"Kook,apa kau melihat sepatuku?" Tanya Taehyung pada jungkook yang tengah menyisir rambutnya.
"Tidak hyung,,memangnya kenapa?"
Jungkook balik bertanya.Kini ia beralih mengambil cemilan menganggur di atas meja.
"Aish kau ini bodoh atau apa sih? Sudah jelas jelas aku mencari sepatu ku,hilang kook hilang,kau masih bertanya kenapa?" Taehyung berdecak sebal,bayangkan saja sudah satu jam ia mencari sepatunya tapi tak kunjung ketemu.Ditambah jungkook yang super lemot membuat mood nya hari ini makin hancur.
(Oh,sepatu idamanku kau dimana? Kenapa kau tak bilang jika mau pergi) batin taehyung.
Jungkook menggaruk kepalanya yang tidak gatal,perasaan ia tidak salah bicara tapi kenapa malah kena amukan si mr.Elephant?.apa hyungnya sedang PMS?.
"Hyung,aku tadi...."
"Stop!.jangan bicara lagi." potong taehyung.
"Kau membuat kepala ku semakin pusing saja kook."
"Tapi..."
"Kubilang berhenti kook,apa kau tidak mendengar?" Potong Taehyung lagi sambil menunjuk jungkook agar berhenti berbicara.Lalu melangkahkan kakinya menuju pintu ingin keluar.
"Yasudah,padahal tadinya aku ingin memberitahu mu kalau sepatu yang kau cari di pakai sama jimin hyung."
Seketika langkah taehyung terhenti dan berbalik menghadap jungkook yang sibuk memakan cemilan kesukaan nya itu disofa.
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi?" tukas taehyung mulai tersulut emosinya menghadapi si maknae yang rada rada.
"Aku ingin mengataknnya tadi tapi kau selalu memotong ucapanku." Bela jungkook.lalu ia berdiri menghampiri sang hyung nya dan berkata
"Kurang baik apa coba aku hyung.Asal kau tahu jimin hyung memintaku untuk tidak memberitahu mu soal sepatu mu,tapi aku memberitahu mu hebat bukan?.Berterimakasih lah pada adikmu yang tampan ini ,,jika tidak ada aku mana mungkin kau tahu keberadaan sepatumu sekarang."
(Ini punya adek satu kok bodohnya minta ampun) taehyung membatin.
"Ya,ya,,,Aku minta maaf.Dan terimakasih Tampan berkatmu aku tahu di mana sepatu kesayanganku sekarang." taehyung menekankan kata nya ,lalu ia berbalik melangkah keluar kamar untuk menemui Jimin si bantet.
"Oh!,,Sama sama hyung." Balas jungkook dengan bangganya,seolah ia telah memenangkan perlombaan.
Beberapa detik kemudian ia baru tersadar "Omo!!!! Apa yang aku lakukan?.kenapa aku memberitahu nya! Kuharap mereka tidak akan berperang setelah ini."
Lalu ia melangkahkan kakinya terburu buru keluar kamar untuk menyusul Taehyung.Segera mengecek jika kedua hyungnya itu tidak bertengkar.
Dan benar disini mereka sekarang diruang keluarga sedang perang mulut antara Taehyung dan Jimin.
Jungkook merutuki kebodohannya karna mulutnya yang ember itu kedua hyungnya jadi bertengkar seperti sekarang ini.
"Kenapa kau memakai sepatuku,hah?" tanya taehyung yang sudah mengembang kempiskan hidungnya menahan emosi.
"Apa kau bilang?.Sepatumu?.apa aku tidak salah dengar?." balas jimin tak mau kalah dan terdengar seperti sebuah ejekan.
Kini Taehyung berkacak pinggang sambil menatap tajam jimin.
"Yak!! Itu memang sepatu ku bodoh!"
"Sepertinya kau memang sudah tidak waras.Dengar sepatu ini bukan milikmu tapi milik kookie dan aku meminjam nya baru 2 jam yang lalu jika kau ingin tahu."
"Pokonya aku tidak mau tahu,kau harus melepasnya sekarang juga.Atau.."
"Atau apa?" Potong Jimin
"Kau akan menghajarku?aku tidak takut sini maju kalau kau berani" Lengan kaosnya sudah diangkat seperti ingin bertarung dengan musuhnya.
Jungkook yang melihatnya bergidik ngeri.Daripada ia lama lama disini lebih baik menghindar dari pada terkena amukan kedua hyungnya.
"Aku akan mengadukanmu pada jin hyung." Tantang Taehyung.
"Silahkan saja aku tidak takut,dasar anak manja"
"Apa kau bilang?"
"Ani,kau itu bodoh"
"Yak,beraninya kau?"
Jimin memeletkan lidah nya seolah mengejek Taehyung,berharap V makin emosi.
Tapi nyatanya tak sesuai harapan,V malah berbalik menuju tempat Jungkook berada.
"Bayi bodoh dimana kau hah?"Teriak V
Jimin malah mengikutinya dari belakang.
"Ya dimana kau bodoh?"Jimin berteriak mengikuti V.
"Gara gara kau aku dan si bantet Jimin bertengakar kau tahu?" Ceplos V sambil berteriak.
