Suatu hari disebuah Sekolah Menengah Akhir (SMA),yang akan berlangsung jam awal pelajaran.Seperti disekolah lainnya,murid-murid sibuk dengan aktivitasnya masing-masing sembari menunggu guru masuk dan memulai pelajaran.Tak terkecuali Rey,seorang siswa yang mempunyai nama lengkap Reyhan Angkasa dan dia populer disekolah ini.Karena selain ganteng dia juga jago main basket,menggambar,dan mahir dalam berpuisi.
Puisinya terkenal sangat romantis,dia biasa memuisikan tentang apa yang sedang dia rasakan.Banyak murid perempuan yang jatuh cinta kepadanya,tak terkecuali Sandra murid cantik yang satu kelas dengan Rey.Akan tetapi Rey tidak menyukai Sandra,karena sifat Sandra yang manja dan masih keanak-anakan.Itu bukan tipe perempuan yang didambakan oleh Rey.Tipe yang Rey dambakan adalah perempuan yang tegar,bersifat dewasa,mandiri,dan yang jelas berbakti kepada orang tua dan juga rajin beribadah.
Itu semua bertolak belakang dengan sifat Sandra.Tak lama kemudian seorang guru datang dan masuk kedalam kelas,tetapi kali ini berbeda dengan biasanya.Seorang guru yang bernama Pak Wahid itu datang dengan seorang perempuan,semua murid didalam kelas ricuh dan bertanya-tanya siapakah sebenarnya dia.Tak lama setelah keributan itu Pak Wahid pun memperkenalkannya,dia adalah murid pindahan yang bernama Jessica.Jessica pindah karena harus ikut Ayahnya yang dipindah tugaskan untuk sementara diluar kota.
Jessica memiliki raut wajah cantik,jadi tak perlu dibingungkan jika semua pandangan murid laki-laki didalam kelas itu terpana kepadanya.Tak terkecuali Rey,dia menatap murid pindahan itu tanpa ingat untuk berkedip.Tak lama kemudian Pak Wahid mempersilahkan Jessica untuk duduk dan segera memulai pelajaran.Jessica duduk dibangku samping meja yang ditempati oleh Rey,karna hanya ada bangku itu saja yang masih kosong dan disitu tempat duduk Fanin Amelia yang biasa disapa Fani.Hari ini dia tidak masuk karena sedang sakit.
"Nanti jam istirahat ke kantin bareng yah?Kamu belum punya temen baru kan disini?Oh iya nama ku Reyhan,Panggil aja Rey"tiba-tiba Rey berbicara da n mengacungkan tangannya tuk berjabat tangan dan berkenalan ketika Jessica baru saja menduduki kursi barunya untuk belajar itu.
"Iya,Namaku Jessica"jawab Jessica menjabat tangan Rey dengan nada malu dan sedikit merundukan pandangannya.
Sandra yang menyukai Rey dari dulu kelas X dan sekarang melihat keduanya begitu dekat dia pun merasa panas dan hampir saja marah.Tetapi tak sempat,karena terhalangi oleh Pak Wahid yang berbicara terlebih dahulu dan memulai pelajarannya.
"Sudah,Kenalannya nanti saja.Sekarang kita mulai dulu pelajaran pada pagi hari ini"ujar Pak Wahid sambil menatap Rey yang belum selesai berjabat tangan dengan Jessica.
"Ehh,Iya pak.Saya lupa,heheh"dengan spontan Rey melepas genggaman tangannya dan langsung menjawab perkataan Pak Wahid dengan nada agak malu.Dan pelajaran pada pagi hari itu pun dimulai.
"Ayo anak-anak buka buku materi Fisika kalian halaman 120,Kalian baca terlebih dahulu dan kalian pahami setelah itu dirangkum dibuku catatan.Jika ada penjelasan yang belum kalian pahami,Tanyakan kepada Bapak!"ujar Pak Wahid sambil mengisi buku jurnal kelas.
"Iya pak"seru semua murid bersamaan.
"Kamu punya bukunya?"tanya Rey kepada Jessica.
"Emm,Enggak"balas Jessica sambil tertunduk karna masih malu.
"Nih kamu pake punyaku aja"ucap Rey sambil memberikan buku materi miliknya kepada Jessica dengan sedikit senyuman.
"Tapi nanti kamu gimana?"tanya Jessica sambil menatap mata Rey.
"Nggak apa-apa pake aja,Nanti aku bisa lihat punya temen sebelahku kok.Lagian bisa nolong kamu itu lebih penting dari pada buku"jawab Rey dengan senyuman yang lebar.
"Yaudah deh,Makasih ya?"ucap Jessica sambil tersenyum malu.
"Iya sama-sama"balas Rey sambil menarik buku materi yang sedang asik dibaca oleh teman semejanya dan diletakkan ditengah-tengah meja untuk dibaca bersama-sama.Teman semejanya adalah Viktor,Rey dan Viktor sudah berteman sejak mereka masih kelas X.
"Ehh-ehh,Mau dibawa kemana?Lagi aku baca juga!Maen ambil-ambil aja!oceh Viktor sambil menarik kembali bukunya.
"Udah sih taruh tengah aja,Aku juga mau baca!"balas Rey sembari menarik llagi buku materi dari genggaman tangan Viktor dan menaruhnya ditengah meja.
"Oh gitu!Ngomong dong dari kemaren,Jadinya kan aku nggak perlu ngabisin tenagaku buat marah-marah nggak jelas masih pagi juga!Ntar energi dari sarapanku kebuang gitu aja kan mubazir jadinya!Emang kamu nggak bawa bukunya Rey?"oceh Viktor kembali dan dilanjutkan bertanya kepada Rey.
"Aku bawa kok"jawab Rey sambil membaca materi dalam buku tersebut.
"Lhoo,Kenapa nggak baca bukumu sendiri aja?Kan kamu bawa?"ucap Viktor dan kembali bertanya lagi.
"Bukuku lagi aku pinjemin sama Jessica,Kasihan dia nggak punya bukunya"jelas Rey dengan nada lirih agar tidak terdengar oleh Pak Wahid,karena kalau dia dengar pasti Rey akan kena marah dan bisa-bisa dikeluarkan dari kelas.
"Ohh,Jadi lo modusin dia ya?Pura-pura minjemin buku biar dia klepek-klepek yah?"ucap Viktor sambil memandang kearah Jessica dengan nada yang cukup keras dan sedikit mengledek Rey.
"Husttt,Lo kalo ngomong bisa pelan-pelan aja nggak?Udah ngawur lagi ngomongnya,Ntar kalo kedengeran orangnya gue kan jadi malu.Gak punya otak lo ya?"balas Rey sambil menutup mulut Viktor yang suka ngomong ngawur itu dan diselingi menatap kearah Jessica.
"Tapi gue benarkan?"ucap Viktor lagi yang berhasil meronta untuk melepaskan tangan Rey yang menutupi mulutnya.
"Dibilang nggak kok masih aja ngomong terus!Sekali lagi lo ngomong kayak gitu,Gue habisin lo.Dan nggak bakalan gue kasih ampun!balas Rey cepat dengan nada bisik-bisik.
Akan tetapi perdebatan antar teman satu meja itu tak berlangsung lama,karena dengan tiba-tiba Pak Wahid berdiri dan langsung memperingatkan mereka berdua untuk tidak berisik lagi.
"Ehhh,Malahan ribut!Kalian ini diberi waktu untuk membaca malahan seru ngobrol sendiri.Saya peringatkan jika sekali lagi saya dengar kalian ngobrol,Akan saya keluarkan kalian berdua dari dalam kelas!"ucap Pak Wahid dengan nada yang tegas.
"Iya pak,Saya minta maaf"ucap mereka berdua dan hampir bersamaan.
"Iya saya maafkan.Sudah lanjut lagi membacanya,Saya dipanggil Kepala Sekolah.Ada yang harus dibicarakan"balas Pak Wahid sambil melangkah keluar kelas menemui Kepala Sekolah untuk membicarakan sesuatu.
"Iya pak"seru semua murid didalam kelas bersamaan.
YOU ARE READING
" BUKTI "
Teen FictionBukti bergendre Romance & Humor. Menceritakan semua hal tentang cinta,dan juga mengajarkan bahwa "Cinta yang Besar itu memerlukan Resiko yang Besar jua". Dan cerita ini juga menggambarkan bahwa cinta yang nyata itu perlu " Bukti " bukan hanya seke...
