"Eh cabe lo punya mata ga liat sepatu gue kotor " dengan nada yg seperti kelebih manja itu membuat kanaya kesal setengah mati ingin rasanya ia menjait mulut laura yang membuat nya kesal pagi ini "heh, ya kali gue sengaja nginjek sepatu lo, kurang kerjaan banget gue kalo emng gue sengaja" protes kanaya yang tidak terima
Begitulah perdebatan singkat yang terjadi tadi pagi membuat mood kanaya turun.
"kayaaaa, lo dari mana aja ini uda jam 8 bel jam 7 loh. " ya sahabatnya ini lebih suka memanggil nya kaya karna jika memanggil kanaya terlalu panjang seperti kereta "biasa gue kesiangan"jawab seadanya .
"Oh gitu, tapi ko muka lo nekuk banget gitu sih?." "gue tadi ga sengaja nginjek sepatu nenek lampir." mata kanaya sambil memutar malas karna mengingat kejadian tadi. "oh gitu,yauda abis pelajaran ini kita ke kantin aja soalnya kata anak anak bu Rani ga masuk tuh." Ajak belfa "oke deh ." "Tapi kaya nya sebelum kita ke kantin lo dapet masalah dulu dari pak Wawan." Ya pak wawan guru kiler yang sedang mengajar di kelas Kanaya,tadi sebelum Kanaya masuk ia sedang Keluar karena di panggil kepsek "kanaya jelita siapa yg nyuruh kamu masuk kelas saya tanpa seijin saya!." Perasaan kanaya saat ini sangat campur aduk *mami jemput kanaya, kanaya gacuat dengan ujian ini mami :(* ucapnya dalam hati "kamu ditanya malah diem,jawab saya!." "Anu pa, guru piket tadi nyuruh langsung masuk padahal kan saya mau kekantin dulu pa." Belfa yg melihat kanaya hanya bisa geleng kepala pasalnya sahabatnya satu ini sangat tengil "kamu ya, lari 10 putar lapangan saya akan pantau kamu terus,habis itu baru boleh ikut pelajaran saya!!." Bukan takut kanaya malah senang karena ia bisa bebas dari singa seperti pa Wawan ini "oke pa siap" pak Wawan sudah lelah dengan tingkah muridnya satu ini.
Ya dari awal dia berlari sampai usai hukuman pa Wawan selalu memantau nya dari jauh "plis deh gue cape banget bel, beliin gue minum gue ga kuat berdiri nih:(." Karena kasihan belfa bergegas membeli air untuk kanaya "gue ga abis pikir apa lo ga cape di hukum terus?." "Ya gue cape sii , lo tau lah kenapa gue berubah gini ." Ya belfa tau benar apa yg membuat sahabatnya berubah 180 derajat "gue tau lo sulit buat ngadepin ini tapi gue yakin lo bisa keluar dari zona ini ka." Belfa menguatkan kanaya dengan senyumnya "gue mau ke loker abis itu ganti baju deh, btw gue duluan nanti lo langsung ke kelas aja bel "oke deh" belfa tau bahwa kanaya berbohong dia bukan ke loker tapi ke rooftop tempat yg paling tenang bagi nya untuk mencurahkan isi hatinya.
"Kenapa lo pergi di saat gue butuh lo bi, I not like in situation bi cause of you ." Sambil menangis ia memandang ibu kota yg padat "gue berubah karna lo bi ." Tidak di sangka dari ke jauhan ada orng yg sedang memperhatikan kanaya "lo ngapain disini istirahat udah selesai ." Ujar orng itu dengan suara lembut "lo siapa ,dan ngapain lo nyamperin gue?." Kanaya terkejut karna telah tertangkap basah sedang menangis di rooftop sekolah "gue ketos,uda mending lo ke WC dulu bersiin muka lo itu banyak ingusnya ."ucap berbohong "hih." Kanaya pergi ke wc sambil bergerutu "cewe tadi kenapa ya kaya ada beban yg gabisa di ceritain ke satu orng pun ." Ucap briyan
"Gimana uda mending ka?." "Lumayan tapi gue di samperin ketos jadi gue cepet balik kesini ." Dengan kesalnya "oh gitu yauda nanti lagi lo ceritanya bentar lagi guru masuk.
"Nah gitu ceritanya." "Ko bisa ya dia dateng ke rooftop padahal kan dia ketos pasti sibuk ngapain dia maen2 ke rooftop ?." "Mana gue tau lah , bukan urusan gue juga tuh." " ih ngeselin lo ." " Ko gue sii ada juga lo kenapa nanyain ketos itu?." "Ya gue kepo aja gitu ngapain dia nyamperin lo ." "Uda ah gue pusing mau tidur ." " jangan dulu dong kay ii kay ." Sambil terpejam matanya ia pun memikirkan nya mengapa ketos itu menghampirinya tapi bukan kanaya jika iya tidak bodo amat .
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
jangan lupa kasih gue vote biar semangat bikin ceritanya okee ,tengkyu uda baca cerita absurd ini 😊😊
YOU ARE READING
know?
Teen FictionKamu tidak perlu tau perasaan ku karna aku takut kamu terganggu dengan perasaan ini.
