Gaun putih

113 7 0
                                        

  Gadis itu dengan gaun putihnya terdiam di bangku dekat jendela rumahnya melihat bawah yang diluar sedang hujan dengan derasnya. Air itu turun seperti badai. Gadis itu memikirkan kejadian 5 tahun lalu.

Pada saat itu di tengah hujan deras ia pergi bersama ayahnya membeli gaun putih dan sepatu hitamnya. Gadis keturunan darah biru ini memikirkan saat itu ayahnya meninggal saat mengemudi bersamanya.

Ayahnya yang kala itu sedang menyetir terlampau kencang akibatnya terpental, ayahnya yang terpental keluar mobilnya jatuh tersungkur di jalan.

Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri ayahnya yang tersungkur di tengah jalan mengeluarkan darah dari tubuh gagahnya saat hujan deras tiba. Seakan dia benci hujan.

Ibunya yang depresi akan hal itu menjadi wanita cantik yang gila seakan psikopat dia ingin membunuh siapa yang dia dendam.

Gadis itu hampir saja di bunuh. Karena takut pembantu dirumahnya pergi entah kemana di susul dengan ibunya yang pergi dan tidak kembali lagi dengan meninggalkan mayat mayat manusia yang dibunuh oleh ibunya.

Ia mengenakan gaun putih untuk pesta ulang tahunya yang sudah kumuh, saat itu ia ingin mengadakan pesta ulang tahun dirumahnya.

Dekorasi dekorasi yang sekarang sudah rusak menjadi tempat mengenang masa lalu Sarah, ya nama gadis itu Sarah.

Dia yang kala ini harusnya di bangku SMA, dia Diam saja dirumah tidak Tau ingin berbuat apa. Ibu, ayah, dan pembantunya sudah pergi. Ia makan dari tanaman yang ada di belakang rumah atau ia memakan hewan peliharaan ibunya dulu. Dulu ibunya seorang dokter hewan yang memelihara berbagai hewan dirumahnya.

Tak masalah rumahnya besar dan mewah sekarang menjadi rumah hantu seperti tak terurus, baju dimana mana, darah berbecak di tembok yang mengeluarkan bau amisnya.

  Dengan rambut pirang yang panjang ia menyisir di depan cermin besar dengan perlahan lahan. Lentik lentik tangannya memegang sisir itu. Seketika ia terdiam sesaat. Entah apa yang ia pikirkan setiap ia melakukan sesuatu ia terdiam sesaat.

Sarah kadang - kadang suka membawa tanah jika ia ke makam ayahnya, mungkin itu tanah makam ayahnya. Ayahnya yang dimakamkan dekat rumahnya menjadi menambah seram rumah Sarah.

   Sudah 3 tahun Sarah hanya memakan tumbuhan di tamannya dan hewan peliharaan ibunya, ia ingin pasta makanan kesukaannya.

Ia memberanikan diri pergi ke mini minimarket yang jauh dari rumahnya. Rumahnya memang besar tetapi terletak di tengah hutan. Dengan sepeda kecilnya ia pergi menggunakan gaun putihnya.

Setelah sampai di sana ia hanya membeli sebuah pasta padahal banyak sekali kebutuhan yang harus Sarah beli. Lalu ia pergi ke kasir untuk membayarnya.

"Hanya pasta saja? Atau ingin yang lain?" Tanya penjualnya sambil menahan nafasnya.

Tetapi Sarah diam sesaat dan kemudian di tanya lagi oleh sang penjual "gadis apakah kamu ingin membeli sesuatu lagi ?".

Dan Sarah mulai berkata yang sudah lama tidak berkata karena di rumah saja "i..yaa saya ha..nya membeli itu!". "Baiklah!" Jawab sang penjual.

Semua orang yang ada di sana mual akan bau yang dikeluarkan tubuh Sarah termasuk penjualnya. Tetapi Sarah tidak memperdulikan dan langsung mengayuh pedal sepedanya menuju rumahnya.

Rumah yang kusam, amisnya karena mayat dan bangkai hewan dan lama menjadikan sarang hantu. Sebenarnya Sarah sering melihat hantu tetapi lama kelamaan ia tidak takut dan seperti menjadi temannya setiap hari hantu itu muncul seakan ia ingin bermain dengan Sarah.

Sarah pun pernah dirasuk oleh hantu itu sampai ia ingin bunuh diri. Sarah yang dirasuk menyayat nyayat kulitnya menggunakan pisau dapur. Ya itu kebiasaan setiap hari Sarah yang membuat tangannya luka dan selalu mengeluarkan darahnya. Tangannya memang lentik tetapi sudah mengeluarkan banyak darah.

Sarah menpunyai tenang kecilnya yaitu hantu anak Kecil yang di bunuh ibunya. Dia diberi nama oleh Sarah ialah Mira, nama itu terinspirasi dari nama pembantunya. Mira sangat senang jika Sarah memainkan piano di malam hari apalagi saat hujan.

Kala itu sedang hujan Mira meminta Sarah untuk memainkan pianonya, tangan lentik darah yang mengeluarkan darah mulai memainkan pianonya. Tetapi saat itu Mira tidak sengaja menginjak gaun putih Sarah, Sarah pun berdiri dan mengakibatkan gaun putih Sarah robek. Sarah yang seketika itu langsung marah kepada Mira.

"Kenapa kau menginjak gaunku, ini gaun peninggalan ayahku, Kau jahat!!" Sarah pergi ke kamarnya meninggalkan Mira yang menangis sehabis dimarahi Sarah.

   Ternyata selain suka dengan pasta Sarah suka dengan yang berbau darah. Dia seperti psikopat, sangat gila. Tetapi Sarah tidak pernah membunuh seseorang.

   Nenek Sarah tinggal di Amsterdam, Belanda. Tantenya yang juga tinggal disana menikah dengan bangsawan belanda. Sarah tinggal di Indonesia karena ibunya yang berprofesi sebagai dokter hewan belum mendapat izin dari pemerintah Belanda untuk bekerja di Amsterdam.

Sarah lahir di Amsterdam, Belanda. Tepatnya tanggal 19 Mei 2001. Dan saat ini Sarah tepat berumur 17 tahun. Sarah sudah lama tidak bertemu nenek dan tantenya karena dahulu ia bersekolah di Bandung.

Karena semuanya meninggalkan Sarah, Sarah pun berhenti bersekolah. Dia menjadi gadis yang pendiam padahal dahulu ia merupakan gadis yang cerewet haha..

   Malam itu Sarah yang tertidur lelap mendengar suara di kamar bermainnya. Ya ternyata ada Mira yang sedang bermain boneka Sarah.

"Sudah ku bilang kamu jangan menggangguku tidur!! Aku lelah aku ingin bermimpi ayahku!!!" Ucap sarah dengan nada keras kepada Mira.

"Sudahla jangan ganggu ku lagi!!" Sarah meninggalkan Mira yang menangis menuju kamar tidurnya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 19, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Terdiam SesaatCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang