RinaPOV
kamis 06.30
Kriiingg kringg
"Sial, telat guee" gumamkun dengan gesit gue ambil handuk dan seragam gue. Lalu masuk ke kamar mandi.
15 menit setelahnya, gue udah cantik seperti biasa dengan seragam sekolah. Dan langsung turun.
"Bund kok gak bangunin aku sih?" Kataku sambil mengambil roti sandwich dan memakanya sambil memakai sepatu.
"Bunda baru aja dari pasar. Lagian kamu sih pasajg alarm kok mepet banget" ucap bunda gue sambil fokus memasak.
"Kemarin aku lupa ngaturnya. Yaudah aku berangkat dulu" ucapku sambil berlari keluar rumah dan menuju halte bis. Takut telat .
"Ehh gak sarapan dulu? Ya ampun anak itu. Yaudah hati hati" balas bunda gue sambil teriak
NormalPOV
"Ini bis nya pada demo apa ya, Sepi gini jalanya. Aduh makin telat nih gue" kata rina sambil melihat jalan dan jan tangan nya bergantian.
"Gak ada pilihan lain"gumamnya lalu segera berlari secepat mungkin menuju sekolah karna hanya tersisa 5 menit lagi sebelum bel masuk berbunyi
.
.
.
.
.
.
"Hosh hosh. Sial udah ditutup lagi gerbangnya" katanya sambil mengambil nafas dengan rakus.
"Pak satpam bukain pintunya dong. Capek nih gue" teriaknya sambil bersandar pada gerbang
"Kamu ya gak punya sopan santun. Udah telat manggil yang lebih tua lo-gue juga"
Eittss bentar ini bukan suara pak satpam yang biasa godain dia. Tapi-
Perlahan dia menolehkan kepalanya. Detik berikutnya mata bulatnya membesar
"Ehh maaf pak kepsek. Gak tau kalo ada bapak disini" katanya cengengesan.
"Iku saya kamu " kata pak kepsek sambil memegang tangan rina
"Ihh bapak mah modus. Alasan aja dikasih hukuman niat nya mah pdkt ama gue"gumamnya. Hanya gumaman kan sayang kalo pak kepsek nya marah. Masih sayang sama sekolah ini dia.
"Ehh pak itu tali sepatu bapak lepas loh" kata rina mencoba membujuk agar ia tidak dihukum, apa kata fans nya nanti saat seorang primadona membersihkan kamar mandi sekolah heol. Rina gak terima.
Saat pak kepsek noleh kebawah rina langsung berusaha melepaskan diri, tapi pak kepsek ternyata gak bodoh.
Dia malah lebih kencengin megangya.
"Kamu jangan berani bohongin bapak ya"
'Emang lo bapak gue apa' batinya
"Saya gak boong tau pak. Tadi emang lepas ehh pas bapak liat talinya udah rapi aja. hebat ya mata bapak"
Sekarang rina udah pasrah aja menjalani hukuman. Saat asik diseret seret ke ruang bk rina ngeliat anak laki yang loncat masuk dari pagar.
"Ehh pak pak liat tuh. Ada yang lompat pager pak. Kayaknya telat juga deh kok gk bapak hukum juga sih?"
"Jangan coba coba boongin saya lagi kamu ya."
Mata rina membelalak. Giliran orang jujur aja gak percaya nih orang tua
"bapak liat dulu nohh" kata rina sambil menujuk anak laki laki itu.
"Wah itu si reyhan. Gak kapok kapok itu anak" kata pak kepsek lalu tanpa sadar melepas genggamannya pada tangan rina. Rina yang sadar dapat lampu ijo langsung aja ngacir ke kelasnya.
Sesampainya dikelas. Ternyata ada guru yang menerangkan
"Asaalamualaikum"kata rina sambil mengetuk pintu
YOU ARE READING
Marinaa
Teen FictionRina: ok google "gimana cara buat dapetin reyhan" cerita receh tentang primadona sekolah yang tertarik pada bad boy sekolah. Sekali publish langsung end.
