Katanya kita tumbuh menjadi dewasa, ketika datang Haid pertama atau terbangun dengan keadaan mimpi basah. Apa iya begitu?
Bahkan nyatanya Kita lupa bagaimana definisi dewasa sebagai manusia. Tumbuh menjulang dengan tubuh tinggi, atau matang dalam berpikir.
Sebagai mahkluk yang katanya berakal, kita mencari batasan-batasan dewasa menurut akal kita sendiri. Menyimpulkan menurut keadaan sekitar.
Kadang berpikir yang sudah berani pacaran, merekalah yang tanpa sadar menjadi Dewasa. Atau orang-orang yang cenderung berpikir mendalam dan bertanggung jawab.
Belum lagi saat kita bertemu dengan sosok mapan dan berusia, seperti itulah gambaran dewasa yang gampang.
Lalu dengan tiba-tiba beberapa orang yang berumur sepuh menjadi rewel, dan kita menyebutnya kekanak-kanakan.
Sebenarnya siapa yang menjadi Dewasa?
Kita yang dengan plin-plan menyimpulkan dewasa itu, atau orang-orang sekitar yang tidak peduli dengan usia sementara mereka menikmati setiap perubahan.
Jangan-jangan Kita belum dewasa ketika tidak dapat membedakan perasaan suka dan kagum. Seperti anak kecil yang tertarik mainan baru.
Entah karena suka atau hanya tertarik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tangga Rasa
AcakJangan mendeskripsikan apa-apa yang belum kamu yakini. Perasaan benci, rindu, suka, dan cinta mungkin hanya perasaan sesaat yang datang diwaktu yang kurang tepat. Seolah menumbuhkan benih-benih perasaan dari hati, namun nyatanya semua hanya gejolak...
