Hai teman-teman...
Ini cerita mini pertamaku. Boleh donk dikasih komen dan saran. Maklum namanya juga belajar. Salah itu sudah biasa.
*****
Pagi yang menyebalkan, saat aku harus tetap pergi ke sekolah dengan jerawat besar tepat di depan hidungku. Huft… Mama pasti akan bertanya, “cowok mana nih yang berani gangguin putri mama yang cantik jelita?” Soalnya mama pikir kalau cewek berjerawat itu tandanya lagi mikirin cowok.
Pantesan mama ngomong gitu, soalnya mama dulu jurusan IPS jadi nggak tahu kalau jerawat adalah kantung nanah yang meradang karena pori-pori kulit yang tersumbat. Apa hubungannya coba, mikirin cowok sama jerawat?
Mampus. Kenapa juga Maya and the gank ngrumpi di depan gerbang? Bisa-bisa aku jadi bulan-bulanan mereka kalau sampai hidungku yang udah mirip badut ini kelihatan.
Sepertinya Yogi udah menunggu ceweknya yang cantik ini meski hidungnya kayak badut.
YOU ARE READING
Strawberry Shortcake
Teen FictionKetika Benci Menjadi Cinta dan Rindu Mengusik Kumpulan Mini Fiksi dalam kelas Fiction Class for Beginner
