Bertahun tahun aku sudah merasakan pahitnya menunggu, pahitnya menelan rasa pedih,pahitnya cinta yang tak pernah diangap,dan pahitnya cinta tapi cuma diangap sahabat. Aku tidak tau mengapa aku terus mencintaimu dengan sepedih ini. Pendapatku ,rasa cinta itu hanya seperti dinamika lagu yang indah milik semua orang kecuali aku.
Sesekali aku senang melayang-layang dengan sikapmu dan aku juga harus jatuh berkali-kali karena pengakuanmu. Jujur aku lelah mendegar ceritamu tentang 'dia' 'dia' dan 'dia' mengapa harus dia?apakah hanya dia yang terus tergiang di pikiranmu? Sedangkan aku disini hanya menjadi si pendegar yang rapuh sesekali meperlihatkan topengnya dan asik memerankan peranya sebagai seorang yang sangat kuat, padahal jauh di dasar hatinnya dialah orang yang paling lemah yang tak kau ketahui.
Aku selalu bingung mengapa bisa-bisanya aku selalu mencintaimu yang jelas-jelas mengakui bahwa kau nencintai yang lain. Dan aku juga tak tau mengapa kau sangat mencintainya meskipun dia telah melukaimu berulang kali. Entahlah apakah cinta memang serumit ini?
YOU ARE READING
Kinnanzeya
Teen FictionDasar Bocah aneh Ketika semua orang sangat membenci 'menunggu' kenapa kamu malah menyukai hal itu? Dan mengapa mencintaimu harus se pedih ini? ••• Kalo penasaran langsung mampir aja kuy
