Aku

134 6 15
                                        

Icha Maru, keturunan chinese kelahiran jakarta 31 Mei 95 berzodiak Aries tinggal di Pulau Bangka Belitung yang pindah ke Bogor dan setelah lulus bekerja di Tangerang. Pelupa, cengeng, ceria,ngantukan sampai dibilang tukang tidur yang menjadi ciri-ciri sifat golongan darah AB itulah aku.

"Kok bisa sih cha lu pindah ke Bogor?" tanya seorang temanku.
"Ya bisa lah disini aku dibiayain Om, karena ortu gak punya biaya buat sekolahin gw" jawab aku jujur.
"Lah gua kira mah lu orang kaya cha liat dari tampang lu."
"Yah namanya juga hidup kadang di atas kadang di bawah."

Kata siapa masa SMA indah? Huft aku cuma bisa menghela nafas, kadang aku iri liat teman-teman aku, mereka bisa sama orang tua mereka masing-masing dan hidup bahagia. Gak kayak aku yang harus banting tulang untuk sekolah di tempat om aku. Wow kadang hidup aku sangat menakjubkan untuk seorang anak usia 15 tahun. Terkadang aku bangga dan bersyukur karena masih bisa sekolah walaupun aku harus biayain diriku sendiri.

aku sekolah di salah satu SMK Farmasi di Bogor. kamu tahu kan farmasi itu gimana? Ampun deh banyak banget deritanya. Di saat anak SMA bisa sekolah dengan gaya anak alay yang Wow, kita nih sebagai anak farmasi ke sekolah bawa-bawa buku farmakope yang isinya bahan baku obat yang tebalnya sekitar 1000 lembar, yaa kurang lebih setebal buku Harry Potter lah.

Eitss, itu baru Farmakope, belum lagi nih kalo ada praktek ilmu resep kita harus bawa-bawa alat praktek seperti botol obat yang warna coklat dan bening, mortir dan stamper (ulekan obat, tahukan beratnya ulekan di rumah yang dari batu? Begitulah kira-kita), Jaslab (gaya-gaya an kesannya kayak dokter gitulah pake jas putih). itu kita bawa hampir setiap hari kalo mau berangkat ke sekolah. Tiap naik angkot nih pas abangnya menghajar polisi tidur, itu isi kotak bunyi kayak mangkok pecah. " neng ke sekolah bawa mangkok?" ledek abang angkot
" iya atuh bang mau ngerujak nanti" jawab teman ku kesel."

Masuklah anak SMA kedalam angkot. Tahukah anda? Apa yang di bawa anak SMA ke sekolah? Lipstik, sisir dan kaca. Hahahaha. Bedain aja sama anak farmasi yang tampilannya kucel in the kumel apalagi kalo dah pake seragam putih-putih yang di cucinya kurang bersih karena kena bahan kimia di laboratorium. Beda 360°.

Waktu SMK yang sering aku lakukan adalah nangis di sekolah. Aku merasa kelasku itu adalah kamar kedua aku yang gak ada siapa-siapa yang bisa aku jadiin tempat nangis setiap hari. aku nangis ya karena masalah di toko om aku tempat aku di gaji buat sekolah. Ya aku merasa tertekan saat itu. aku gak boleh pergi main, pulang sekolah aku harus langsung kerja, nimbang terigu, nimbang gula ya layaknya kuli-kuli di toko sembako. Tapi aku selalu bersyukur karena didikan keras om, aku bisa menjalankan hidup yang lebih baik sekarang. aku bisa bersyukur karena aku harus punya semangat yang tinggi untuk cita-cita aku. Makasih Om, walaupun icha belum pernah ucapin langsung setidaknya lewat tulisan ini Icha berani utarain ke om.

Sebenarnya Mimpi aku adalah menjadi penyanyi sejak kecil, bisa di bilang itu adalah cita-cita.
Aku terbiasa berdiri diatas panggung yang megah dengan gaun bewarna kuning dengan corak bunga keemasan layaknya BELLE di film beauty and the beast dan menyanyikan lagu dengan nada yang tinggi seperti Celine Dion. Arghhh sayangnya itu hanya khayalanku.

Terkadang aku merindukan keluargaku. keluarga yang begitu dingin tanpa kasih sayang dan kelembutan didalamnya, walaupun aku tahu mereka sangat menyayangiku. Tapi aku tak pernah merasakan hangatnya sebuah keluarga. yang ku tahu keluarga itu seharusya bisa mendidik anaknya dengan hasil kerja keras mereka sendiri. Kecewa? ya aku kecewa sampai pada suatu hari di kelas setelah air mataku tergelinang dengan penuh emosi yang membara didadaku aku berteriak dalam hati "aku lelah ma, lelah sekali dan rasanya ingin berhenti." kata-kata yang ku pendam selama berhari-hari bahkan bertahun-tahun yang tidak pernah kukatakan kepada orang tuaku karena aku menghargai mereka dan tak ingin membuat mereka kepikiran. Aku mengambil secarik kertas dan menuangan apa yang ada dipikiranku dan dihatiku dalam bentuk bait dan sajak yang sampai saat ini masih ku simpan dan ku pendam sendiri untukmu mama.

"For you my Mom"

Ingin ku rasakan lagi

Sentuhan hangat tanganmu

Belaian kasih sayangmu

Ucapan semangat dari tutur lembutmu

      Rinduku padamu terpendam

      Dalam hatiku tanpa ada yang tahu

      Aku sangat ingin bertemu

       Hanya ingin memelukmu

Waktu kian berlalu

satu tahun kita tak bertemu

Ku hadapi semua cobaan

Tanpa ada yang mengasihiku

  Siang malam ku terbayang wajahmu

  Suara serta kasih sayangmu
 
Aku merindukanmu ibu

  Sangat Rindu kepadamu.

"Apa tujuan hidup kita?" tanya guru agama disekolahku

"bahagia pak, menggapai cita-cita." jawab murid dikelas

"semua nya salah. tujuan hidup kita adalah Mati."

semua menjadi hening sekejap karena tidak mengerti dengan apa yang di maksud pak guru. 

"kamu, ya kamu Icha apa kamu mau mati?"

"mau pak" jawabku geram setengah menahan isak tangis yang sudah tidak kuat ku bendung lagi. Aku sedang tak waras saat itu. mungkin aku sedang galau dan memang sudah tak ingin melanjutkan hidupku sehingga aku bisa menjawabnya dengan lantang.

"Kamu yakin mau mati? kalau kamu mati sekarang kamu siap?" 

ku tundukan kepalaku dan ku goreskan penaku ke buku dan tanpa ku sadari setetes air mataku jatuh. Aku yakin guru ku yaitu pak Cecep mengamatiku dan tidak lagi melontarkan pertanyaannya kepadaku. Mungkin di hatinya yang tedalam bertanya-tanya apa yang sedang dipikirkan olehku,gadis lugu yang berusia 15 tahun dengan lantangnya menginginkan mati disaat teman sebayanya menikmat kenakalan masa remaja yang indah.

Aku adalah salah satu murid yang bisa dikatakan pintar disekolah. Dengan waktuku yang terbatas aku bisa mengerjakan semua ujian sekolah dengan begitu mudahnya, semudah membalikan telapak tangan. Aku bersyukur karena Tuhan memberikan ku kelebihan dibalik kekuranganku.

"aku tahu Tuhan merencanakan sesuatu untukku. Tuhan sedang menguji aku apakah aku pantas untuk mendapatkan kebahagian yang utuh kelak. Tuhan pasti sedang memilih seseorang yang bisa dipercaya untuk mendapatkan kesuksesan lebih awal, dan aku sangat yakin itu." 

Kata - kata penyemangat ketika aku sedang drop drastis. meskipun air mata berlinang dipipiku aku selalu mengucapkan kalimat itu dengan lantang dan penuh percaya diri bahawa aku adalah makhluk yang paling beruntung karena harus melewati cobaan diusiaku yang dibilang cukup dini. dan lagi - lagi aku menulis dan selalu menulis yang ku sebut puisi tak berjudul dalam buku diariku.

Ketenangan membuat hatiku damai

Ketenangan membuat hatiku tentram

Ketenangan membuat hatiku aman

Ketenangan membuat hatiku gembira

         Tersenyum dalam hati yang luka

        Tersenyum dalam hatiku yang                

        hampa

        Duniaku indah bila kulihat
        semua

        Orang - orang itu tersenyum

        dengan cinta

Tuhan terima kasih tlah kau berikan 

Anugrah terindah dalam hidupku

Terima kasih atas segalanya

Yang telah kau rencanakan untukku.

Rasa syukur yang tak pernah lepas dari diriku seakan membuatku jauh lebih dewasa dibanding teman sebayaku. bila aku tak dapat melewati semua itu  mana mungkin aku akan menjadi aku seperti yang sekarang yang di usia 22 tahun dibilang punya pemikiran yang kolot. itulah masa laluku, kenangan teridah dan terpahit dalam hidupku yang sangat aku syukuri.

By :  Lisa Margareta

Tunggu cerita selanjutnya di bagian 2

jangan lupa komen kritik,saran dan bintangnya ya :)













LavieTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang