- Part 1 -

14 0 0
                                        

---
"Hei .." panggil seorang cowok memanggil Dara

"Apa?" tanya Dara tatapan bingung melihat cowok yang tak dikenalinya berdiri menatapnya dengan tatapan tak terbaca .

"gue suka sama lo , jadi pacar gue ya" ucap seorang cowok dengan tatapan datar

"What the... , gue sibuk , gue gadak waktu buat candaan lo" jawab Dara lalu menghilang dari hadapan cowok tersebut .
---

Happy reading ❤

"Paaa" rengek seorang perempuan remaja kepada Papanya.

"Apa na?" tanya Papa Dara.

Namanya Dara Adriana K. biasa dipanggil Dara oleh temannya dan Ana oleh keluarganya.

"Ana gamau pindah pa.. " ucap Dara lagi dengan nada yang dibuat-buat.

"Papa juga gamau kamu pindah na..," kata Papa Dara dengan jeda panjang , lalu memegang pundak putri semata wayangnya itu .

"Dengerin Papa na, kamu liat tante mu itu, kasihan dia tinggal sendiri sejak Nenek gadak , Papa yakin tante kamu pasti bikin kamu nyaman , lagian kamu nih uda mau jadi ibu-ibu masa manja gini" ejek Papa Dara yang membuat adegan serius tadi buyar.

"ihh Papa , Ana masih kelas 2 SMA pah , muka Ana imut-imut gini masa dibilang ibu-ibu sih pa"ucap Dara dengan nada marah yang dibuat-buat yang mengundang tawa Papanya.

Nama Ayah Dara , Andreo Kliston sosok Ayah yang sangat gaul dan easygoing memiliki perawakan tampan, tegap dan gagah walau usianya tak muda lagi , ia menikahi seorang wanita cantik nan lembut bernama Yanti Kliston yang tak lain Ibu Dara.

Yap kepanjangan "K" dinama Dara ialah "Kliston" . Keluarga Kliston merupakan Keluarga yang disegani dan dikagumi oleh beberapa Kota di Indonesia , bahkan dibeberapa negara besar , nama Kliston lebih sering didengar diluar Indonesia.

Andreo mendidik Dara dengan tegas , sehingga sekarang Dara pun tumbuh menjadi seorang remaja yang memiliki sifat yang sangat mirip dengan Papanya , sosok yang sederhana namun berkelas, dan tidak glamour.

Yanti Mama Dara juga merupakan wanita terpandang , yang memiliki wajah yang sangat cantik , dengan rambut lurus yang indah walau sekarang sudah ditumbuhi beberapa rambut putih yang tak terlalu terlihat. Keluarga goals bangettt❤ -paansih tor-

"Apa nih ribut-ribut" tanya Mama Dara lalu duduk disebelah Papa Dara.

"Oh ia, na? uda beres perlengkapan kamu ? 2 hari lagi kamu kerumah Tante Siska lo" ucap Mama Dara yang membuat wajah Dara kembali cemberut.

"Uda ma.."jawab Dara dengan nada malas

"Ana gaboleh gitu na jawabnya , lagian kan kalau Ana ke Jakarta Papa bebas deh, masa sih kamu gamau Papa dan Mama honeymoon tiap hari" canda Papa Dara sambil mencolek dagu istrinya itu .

"Kamu nih , ngomong ga disaring dulu" kata Mama Dara menyubit perut sang suami.

"Panggil "Papa" sayang" ucap Papa Dara mempringati Istrinya untuk selalu memanggil dia dengan sebutan Papa , yang disertai dengan kecupan singkat di pipi istrinya itu.

"Ekhemmm.." suara deheman keras Dara membuat sepasang suami istri yang tak lain orangtua Dara menghentikan kegiatan mesra manja mereka.

"Dara disini aja Papa Mama mesra terus , gimana lagi kalo Dara gadak , hitung jari aja Dara pasti langsung dapat adek baru "ucap dara dalam hati melihat tingkah kedua orangtuanya itu selalu mengumbar kemesraan didepannya.

"Sabar ya nak , jomblo mah ga bisa liat orang beginian , makanya nanti kalau Ana di Jakarta langsung nyari pacar dulu baru nyari kelas" ledek Papa Dara yang disertai tawa Mama Dara

"Papa ih, nyebelin banget" ucap Dara marah

"Uda deh na , kamu beres-beres lagi aja , Papa mau kekamar sama Mama mau lanjutin yang tadi" ledek Papa Dara lagi , sambil menuntun istrinya kelantai dua kearah kamar mereka .

Mama Dara cuma bisa mengelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan suaminya yang ga bisa akur itu.

"Kali ini Mama gabisa bela kamu na , kalau ada barang yang perlu lagi , kunci mobil diatas meja ya , kalau pergi langsung pergi aja , jangan ngebut bawa mobilnya , sayang nyawa naa, jangan pulang lama-lama nanti mama kangen, bay ana " ucap Mama Dara yang uda pasrah dengan kelakuan suaminya itu .

Papa dan Mama Dara pun pergi kekamar mereka dan meninggalkan Dara yang masih setia duduk disofa ruangtamu mereka.

Dara masih duduk di sofa tersebut sambil termenung , ia membayangkan bagaimana ia akan menjalani SMA nya jauh dari orangtua , tapi dia juga bakal balik ke Bandung bila ada libur panjang , tapi bakal terasa sepi , walaupun sekarang sudah ada VideoCall , memang dia bisa melakukan nya setiap hari , tapi.. "Apa itu cukup?"tanya Dara dalam hatinya .

Tinggal bersama dengan tantenya bukan la hal yang buruk, karena Tante Dara yang masih Lajang sehingga lebih gaul , bisa diajak bertukar pikiran , curhat-curhatan ,dan melakukan hal-hal cewek lainnya . Mereka juga memiliki hobi dan kebiasaan yang sama , menyenangkan sih tapi .. parahnya Dara harus menyesuaikan dirinya lagi disekolah barunya nanti , ia akan mengulang masa awal masuk sekolah dulu , mulai dengan memperkenalkan diri , memiliki teman sebangku , teman sekelas , mengenal guru , mengenal lingkungan yang baru , dan hal unfaedah lainnya .

Memikirkannya saja Dara sudah capek apalagi ia akan melakukan hal-hal tersebut pada hari kedepan .

Dara menatap kunci Mobil didepannya , lalu mengambilnya dan berjalan keluar rumah , tak lupa ia menutup pintunya kembali dan berjalan kegarasi rumahnya. Ford Focus RS berwarna biru gelap terparkir digarasi mobil mereka.

Masalah alat transportasi pun orangtua Dara tidak terlalu mementingkan kemewahan , yang penting mereka nyaman, itulah hal terpenting.

Papa Dara mengoleksi beberapa mobil mewah tetapi ia tidak memakainya di Indonesia , ia menaruh koleksinya di rumah keduanya yang terletak hanya sepelemparan batu dari Istana Buckingham, London dengan sembilan kamar tidur dan enam kamar mandi dan juga berlantai empat dilengkapi lift pribadi dan yang paling terpenting Dara tidak mengetahui itu semua .

Dara hanya mengetahui ayahnya seorang pemilik usaha Jasa Design Interior yang dilengkapi dengan perias ruangan seperti sofa, meja makan, lemari tv, kaca hias dan lainnya. Dara tidak terlalu ikut campur urusan orangtuanya bahkan pekerjaan orangtuanya . Dan pastinya orangtuanya punya alasan besar untuk hal yang satu ini .

Dara mengendarai mobil biru gelap tadi dengan kecepatan sedang , dengan perasaan campur aduk, sehingga ia tidak tau mau kemana.

Masih memikirkan kepindahannya yang membuat moodnya sangat buruk , Dara melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata , persetanan dengan semua pengguna jalan yang memakinya dalam hati , persetanan dengan suara klakson yang berbunyi memperingatinya , persetanan dengan lampu lalu lintas yang masih berwarna hijau , toh polisi juga lagi ga ada , persetanan dengan semuan nya itu , Dara semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh , anggap saja ini perasaan Dara yang sedang meledak-ledak .

Setelah 30 menit Dara berputar-putar mengendarai mobilnya, dia menginjak pedal remnya disebuah Minimarket lalu memarkirkan mobilnya ditempat yang tersedia.
Dara memasuki Minimarket tersebut.

"Selamat Datang mbak " ucap pegawai minimarket dengan sopan yang dibalas senyuman kecil dibibir Dara . Dara melewati pegawai tersebut dan berjalan kearah jejeran kulkas yang bersikan macam-macam minuman , lalu mengambil botol minuman soda dan air mineral. Lalu berjalan lagi kearah rak berbagai macam snack , dan memilih snack kesukaan nya .

Selanjutnya Dara berjalan kearea tempat pembalut. -pantes tadi ngomel terus , emosi ga terkontrol_- lagi PMS ternyata_- *author

Baru saja Dara mau mengambil bungkusan pembalut berwarna pink itu, tapi pembalut itu sudah terdahulu diambil .

"eh" ucap Dara kaget,...

---
Happy reading guys ❤
Please like and comment ❤
I hope u love this story ❤

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 10, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

She's Not MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang