Sukabumi, 30 April
Hujan kini tengah mengguyur kota Sukabumi dari siang hingga kini matahari kembali ketempat persembunyiannya. Dingin yang menusuk kulit,malam yang sunyi tak membuat seorang gadis yang kini tengah berdiri depan jendela kamar nya dengan secangkir coklat hangat tidak membuat nya kedinginan dengan angin malam.
Keadaan yang seperti ini selalu mengingatkan nya dengan seseorang,dengan kenangan yang orang itu tinggalkan. Tentang senyum nya yang hangat,tentang dia yang slalu melihat seseorang dengan hangat dan tulus,tentang bagaimana dia tertawa. Semua itu membuat dirinya rindu benar-benar rindu dengan segala tentang seseorang itu.
"Una" panggil seorang gadis kecil yang kini tengah bermain dengan temannya di sebuah taman bermain.
"Una janji ya sama nana kalo Nana gak akan ninggalin Alana?" Tanya gadis kecil itu kepada temannya.
"Una janji sama nana" Gadis kecil itu tersenyum setelah temannya mengatakan itu.
"Janji?" Tanya gadis kecil itu sambil menyodorkan jari kelingkingnya yang kecil.
"Janji!" Gadis kecil itu tersenyum sangat lebar. Temannya pun tersenyum juga dan menampil gigi nya yang ompong
Gadis itu tersenyum pilu mengingat kejadian itu dan tanpa sadar air mata nya terjatuh dia terisak mengingat itu semua.
"kamu belum tidur sayang?" Tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya memasuki kamarnya.
Dia terkejut dan dengan segera menghapus air mata nya dengan punggung tangan nya.
"Belum mah ini mau tidur" jawab gadis itu masih dengan suara yang seperti habis menangis.
"Kamu kenapa?nangis"tanya wanita paruh baya itu yang ternyata adalah ibunya.
"Enggak kok, yaudah aku tidur ya mah" ujarnya mencoba mengalihkan pembicaraan dengan naik ke kasur, menarik selimut dan mulai memejamkan matanya.
Ibunya yang melihat hanya bisa menghela nafas,dia menghapiri putri nya dan mencium kening putri nya setelah itu dia keluar dari kamar itu. Sebelum benar-benar keluar dari kamar itu dia sempet berkata.
"Jangan terus kaya gini. Dengan nyalahin diri kamu jelas itu bukan salah kamu,bukan cuma kamu aja yang kehilangan tapi kita semua juga. Kalo kamu kayak gini terus itu buat mamah sedih" Setelah mengatakan itu ibu nya itu benar-benar keluar dari kamar anak nya itu.
Gadis itu sebenarnya belum tidur dia hanya memejamkan mata nya, jelas dia mendengar apa yang ibunya katakan dan itu membuat dia berpikir apa yang ibunya katakan benar dia tidak boleh seperti ini terus dia harus bangkit.
"Mah maaf udah buat mamah sedih. Aku janji gak akan kayak gini" Gumam gadis itu dan setelahnya dia tertidur.
Maaf kalo masih ga jelas memang karna ini bikin cuma iseng;))
YOU ARE READING
Alanna
Teen Fiction"Lo tuh ganggu tau gak sih!" "Kenapa sih suka banget ganggu orang!" -Alana "Siapa yang ganggu cuma duduk" "Yang lain aja biasa aja" -Alan Alan cowok badboy yang suka menggangu Alana yang awalnya hanya iseng. Dia tertangtang...
