HI, selamat datang di cerpen yang rada panjang ini. Semoga suka yaa
Happy reading 💐
⏬
⏬
⏬
"Hi" Amira melangkah mendekati Zafa di dekat jendela. Entah sejak kapan Zafa ada disana. Tapi yang pasti, saat Amira melihat Zafa dia akan langsung menghampirinya.
"Lagi apa ?" Amira duduk agak jauh dari tempat Zafa berdiri.
"Nggak ngapa ngapain"
"Gue boleh nanya nggak ?"
"Hm"
"Lo masih marah sama gue ?"
Zafa hanya diam. Pertanyaan ini sudah ribuan kali ia dengar dari Amira, jujur ia bosan. Tapi ia harus bisa menahan dirinya.
"Gue cabut"
Zafa meninggalkan Amira dalam diam.
....
Amira berjalan di koridor sekolah, mencari cari letak Kania, sahabatnya.
Dan disanalah gadis putih itu berada, didekat lapangan sedang mengamati beberapa anak laki laki yang sedang bermain bola.
"Woyy"
Amira berhasil mengagetkan Kania.
"Lo ngliatin siapa si? Zafa ?"
"Ihhh, tau banget si lo. Sumpah deh tu Zafa ya allah gantengnya kek duren dibelah dua. Umpama buah ni ya, Zafa itu udah kaya alpukat, manisnya ampek bikin enek saking banyaknya. Trus ya trus yaa..."
Karis segera membungkam mulut Kania sebelum gadis itu nyerocos kemana mana.
"Iya iya percaya pacar lo ganteng, manis, iyaa"
"Iya tapi ini lepas dulu tangan lo, sesek gue"
Karis segera melepaskan tangannya agar Kania bisa bernafas.
"Eh, btw lo kapan nyusulin gue. Zomblo bin abadi lo tu dikurangin napa"
"Rese luu. Dulu lo juga pernah jomblo tauk"
"Tapi kan lo belom pernah punya pacar. Wleekkk"
"Dasar cicinguk kejam banget sama temen. Gini gini gue pernah suka sama cowok tauk"
"Masakkk???!"
"Hm" Karis manggut manggut.
"Siapa ? Kenalin gue dongg, kalo ganteng biar gue tikung lu"
"Gila lo, trus si Zafa mo lo kantongin ?"
"Ya nggak lahh, bisa kena cium gue ntar"
"Huekk, jijik gue"
"Buruan kasih tau dong mirr"
"Nggak ah, lagian udah kandas juga"
"Hah, ga mutu banget lopelopean lo, jangan bilang lo cinta diem diem ?"
"Emang iya"
"Jahahaha. Jaman skarang masih ada begituan ? Ikut perang negara api aja skalian. Jhahahaha"
"Ihh, rese lu. Bay!" Amirapun meninggalkan Kania yang masih semangat menertawakannya.
....
Hari ini Kania menginap di rumah Amira, mereka ada PR bersama yang harus segera dikumpulkan besok.
Tapi bukannya belajar, mereka malah sibuk main PS.
"Woyy, curang loo. Jangan dorong dorong dong"
Karis menggeser tubuhnya menghindari tangan Kania.
"Yakkk, gue menanggg!! Hu huy huhuyyy "
Amira melompat lompat girang sambil memamerkan kemenangannya pada Kania.
"Ogah ah, perasaan tiap kali main di rumah lo gue kalah terus"
