Quirkyalone

57 3 0
                                        

Aku pernah meminta di sujud sepertiga malam pada Tuhan, untuk kirimkan seseorang yg begitu mencintaiku apa adanya, dengan derai air mata yg tak henti henti nya mengalir,

dengan sangat lirih" aku meminta maaf jikalau aku tak bisa menjaga hatiku hanya untukMu", ucapku pada Tuhan ,

" maafkan aku tuhan, jikalau aku telah melabuhkan hatiku pada makhluk ciptaanmu", namun aku selalu berusaha untuk tetap tidak berubah wahai cintaku padaMu tuhan",

dengan nafas yg terseguk aku lelah menangis begitu hebatnya tanpa adapun suara, aku takut membangunkan suasana malam yg damai menjadi pertanyaan "kenapa menangis?",

Jadi ku bisikkan saja sajadah itu dengan sangat lirih aku meminta padamu, maafkan aku yg selalu banyak meminta, tanganku penuh dengan air mata, lalu harus ku pungkiri kembali bahwa aku benar benar meminta dengan sangat dalam,

Seseorang telah menyakiti ku, menyakiti dengan secara perlahan tanpa adanya kepastian , tidak ada perempuan yg merasa digantungkan dengan kepastian, hanya saja dia merasa tidak ada kepastian yg begitu jelas,

"aku lelah memainkan permainan yg selalu begini, aku kehilangan teman teman ku karenamu", gumamku dalam hati saat menatap dia.

Hanya karena ingin menjauhimu maka secara terpaksa aku harus pula menjauhi teman teman disekelilingmu, aku sangat sayang padamu, namun seketika kasih sayang itu berubah menjadi benci ,

Hatiku begitu enggan mendengar namamu,
mataku begitu berpaling ketika kau menampakkan wajahmu ,
kakiku berhenti ketika kau didepanku,
jiwaku enggan berdamai denganmu,
mulutku enggan berbicara kepadamu,
namun ada satu hal yg harus kamu tau,
tanganku selalu ada untukmu, untuk selalu mengulurkan jika kau merasa terjatuh sendirian dalam kegelapan,

kini aku mulai berfikir dewasa, ku katakan pada diriku sendiri ,"tak mengapa jika sayangku ini hanya bertepuk sebelah tangan, aku kini tak peduli lagi bagaimana balasan hatimu, aku tidak mau tau, yang terpenting aku masih bisa melihatmu,

masih belum terlambat untuk memperbaiki semuanya,
aku akan mengagumi mu saja dari jarak yg begitu jauh,
dari suasana hati yg begitu tenang, dari doa yg selalu ku panjatkan tengah malam,
dari senyuman yg ikhlas kuhapuskan, dari angan angan yg entah tidak mungkin lagi kuwujudkan,

Siapa dia yg membuatku berani ikhlas ini, biar aku saja yg mencintai,

yah dia adalah sosok yg sederhana , sesederhana aku mencintaimu,

dia adalah sosok yg tinggi ,
setinggi aku berimajinasi tentang mu,

dia adalah sosok yg manis, semanis doaku untukmu,

dia adalah sosok yg baik, sebaik aku menyembunyikan perasaanku padamu,

dia adalah sosok yg humoris, namun tak sehumoris perasaan ku padamu, karena perasaanku bukan candaan, ini adalah keseriusan.

Dia bernama Hito, nama panjangnya adalah Naufal Hito, dan aku ini adalah gadis yg bernama Farah, biasa teman temanku memanggil "Fah" ,

aku baru memberanikan diri untuk menyayangi dia ketika hati ini berkata "dia baik, benar benar baik",

tidak ada salahnya jika kamu membukakan hatimu, hati yg telah lama mati, mati dalam angan angan seseorang yg kubiarkan dia hempaskan hatiku melayang keatas awan, dan akhirnya dia hempaskan pula sakitnya dijatuhkan dari ketinggian ,
seperti ada gravitasi bumi yg seolah pada ketinggian maksimal akan terjatuh juga,
hatiku remuk begitu hancur, hingga aku sulit bernafas untuk setiap detik jam yang berlalu,

kau boleh patahkan tulangku tapi jangan patahkan hatiku, karena tulangku masih banyak dan masih bisa tumbuh,

sedangkan hatiku , aku hanya punya satu, tolong jangan patahkan hatiku,

Syafakillah Untuk HatiWhere stories live. Discover now