Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Prolog

60 4 1
                                        

"Apa yang mau lo lakuin brengsek!" Ucap perempuan itu lalu menarik kemeja pria di depannya yang hampir lepas. lalu mendorongnya dengan kuat sehingga laki-laki itu tersungkur dihadapan ketiga laki-laki yang diam menyaksikan kebejatan yang dilakukan pria ini.

Perempuan itu membuka jaket yang ia kenakan lalu ditutupi baju temannya yang sudah sobek tepat dibagian leher sampai dadanya. 

"Dasar pria bejat, pergi lo dari hidup temen gue!" Bentak perempuan itu. Tetapi, pria yang tersungkur akibat dorongannya tadi hanya tertawa sinis.

Lalu ia berdiri sambil membenarkan kemejanya. "Lo rupanya mau main juga sama gue?"Tanyanya sambil tersenyum sinis

Wanita itu mengambil tangan perempuan yang menyelamatkannya. "Biar dia ngelakuin apa yang dia mau, sekarang lo pergi dari sini. Sebelum lo nyesel" lalu ia mendorong pelan tubuh perempuan tersebut. 

"Cepet pergi, Bil." 

Perempuan itu hanya diam melihat wajah temannya yang memohon. 

"Tidak. dia nggak bisa pergi sini, Amelia" Ucap pria itu sambil berjalan perlahan mendekati kedua wanita itu.

"Biarin dia pergi, Han. Aku mohon,"

Pria itu seakan tidak peduli dengan tatapan sendu yang diberikan. Ia hanya berfokus dengan wanita yang sedaritadi menatapnya jijik. 

"Siapa namanya?"

"Bil, pergi dari sini!" Teriak Amelia. Saat melihat Hanan mendekat ke arahnya. 

"Siapa namanya, Mel!"Bentak Hanan 

Amelia terdiam mendengar suara keras yang diucapkan Hanan. Ia hanya bisa menarik nafas.

"Nabila Aufania Meyriska. Cepet lari dari sini!" Saat ingin melarikan diri, Nabila merasa dirinya tertahan. Ia melengok ke belakang, dan melihat Hanan yang sedang menarik tangannya sambil tersenyum evil.

"Hai, Nabila sayang.."

"Shit!" 

"Eh--Pal"

"Lepasin dia, Han. Biar dia gue yang pegang" Hanan refleks menjauh dari tubuh Nabila. Ia melihat salah satu dari ketiga pria itu menghampiri Hanan dan Nabila yang hampir saja Nabila diperlakukan sama dengan Amel. 

"Lo--"

"Ya, Gue yang main sama dia. Gue mohon lo jangan pernah sentuh dia"


UNACCEPTABLEStories to obsess over. Discover now