gerimis di depan kaca jendela, tapi tetap saja tidak berhenti. Rintiknya pelan. Orang bilang kalau hujannya seperti ini bakal lama reda nya. Huftt.. aku memutar-mutar chanel tv. Tidak ada yang bagus. Hari ini lebih membosankan dari hari sebelumnnya.

Aku membongkar semua rak makanan. Perutku sudah mulai lapar. Didepan lemari es sudah ada memo kecil yang tertulis 'kalau ingin makan beli saja diluar, sudah aku sediakan uang'. Itu pesan dari ibu. Sepertinya dia sudah jadi ibu-ibu metropolitan. Sangking paginya bekerja, ibu sampai tak sempat menyiapkan makanan. Selalu saja, setiap pagi, tanpa berpikir 'putriku harus makan apa?' langsung saja pergi tanpa pamit. Aku masih mengotak-atik rak makan. Tidak ada apa-apa. Lalu.. aku harus makan apa?

Hujan akhirnya reda. Terpaksa harus cari makan di luar hari ini.

"bau apa ini?"

kucium bau parfum yang tidak biasa di mantel ibu. Bau parfumnya menyengat sekali. Aku tidak tahu sejak kapan ibu pakai parfum senorak ini.

Untung jarak antara rumah dan supermarket tidak begitu jauh jadi aku bisa berjalan kaki untuk sekedar mencari cemilan. Kalau sedang tidak enak hati seperti ini rasanya aku tidak ingin makan makanan berat. Tak lama didepan pertigaan, aku melihat beberapa orang memasang banner besar dengan gambar merek parfum disana. Sepertinya akan dibuka toko parfum disitu. Aku berjalan melewatinya. Bau parfumnya sampai menyebar kejalanan. Aku hanya menengok melihat sebentar beberapa parfum dengan merek terkenal yang dipajang diatasnya. Dan kemudian seseorang menabrakku.

"Egh, maaf..."

Seorang laki-laki dengan jumper hitam meraih manteku yang jatuh.

"Oh, tidak apa-apa"

Ia memperhatikanku sebentar.

"Apa kamu dari komplek sekitar sini?"

"Iyah, kenapa"

Ia mencoba memperlihatkan toko parfum itu

"Aku baru saja membuka stand toko parfum disini, apa kamu tidak mau melihatnya sebentar?"

Untuk sekedar mengisi waktu, aku meng-iyakan ajakannya.

Toko itu tidak begitu besar, tapi barang-barangnya tertata rapi. Sepertinya orang dengan gaya santai ini sedikit memperhatikan setiap inci toko miliknya.

"Aku belum pernah membeli parfum dengan merek mahal sebelumnya"

"Tidak apa-apa, aku akan memperkenalkan beberapa koleksi parfumku"

Ia mengeluarkan beberapa parfum dengan warna berbeda. Kemudian memperkenalkannya satu per satu.

Ia mengambil parfum warna hijau paling kiri.

"Ini parfum merek zannida, parfum ini sedang digandrungi anak-anak muda di Prancis. Baunya sedikit mind condong untuk orang dengan gaya kasual sepertimu"

Kemudian ia mengambil parfum dengan warna pink disebelahnya

"Yang ini sedikit feminim, mereknya Frans Lozera. Aroma baunya segar seperti orange blossom"

Aku melirik parfum dengan warna biru muda yang diletakkan paling kiri

"Oh itu koleksi parfum kesukaanku" dengan bangga ia menyodorkannya ke arahku

Aku memperhatikan parfum itu, kucium bau yang tidak familiar

"Namanya Sophia monthazier, coba cium"

Aku mencium baunya. Sedikit menyengat, kemudian aku ingat, ini seperti bau parfum milik ibu.

"Ini aroma apa?"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 18, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Aroma LillyWhere stories live. Discover now