Prolog

6 0 0
                                        

Sorry kalo ceritanya jelek 😊

****

"Una diem dulu!" Teriak Laura yang sedang mempoleskan bedak diwajah adiknya.

Walaupun selisih waktu terlahir nya mereka hanya sepuluh menit, tetapi Launa tetap diwajibkan oleh ibundanya memanggil Laura dengan sebutan 'kakak'.

Launa berusaha meraih kacamata nya yang tergeletak di nakas, yang berada disebelahnya. Tiba-tiba lengannya dipukul oleh kakaknya itu.

"Una denger ya, kakak tuh dandanin kamu kaya gini biar kamu lebih cantik, kaya kakak. Hehe." Tutur Laura yang awalnya serius diteruskan oleh kekehnya.

"Tapi gak betah, kak." Jujur Launa kepada kakaknya yang ada di depannya.

Laura menghela nafasnya, lalu ia tersenyum "hari ini aja ya, kamu ke sekolah pake make up dan tanpa kacamata." Mohon Laura sambil mengacungkan jari telunjuknya.

Launa terdiam sejenak, lalu ia memandang mata coklat kakaknya dan mengangguk, mengiyakan permintaan kakaknya. Dan dibalas senyuman oleh kakaknya.

Tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka melihatkan wanita paruh baya yang masih menggunakan celemek, sambil menatap Laura dengan geram. "Kamu apain adik kamu?!" Tanya Ira sambil memegang dagu launa.

"Aku cuma polesin sedikit bedak doang kok Bun," ucap Laura sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Mata Ira masih menulusuri wajah Launa dengan teliti. "Kamu mau coba dandanin Una lagi?" Tanya Ira yang sudah menghadap ke arah Laura.

Laura hanya bisa terkekeh. "Adik Laura kan perempuan, ya gapapa kan kalo aku poles." Lirih Laura sambil menunduk dan memainkan jari telunjuk nya.

"Kacamata nya gimana?" Tanya Ira pada Laura.

Laura tersenyum, "itu masalah yang gampang Bun, tenang aja." Ucap Laura sambil tersenyum.

Ira menghela nafasnya, "yaudah kalo udah selesai langsung turun kebawah," ucap Ira sambil berjalan ke arah pintu, sebelum menutup pintu Ira menyuruh ke dua anaknya jangan terlalu lama di dalam kamar.

                           🎵🎵🎵

Setelah selesai sarapan Launa segera bergegas ke sekolah. Launa dan Laura memang bersekolah di tempat yang berbeda, karena sekolah yang menjadi tempat pembelajaran Launa sekarang adalah sekolah mempunyai akreditasi A, dan saat ujian untuk masuk kedalam sekolah ini Laura tidak dapat mencapai rata-rata nilai sekolah Launa sekarang.

Laura berjalan dari rumah ke sekolah, karena jarak dari rumah ke sekolahnya tidak terlalu jauh juga jadi, Launa berpikir lebih baik ia jalan saja.

Saat hendak memasuki pekarangan sekolahnya, sebuah motor biru besar yang dikendarai salah satu murid yang bersekolah di tempat yang sama sepertinya hampir menabraknya. Keberuntungan sepertinya lagi berpihak kepadanya, karena seorang kakak kelas 'mungkin' menarik lengannya. Saat Launa menengok ke arahnya, laki-laki itu hanya mengucapkan agar lebih berhati-hati.

Saat memasuki kelas Launa langsung duduk di bangku barisan paling pojok. Saat hendak menenggelamkan wajahnya ke lipatan tangannya, tiba-tiba terikan memanggil namanya terdengar dari arah pintu, ya siapa lagi kalau bukan Tiara.

Tiara bergegas meletakan tas nya di bangku, yang bersebelahan dengan Launa. "Una, Lo udah tau belum?" Tanya Tiara dengan antusiasnya.

Launa hanya menggeleng sebagai jawabannya. "Emangnya ada apa?" Tanya Launa dengan wajah polosnya.

Tiara hanya bisa menghela nafasnya, "ah, Lo mah apa sih taunya?!" Kesalnya Tiara, karena Launa sahabat dari kecilnya ini tidak pernah tahu apapun berita terbaru yang ada di sekolahnya. "Udah abaikan aja, jadi di angkatan kita ada murid baru na!" Ucap Tiara sambil menggoyangkan tangan Launa.

"Oh, ya?" Respon Launa sambil mengangguk.

"Tunggu," ucap Tiara, matanya sibuk menelusuri wajah Launa. "Una, Lo lepas kacamata lagi?" Tanya Tiara penasaran, "dan Lo pake bedak," ucap Tiara dengan yakin.

Launa hanya bisa diam sambil tersenyum, "iya, tadi kak Laura maksa ya jadinya aku nurut aja." Ucap Launa dengan senyum yang tidak pernah luntur.

Tiara hanya bisa mengangguk sebagai jawaban nya, karena ia tau kalau Laura memang senang melakukan ini kepada Launa "yaudah na, kita liat anak baru aja yuk!" Ajak Tiara.

"Hah?" Ucap Launa.

-Heart Pounding-

Gimana nih lanjut gak?

Sorry kalo garing 😶

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 23, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Heart PoundingWhere stories live. Discover now