"Dalam kasus ini, kaulah tersangka
Hanya sedetik kedipan mata
Kau masuk kecelah hati tanpa penjaga
Jantungku kocar - kacir dibuatnya
Akankah kau bertanggung jawab?"
Dalam hal ini, satu kedipan mata aku terpana. Dua kedipan mata, aku cinta. Kau, gadis sederhana yang membuat hati ini luluh lanta. Memesona, berani dan murah senyumnya. Tanpa komando hati ini bergerak menujumu, tapi raga ini menolak karena malu - malu. Dengan alasan belum siap untuk maju. Entah malu atau ragu.
Jantungku tak pernah bersemangat seperti ini. Darahku pula tiba - tiba sederas ini, seperti tikus kecil yang berlari. Nafasku tak berarturan, seperti maling dikejar setan.
"Jika aku nyatakan perasaan ini apa akan kau terima?"
Banyak orang bilang cinta pada pandangan pertama hanyalah mitos belaka. Tapi ku rasa ini jauh berbeda dari presepsi mereka. Sebenarnya, saat itu aku pun tak tahu itu suka, sayang atau cinta? Karena tiga hal itu sangatlah berbeda.
Hingga pada akhirnya setiap malam aku hanya meratapi bulan yang menertawaiku sembari merenungkan rasa apa yang hinggap di dadaku.
"Apa sih itu?"
YOU ARE READING
DEDUKSI, Sebuah Ujung Pencarian
PoetryLonglist wattys2018!! ...... Sebuah DEDUKSI dari pencarian panjang. Menciptakan ilusi, bayangan, kekecewaan dan kebahagiaan yang timbul tenggelam silih berganti. Perjalanan penuh teka - teki, penuh kejutan hingga datangnya sang kebahagiaan. Jangan...
