Satu.

237 6 6
                                        

20.15

  Semoga waktu akan mengilhami sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban hingga akhirnya kau pun mau
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau tak akan pernah tahu🎶

Terlihat seorang gadis yang sedang duduk di balkon Kamarnya sambil menggunakan earphone dan membuang napasnya beberapa kali. Sekarang berganti dengan sesenggukan. Ah konyol ternyata dia menangis karena sepenggal lagu yang sedang didengarnya.

Hampir tak sadar karena dia berada diatas balkon, bisa-bisa dia terjatuh dari sana. Dan akhirnya dia pindah tempat ke atas springbed-nya sambil melanjutkan kesedihannya.

"Aaaaa ara baper mamaaaaa...oke, sekarang ara harus diem gaboleh nangis! Diem, diem, diem!" Kali ini dia berganti posisi lagi sambil menampar-nampar mulutnya. Astaga konyol syekaleh.

"Ayo ara pasti bisa diem! Gaboleh nangis, nanti tetangga semua pada bangun araaaaa!" Semangatnya  dia seperti chearleader dan terus meloncat-loncat sambil komat-kamit gak jelas. Ada aja caranya agar berhenti menangis.

Tok tok tok...

"APA? SIAPA? TOLONG JANGAN GANGGU YA ARANYA LAGI BOBO!"

"AH DASAR BOCAH! TERUS YANG SEKARANG NGOMOMG SAMA GUE ITU SIAPA? BUKA PINTUNYA WOY!"

"JANGAN BERISIK ARA LAGI BOBOOOOOO!"

"BUKA PINTUNYA KALO GAK GUE DOBRAK BIAR RUSAK SEKALIAN!"

"JANGAN DONG! KASIAN ARANYA LAGI BOBO!"

"SATU, DUA, TIG-

"AH IYAIYA BENTAR YA ARANYA BANGUN DULU!"

"BURUAN!"

akhirnya setelah perdebatan yang tak kunjung usai, ara membuka pintu kamarnya hanya beberapa centi dan mengintip dari sana.

"Apa sih? ada apa?"

"Ngapain lu tadi?"

"ngapain apanya?"

"Lu tadi ngapain didalem kamar? berisik banget sampe bawah!"

"Engga kok, orang ara lagi bobo tadi."

"Hilih-

"Khintil!"

"Eh bocah!"

"Hehe maap."

"Lu nangis ya?"

Sekarang ara sendiri yang kelalapan bingung harus jawab apa. Tangannya mengusap bekas air mata dipipinya. Akhirnya dia mengaku juga sambil membuka pintunya lebih lebar.

"Iya ara nangis."

"Uh kacian, cini-cini."

Dan ara pun mendekat alih-alih memeluk abangnya. Tapi abangnya malah menahan bahunya sambil menatap penuh duka.

"Cup cup cup!" sambil menepuk-nepuk kepala ara yang sekarang membuatnya menangis kembali. Ah abangnya memang sangat perhatian dan baik hati ya.

"Sini deh!" Ara pun makin mendekatkan telinganya."Apa?"

"DASAR BUCIN!" Sudah bicara seperti itu abangnya langsung meleos pergi. Yang membuat ara semakin gondok sendiri sambil menahan tangisnya."MANGKANNYA JANGAN KEBANYAKAN NGEMIL MICIN!"

"GAUSA NGEGAS MONYET! DASAR ABANG GATAU DIRI! HUWAAAAA MAMAAAAA..." dan akhirnya ara pun kembali menangis.

🥀

   "WAH GAWAT!" suara kencang itu jelas terdengar di telingaku. Ah tunggu! Jam berapa sekarang?

"AAAAA." Suara apa lagi itu? Aku melempar jam weker- ku dan langsung berlari keluar kamar. "Apa? Ada apa?" kata yang pertama aku ucapkan saat aku sampai diruang tengah. Apa ini? Semuanya terlihat sangat berantakan. Dan mengapa si kutu loncat itu ada diatas lemari buku?.

"AAAAA ARA TOLONGIN GUEEEEE!" lihat? Apa-apaan dia merengek sambil menyeimbangkan lemari yang hampir jatuh seperti itu?

"ARA CEPET BUNUH KECOA ITU!" dan lagi? Kejadian ini benar-benar sangat memalukan! Aku langsung mengambil barang apapun yang bisa mematikan kecoanya.

"Udah? Akhirnyaaaaa."  Dia turun dari lemari dan membuang napas lega. "Gak usah lebay!" Aku langsung beranjak dari ruang tengah dan kembali ke kamar.

"Etdah tungguuuuu!" Apa lagi sekarang? Aku sangat ngantuk dan ingin kembali tidur. "Bantuin gue dong!"  Oh ayolah aku sangat jijik mendengar dia seperti itu.

"G tq." iya hanya itu kata yang aku ucapkan dan setelahnya aku kembali ke kamar.

"Ara sayaaaang. Ayo dong bantuin gue beresin semuanya!" What? Cuih! Apa lagi mendengar dia berbicara seperti itu. Aku langsung buru-buru masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya. Setelahnya dia hanya menggerutu sendirian diluar kamar. Ah aku tidak peduli dan melanjutkan tidurku. Lihat saja besok, akan aku ceritakan kejadian tadi pada pacarnya. Balas dendam itukan menyenangkan.

🥀

°Jangan ikuti adegan diatas°

Ini cerita pertama taca btw:v
Gada yang nanya juga gapapa:(

Maacih buat pembaca yang sudah membaca~
BELEDAG DUAR MWAH:*

Salamander🙄

00.00Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang