"Sweet seventeen honey!" suara familiar yang sedikit memekakan telinga keluar dari bibir mungil seorang Amelia, teman karib Andriana Ainun Bramanto. "Thank you sweety!" balas Andriana yang tak kalah berisiknya dengan Amelia agar sahabatnya itu tahu jika ia membalas ucapannya.
Wajar saja jika mereka saling berbicara dengan suara keras. Keadaan di B-Bounds Club saat itu memanglah sangat ramai. Mulai dari bartender yang sibuk menyajikan berbagai macam minuman (yang tentunya sudah sangat dihafal dari merk dan rasanya oleh Andriana), juga Disc-Jokey yang memainkan musik beraliran EDM dan pengunjung yang tak kalah heboh berdansa seakan-akan mereka adalah penguasa malam itu.
Well, fuck it. You only live once. Ucap Andriana dalam hati, saat ia baru saja memasuki Club ini satu jam yang lalu dan memperhatikan seluruh kegiatan yang dilakukan sekitar 200 pengunjung yang datang malam ini. Mulai dari pria dan wanita, sekelompok party beast, sampai remaja yang terlihat seperti masih SMA, ada disini. B-Bounds Club memang tempat yang hebat.
"Oh iya, besok gimana jadinya? Lo dipindahin ke sekolah mana?" tanya Amelia ketika satu setengah jam kemudian ia dan Andriana duduk disalah satu sofa karena kelelahan berdansa.
"You do have know it, Mel. Lo sih, pake acara kuliah segala jadi gak biaa nemenin gue di Indonesia. Lo kan tau, dari semua sekolah di Jakarta, cuma ada satu sekolah lagi yang 'mampu' nerima murid macam gue. SMA yang paling gak ingin gue datengin karena 'The Rubbish' sekolah disitu. So, thanks to you. Fuck it and fuck you," gerutu Andriana sembari menenggak segelas whiskey yang tadi ia pesan.
"Well, i'm not sorry fo' that honey. Soon or later, you will probably face her and the facts behind them. I know it sucks to be you. But, lo tinggal setahun lagi kok. Inget janji your Daddy. Kalau lo bisa suffering disini dan lulus SMA disini, inget tiket yang bakal Dad lo kasih. The freedom ticket, honey!" Amelia berusaha menenangkan hati Andriana yang tidak rela ditinggal Amelia untuk melanjutkan kuliah di Cambridge University.
The freedom ticket. Uang perbulan yang mencukupi, apartemen nyaman di Las Vegas, juga pekerjaan yang sudah disiapkan jikalau Andriana setelah lulus SMA ingin langsung bekerja. Semua sudah diatur jika Andriana bertahan untuk lulus pada tahun ini, di negeri ini. Enak, bukan, memiliki kehidupan seperti Andriana? Tidak perlu memikirkan tentang susah nya mencari uang. Her Daddy wont let her go trough the hardest way of letting her being a worker. Well, fuck it. Andriana tak berfikir demikian. Karena harus bersekolah di sekolah yang sama seperti sekolah si sampah, adalah mimpi buruk seorang Andriana.
Fakta tak seindah mimpi.
So, welcome to the journey of Andriana's life.
From the dearest,
Fuck it.
Andriana Ainun Bramanto.
ESTÁS LEYENDO
Ways Of Having The Good Life
Novela JuvenilHanya sebuah cerita tentang remaja putri yang bermasalah. As simple as that. But trust me, it's more than that.
