PROLOGue

42 14 9
                                        

     Bertahun tahun aku sudah merasakan pahitnya menunggu, pahitnya menelan rasa pedih,pahitnya cinta yang tak pernah diangap,dan pahitnya cinta tapi cuma diangap  sahabat. Aku tidak tau mengapa aku terus mencintaimu dengan sepedih ini. Pendapatku ,rasa cinta itu  hanya seperti dinamika lagu yang indah milik semua orang kecuali aku.

      Sesekali aku senang melayang-layang dengan sikapmu dan aku juga harus jatuh berkali-kali karena pengakuanmu. Jujur aku lelah mendegar ceritamu tentang 'dia' 'dia'  dan 'dia' mengapa harus dia?apakah hanya dia  yang terus tergiang di pikiranmu? Sedangkan aku disini hanya menjadi si pendegar yang rapuh sesekali meperlihatkan topengnya dan asik memerankan peranya sebagai seorang yang sangat kuat, padahal jauh di dasar hatinnya dialah orang yang paling lemah yang tak kau ketahui.

     Aku selalu bingung mengapa bisa-bisanya aku selalu mencintaimu yang jelas-jelas mengakui bahwa kau nencintai yang lain. Dan aku juga tak tau mengapa kau sangat mencintainya meskipun dia telah melukaimu berulang kali. Entahlah apakah cinta memang serumit ini?

KinnanzeyaWhere stories live. Discover now